Bulan April, dimusim semi. Bunga sakura bermekaran dengan indah di setiap sudut jalan maupun taman. Orang-orang sibuk berswafoto serta piknik di bawah pohon yang sedang berbunga itu. Suasana begitu hangat dikala hari begitu cerah dengan langit biru dihiasi awan putih. Angin sepoi-sepoi sesekali menerpa dan membuat setiap orang merasa makin nyaman dengan keadaan.
Sebuah kain khas piknik dengan corak petak merah putih itu di bentangkan oleh seseorang di bawah salah satu pohon yang bunganya tengah mekar tersebut. Terdapat tas keranjang berisikan makanan serta minuman di bagian tengah kain, Membuat suasana piknik sudah dirasa begitu lengkap.
Suara orang bercakap-cakap terdengar di sekitar taman. Kebahagian orang lain pun sangat terasa sekali. Canda tawa yang menciptakan rasa kebahagian yang besar, menambah musim semi semakin indah dan nyaman untuk di nikmati.
Musim semi identik dengan hal yang berbau kebahagiaan serta keindahan didalamnya. Dari bunga hingga manusia pun akan turut dalam suasana yang di ciptakan tersebut.
Jarum jam yang ada di tangan terus bergerak. Beberapa bunga sudah ada yang terjatuh ke permukaan tanah. Memegang sebuah bunga sakura bewarna merah muda nan indah cukup untuk menenangkan hati. Tepatnya hati salah seorang yang sedang menikmati musim semi tersebut.
Dengan mengenakan pakaian kemeja putih yang rapi beserta dasi pita bewarna hitam diatasnya, dan juga celana panjang bewarna hitam. Lelaki itu memandang ke arah depan sembari meneguk minuman. Banyak orang berada di hadapannya. Dari anak-anak sampai orang tua. Sama seperti dia. Ia juga bagian dari orang tua tersebut. Meski pun rambutnya tidak seputih orang-orang yang dia lihat didepannya.
"Kau tahu? Aku menyukai momen seperti ini. Suasana yang lebih hidup dikala musim berganti ke semi. Dan juga bunga sakura yang bermekaran menambah suasana makin asri dan nyaman untuk dinikmati. Ini kurang lebih sama seperti waktu itu ya? haha."
Terlihat sebuah foto berbingkai dikeluarkan dari tas keranjang tersebut. Sebuah foto seseorang dibalik kaca foto. Lelaki itu memandang ke arah foto yang di pegangnya. Dirinya teringat akan masa lampau. Dimana dia bersama seseorang yang ada didalam foto itu.
Momen masa lampau dari mereka berdua, sejak masih berseragam sekolah, hingga berpakaian formal. Masih teringat dibenaknya semua momen dibawah pohon sakura sampai sekarang ini.
"Aku masih saja merindukan saat-saat itu. Dan aku menyukai setiap hal yang terjadi pada kita. Entah itu canda tawa, atau pun mendengar curhatanmu dikala pulang dari kantor. Itu benar-benar sesuatu yang berharga walau terkesan hal kecil."
Ucapnya seorang diri.
Angin kembali berhembus dan menjatuhkan beberapa bunga sakura dari pohonnya. Salah satu bunga terjatuh di depan mata lelaki tua itu.
"Aku rasa kau juga merindukan hal yang sama sepertiku, Sashi."
Hari mulai menuju petang, lelaki tua itu mulai bergegas pulang. Tetapi sebelum beranjak dari taman, ia menyempatkan diri untuk memandang ke atas langit sekejap.
"Sabarlah Sashi. Hiro akan menyusulmu suatu saat nanti."
Gumam lelaki tua itu di dalam hatinya.
Sashi Nakayama. Tokyo, 10 Tahun silam.
-----SELESAI-----