hai namaku kulsum. aku punya beberapa cerita saat melihat dan mendengar sosok yang cukup mengerikan.
saat itu, aku masih lima tahun. aku dan orang tuaku sedang menonton film horor di tv ruang tengah. saat itu sudah tengah malam. entah kenapa saat itu aku tidak bisa tidur. jadi, aku pun menonton bersama orang tuaku. aku tidak ingat judul film yang aku tonton saat itu. yang aku ingat hanya kejadian menakutkan pada saat itu.
aku hanya mengingat bagian yang menakutkan di film itu. salah satunya, saat bagian dua laki-laki sedang berjalan di tengah hutan pada malam hari. tiba-tiba, dibelakang mereka terlihat sosok yang melompat-lompat dari kiri ke kanan. lalu, sosok itu berhenti sebentar dan melihat kedua laki-laki yang tadi, dan sosok itu kembali melompat-lompat. lalu saat kedua laki-laki itu melihat ke belakang. sosok itu sudah hilang.
singkat cerita, dua laki-laki itu pun duduk karna lelah dan sedikit mengobrol. disela-sela obrolan mereka. tiba-tiba, sosok yang melompat-lompat tadi sudah berdiri di belakang mereka.
mereka merasa tidak enak. lalu, saat mereka melihat ke belakang, betapa kagetnya mereka. sosok itu terbungkus kain putih lusuh, mata bolong, dan wajah yang hampir membusuk.
dan saat melihat itu aku langsung menutup wajahku dengan selimut yang memang sengaja aku bawa dari kamar. dan, saat selimutnya kuturunkan. aku tidak mau lagi melihat tv dan lebih memilih melihat ke jendela yang tidak tertutup gordeng. tapi, ada yang aneh. saat aku melihat ke jendela. aku melihat sosok yang sama seperti di tv sedang melompat-lompat di luar jendela.
sosok itu sangat tinggi. hampir setinggi jendela rumahku. aku langsung menutup wajahku lagi dengan selimut. saat selimutnya kubuka lagi. sosok itu masih ada dan semakin melompat-lompat. aku langsung menangis ketakutan. orang tuaku yang kaget melihatku menangis. mereka berusaha menenangkanku dan bertanya.
"nak, kenapa kok, kamu nangis?" tanya papa.
aku pun langsung menunjuk jendela yang masih menampakkan sosok menakutkan itu. orang tuaku yang melihat itu sangat kaget. tidak pikir panjang, papa langsung lari ke luar.
aku yang masih menangis ketakutan segera memeluk mama. tidak lama. aku mendengar suara seperti orang yang sedang berkelahi. entah itu suara dari tv atau di luar rumah. aku tidak tau. mama langsung mematikan tv dan memelukku lebih erat. setelah itu, papa kembali kedalam dan menyuruh kami untuk tidur.
"pah, pocong yang tadi udah gak ada?" tanya mama setelah aku sedikit tenang.
"udah, mah. tadi sama papa udah di usir. ayo, kita tidur sekarang!" kata papa dengan suara yang terdengar gemetar.
setelah itu, kami langsung tidur. aku meminta tidur bersama orang tuaku karna aku masih takut. sejak hari itu. aku tidak mau lagi menonton film horor pada malam hari. dan, itu pertama kalinya aku melihat sosok yang mengerikan.
dua tahun setelahnya, aku yang baru tujuh tahun sedang menginap di rumah sepupu mama yang ada di kota Bandung. saat itu sudah jam tiga sore. aku dan dua sepupu perempuanku sedang bermain kejar-kejaran. kami bertiga bermain di sekitar rumah. suasana saat itu sangat mendung.
beberapa saat kami bermain kejar-kejaran, sampai akhirnya kedua sepupu perempuanku berlari ke arah tangga menuju loteng atas rumah sepupu mamaku. aku pun langsung berlari mengikuti mereka.
mereka sudah sampai di loteng. tinggal aku yang belum dan, saat aku sudah mau sampai loteng. tiba-tiba, aku melihat seorang nenek-nenek yang menatapku dengan mata yang melotot.
nenek itu sangat mengerikan. rambutnya putih panjang dan berantakan, wajahnya sangat pucat. tidak lama setelah melihat nenek-nenek itu. aku pun turun dari tangga dan berlari mencari mamaku yang sedang memasak.
"nak, kenapa muka kamu pucet gitu?" tanya mama saat melihatku berlari menghampirinya.
aku hanya menggeleng kepala dan bilang. "gak apa-apa, mah." aku belum berani menceritakan tentang apa yang tadi aku lihat. sampai kedua sepupuku menghampiriku dan bertanya.
"sum, kenapa kok, nggak ke atas? di atas bagus banget loh," kata salah satu sepupuku.
"tadi aku udah mau ke atas. tapi, aku turun lagi soalnya tadi aku liat ada nenek-nenek yang serem banget di pintu yang mau ke loteng." kataku menjelaskan.
"hah? nenek-nenek? gak ada tuh, kita dari tadi di loteng cuma berdua. kok, kamu jangan bercanda deh." kata sepupuku yang lain.
"ihh.. beneran! aku tadi liat nenek-nenek disitu,"
"sum, kita dari tadi cuma berdua. gak ada yang lain apa lagi nenek-nenek. kamu pasti salah liat!"
"terus yang tadi aku liat itu apa dong?!" tanyaku masih tidak percaya dengan apa yang sepupuku katakan.
mereka cuma mengangkat bahu sambil menggeleng kepala. aku pun terdiam. apakah yang aku lihat tadi itu hantu? tapi ini kan masih sore masa iya ada hantu. pikirku saat itu.
kedua sepupuku yang melihatku terdiam kemudian mengajakku ke atas loteng lagi. tapi, aku menolak. aku takut melihat nenek-nenek yang mengerikan itu lagi.
mereka tetap memaksaku dan berjanji tidak akan meninggalkanku. aku pun akhirnya mau dan pergi ke atas loteng bersama-sama. saat aku dan dua sepupuku sudah di atas loteng, aku memang tidak melihat nenek-nenek yang tadi sempat aku lihat. aku langsung terpesona melihat pemandangan persawahan yang ada di belakang rumah sepupu mama.
terlihat juga hutan yang cukup rindang di ujung persawahan itu. sayangnya aku hanya bisa melihat pemandangan itu sebentar saja karna kami harus turun lagi untuk sholat ashar.
besok siangnya, aku dan mama menaiki bus untuk pulang. di sepanjang perjalanan pikiranku terganggu dengan sosok nenek-nenek yang aku lihat kemaren sore. sebenarnya siapa nenek-nenek yang kemaren sore? pikirku seperti itu.
selanjutnya, saat itu aku sudah berusia sebelas tahun. saat itu sudah jam delapan malam. aku yang belum tidur masih sibuk bermain boneka. lalu, entah kenapa rasanya aku ingin sekali melihat ke jendela depan rumah.
dan saat aku melihat ke jendela depan rumah. aku melihat hal yang sangat mengerikan. aku melihat sesosok perempuan berbaju putih yang sedang duduk di ujung atap rumahku sambil melambaikan tangan padaku.
aku pun langsung berlari ke kamar. membaja doa dan, cepat-cepat untuk segera tidur.
beberapa tahun setelahnya, tepatnya 2016 yang lalu. aku dan teman-temanku sedang ngobrol di rumahku. lalu salah satu temanku bercerita kalau dia sering mendengar suara lekukan pintu di rumahnya. tapi tidak ada orangnya.
teman-temanku yang lain yang mendengar ceritanya sangat penasaran. tapi tidak denganku yang biasa-biasa saja saat mendengar ceritanya itu.
hari berganti malam. waktu sudah menunjukkan pukul 21:05. aku bersiap-siap untuk tidur. tapi, tiba-tiba aku mendengar suara ketukan di samping kamarku. mungkin itu orang tua salah satu temanku yang sedang membetulkan sesuatu. karna kebetulan aku dan temanku tetanggaan.
namun, kejadian itu terus terjadi selama beberapa hari. hingga aku merasa terganggu. "lagi buat apa sih, orang tuanya? sampai sekarang belum selesai-selesai. tapi kenapa selalu malam-malam ya, ngerjainnya." umpatku kesal.
besoknya temanku yang di samping rumah datang untuk bermain. aku pun langsung bertanya apa yang orang tuanya buat di malam hari itu.
"ma, papa kamu lagi bikin apa sih? hampir tiap malem ini aku gak bisa tidur soalnya papa kamu ngetok- ngetok tembok terus."
"nggak tuh, papa aku gak bikin apa-apa. emang kamu dengernya jam berapa?"
"jam sembilan malem. kadang jam sepuluh" jawabku.
"kalau jam segitu aku sekeluarga udah pada tidur, sum."
"masa?! jelas-jelas hampir tiap malem aku denger suara kaya tembok yang di pukul palu. kamu jangan bercanda deh!"
"ihh.., kamu mah, aku nggak bohong, sum. aku sekeluarga udah pada tidur. kalau gak percaya tanya aja sama papa aku" jawabannya membuatku termenung.
"jadi yang selama ini ngetok-ngetok di samping rumahku... apa itu.. hantu?!" teriakku.
gimana menurut kalian? cerita mana yang paling serem? tulis di komentar ya, dan jangan lupa setelah baca tekan tombol likenya. terimakasih sebelumnya:)