Ayolah lupakan saja dia qia !!" ucap seseorang yang sedari tadi mencoba menghiburku ," aku tidak tega melihatmu sepeerti ini hikss...hiks.."
padahal aku yang sedih tapi kenapa dia yang menangis? Aku tau pasti dia merasakan apa yang kurasakan , sahabatku yang satu ini memang sangat peka dan mudah menangis.
"Aku jadi tidak enak hati ,dia sungguh sedih karena diriku " batinku
" Sora aku tidak apa , aku senang kau ada bersamaku , itu saja sudah jauh lebih cukup " ucapku seraya tersenyum tipis padanya.
" Aku tau kau pasti sangat terluka , aku tau itu .." ucap sora beralih memeluk erat diriku , tanpa sadar bulir bening yang sedari tadi ku tahan lolos sempurna membasahi pipiku.
" Maafkan aku tidak bisa berbuat banyak untukmu qia , walau aku sangat ingin membantumu tapi takdir berkata lain , dan sialnya aku tidak bisa melawan takdir.." ucap sora tersedu-sedu
" jangan katakan itu , ini bukan salahmu . yang sudah terjadi biarkanlah toh juga kalau aku berusaha sekeras apapun yang bukan milikku cepat- atau lambat pasti akan pergi jg dariku ,ini yang terbaik.. aku juga sudah lelah mungkin aku akan pergi saja sora , siapa tau di tempat yang baru nanti aku akan menemukan kebahagianku "
" baiklah kalau itu keputusanmu qia , semoga kau lekas temukan kebahagianmu sendiri , dan yah semoga kau bisa cepat melupakannya "
" tentu saja , tapi aku butuh waktu sora " ucapku melepaskan pelukannya dan melenggang pergi.
dan sangat jelas aku dengar orang di ujung sana berteriak " Sampai jumpa qia , aku akan selalu merindukanmu !!!"
Aku menengok ke belakang , aku lihat sosok sahabat terbaikku mulai kabur dari pandangan , air mataku lagi- lagi menetes , lebih deras dari yang lalu.
" Lagi lagi aku harus kehilangan orang yang menyayangiku dengan tulus " batinku linu
Walau aku mengatakan " ikhlas" , tapi tidak dengan hatiku , hatiku ini butuh waktu lebih lama untuk pulih.
Aku ingin cemburu , tapi aku malu karena aku tak mampu. Dia lebih bisa membahagiakan dirinya ketimbang diriku yang hanya menjadi duri dan pengganggunya saja.
Sosok pria yang ku kagumi , sahabatku juga menyukainya , dan lagi - lagi yang diam kalah dengan yang mengungkapkan. aku hanya tertunduk lesu menahan perih untuk bisa tersenyum esok hari. aku harus pergi... karena Ardhan sepertinya juga menyukai shibil temanku.
Hatiku hancur tapi setidaknya jiwa ku masih sehat. Aku akan lebih bersyukur dengan apa yang aku punya , ada keluarga, teman , sahabat . termasuk rasa syukur memiliki sora sebagai sahabat yang setia menemaniku....
End