"Setan alas..setan gentayangan. Aku bawakan sesembahan untuk kau jadikan mainin," ucap salah satu itu pria bersama nama dua teman wanita dan dan 2 teman prianya.
Tak lama kemudian hembusan angin mulai menerpa di sekitar ruangan yang ada di dalam sekolah.
"Sumpah gue takut, Satrio," ucap seorang wanita bernama Laras.
"Jangan takut, ras. udah kubilang enggak ada yang namanya hantu," jawab Satrio.
"Lo gila ya, hantu itu ada!!" seru vino.
dlDi tengah perdebatan kelima siswa itu, nampak salah satu dari siswa itu menatap jendela yang ada di ruang kelasnya. tatapan mata Hayati menatap jendela kaca yang ada di ruangan tempat mereka. tubuh hayati bergetar, mukanya pucat,
"Aaaa!!" suara teriakan Hayati saat melihat sosok tak kasat mata yang menampakan dirinya di jendela kelas mereka.
"Ngapain lo teriak-teriak, Yati!!" seru Satrio kepada Yati.
"Ada setan!!" seru hayati.
Sesaat kemudian mereka menatap jendela kaca tepat tangan hayati menunjuk.
"Lho gila ya! enggak ada hantu di sini!!" seru Satrio. sesaat kemudian entah apa yang terjadi, tiba-tiba ruangan tempat mereka berada seketika menjadi dingin. jendela kaca yang ada di ruangan itu mulai bergetar sedikit demi sedikit. Hal itu membuat kelima orang itu langsung tersentak.
"Ada apa ini!" seru vino.
"Kakak...mau main.. tidak," ucap sosok pak kacamata yang ada di belakang yang punggung Satrio. Satrio seketika langsung merinding, tatapan mata Satrio langsung melotot dengan kaki yang tidak bisa bergerak sama sekali.
"Aaaa!!!" suara teriakan dari ke-4 siswa. Hayati langsung menarik tubuh Satrio menjauh dari hantu wanita yang berada di punggungnya. seketika kelima siswa itu langsung berlari meninggalkan ruang kelas mereka. mereka berharap hantu wanita itu tidak akan mengejar mereka.
"Hos-hos," suara langkah langkah kaki yang terburu-buru dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Ini semua gara-gara kau, Satrio!!" seru Vino.
"Jangan bertengkar, sebaiknya kita meninggalkan sekolah ini!!" seru Hayati kepada keempat temannya.
"Hi-hi-hi," suara tawa dari hantu wanita itu terus mendekati kelima siswa itu.
"Bagaimana ini!!" seru Hayati.
"Ini semua gara-gara Satrio!!" seru Vino kembali.
"Kita tidak ada waktu untuk saling menyalahkan," jawab Aldi.
"Kita harus segera pergi dari sekolah ini!!" seru Dona. Tak lama kemudian tiba-tiba tubuh donat dimasuki oleh hantu wanita yang ada di sekolah.
"Hahaha.. tidak selayaknya kalian membangun kan kami parah makhluk yang tidak terlihat!!" seru Dona yang sudah kerasukan hantu wanita.
Sesaat kemudian nampak mereka semua sangat terkejut, bahkan salah satu dari mereka ada yang terkencing di celana karena ketakutan.
Tak berapa lama kemudian, nampak cahaya yang bersinar di ruang sebelah.
"Tolong-tolong!!" seru hayati yang meminta tolong. langkah kaki itu semakin terdengar jelas, sesaat kemudian terlihat satpam penjaga sekolah mendatangi kelima siswa itu.
"Apa yang kalian lakukan di tempat ini!!" seru penjaga sekolah.
"Tolong kami!!" seru Hayati.
Penjaga sekolah itu langsung membuka pintu ruangan tempat mereka terkunci.
"Mengapa temanmu seperti itu?" tanya penjaga sekolah.
"Dia kerasukan, pak!" jawab hayati.
"Kalian ini ada-ada saja!" seru penjaga sekolah, sesaat kemudian penjaga sekolah itu membaca sebuah doa dan menarik tubuh Dona.
"Wahai makhluk tak kasat mata, mengapa kau mengganggu Mereka!!" seru penjaga sekolah.
"Aku hanya ingin mereka tahu, bahwa aku ada.. kami ada," jawab hantu wanita.
Setelah itu nampak penjaga sekolah membawa kelima murid itu keluar dari sekolah yang memang terkenal angker.
"Telepon orang tua kalian untuk menjemput di sekolah!!" seru penjaga sekolah. nampak kelima siswa itu langsung menganggukkan kepalanya, "Mungkin itu adalah peringatan bagi kelima siswa itu agar tidak melakukan segala sesuatu yang membahayakan diri mereka sendiri." ucap penjaga sekolah.
Setelah kejadian itu, kelima siswa itu sering melihat parah makhluk-makhluk tak kasat mata. Hal itu membuat mereka tidak berani lagi melakukan sesuatu di sekolah itu.
** tamat **