Tidurr.... Tidur sayang... tidurlah anakku....
Tidurr.... Tidur sayang... tidurlah anakku....
Tidurr.... Tidur sayang... tidurlah anakku....
“Mama, mama belum tidur, tidur yuk dikamar , Kata Damar (Suami Ina).
“Sebentar pa, anak kita tadi menangis, mama tidurkan dia dulu ya baru kekamar lagi, sahut Ina”.
“Hmmm hmmm hmm... tidur anakku sayang...”.
“Hmmm hmmm hmm... tidur anakku sayang...”
Ina kembali menimang nimang boneka perempuan.
“Damar : yasudah, papa temani ya, mama sudah minum obat ?”
“Ina : belum pa, anakkita Sinta dari tadi menangis, mama tidak bisa meninggalkannya.”
“Damar : Yaudah minum ya, besok kita jadwal kontrol ke dokter, biar Sinta papa yg tidurkan yaa. Sekarang mama minum obat lalu tidur”.
“Ina : makasih suamiku, jagain sinta sampai tertidur ya. Sahut Ina sambil memberikan boneka pada suaminya.
***
Kesokan paginya.
“Bii, jangan sinta sebentar ya, saya dan pak damar mau ke dokter teriak Ina”.
“Jangan lupa kasi susu ya bik, tambah Ina lagi”
“Bibi : baik nyonya.”
***
“Dokter : Bagaimana buk ? Sudah merasa nyaman ? Gimana bisa tidur ?”
“Ina : Sudah lumayan dok, anak saya juga sudah mulai tenang, ga sering nangis - nagis lagi.”
“Dokter : Yaaudah, ini lanjutin obatnya yaa. Ibuk bisa tebus obatnya dulu diluar selagi saya periksa pak Damar”.
“Ina : Baik dok, terimakasih banyak yaa.”
***
Ina sudah keluar dari ruang periksa.
“Damar : Bagaimana keadaan istri saya dok ? Dia masih saja berhalusinasi kalau anak kami masih hidup.”
“Sejak anak kami meninggal kecelakaan, setiap malam dia selalu bangun untuk menidurkan boneka yang dianggapnya anak kami.”
“Sampai dimandikan dan diberi susu juga dok. Apakah bisa membaik ?”
“Dokter : Bisa pak, tapi perlahan. Traumatik yang dialami bu Ina sangat besar, jadi kita tidak bisa paksa buat cepat sembuh.
“Damar : baiklah dok. Terimakasih banyak.”
***
Note :
Pak damar sekeluarga kecelakaan parah 3 bulan yang lalu.
Pak damar dan istrinya selamat walaupun terluka, tetapi naas anak mereka satu - satunya yang masi bayi meninggal di tempat karena terjepit kursi mobil.
Sejak saat itu Ina tidak terima kalau anakny meninggal sehingga berhalusinasi kalau boneka yang dimilikinya adalah anaknya.
*Tamat*