"Masa lalu adalah kenangan
Masa kini adalah tantangan
Dan hati esok adalah sebuah pengharapan.
"Lupakan yang kemarin walau itu indah.Karena dia masa lalu yang hanya bisa dikenang. Buang jauh kenangan-kenangan yang membuat hati terluka, simpan dengan baik jika itu KENANGAN TERINDAH.
***
Berawal dari seringnya bersama, hingga akhirnya rasa sayang itu ada. Entah lah rasa ini benar atau salah, yang jelas aku tak pernah sekali pun aku memikirkannya.
Sejak kecil aku dan Gavin selalu bersama. Hingga orang selalu bilang dimana ada Aku, disitu pula pasti ada Gavin. Kita bagaikan perangko dan amplop surat yang tak akan pernah terpisahkan.
Namaku Intan Permata Putri, aku biasa dipanggil Intan. Saat ini aku dan Gavin adalah sepasang kekasih yang sangat bahagia. Namun saat hubungan ini di ketahui oleh orang tua kita, saat itu pula kisah cinta ini di uji.
Bertahun-tahun kita menjalin hubungan, hanya sekejap saja semua harus berakhir. Bukan karena tidak saling cinta, tapi karena di dalam darah kita mengalir darah yang sama, hingga orang tua kita melarang untuk bersama.
Intan dan Gavin sudah berpacaran sejak awal SMA. Walaupun beda sekolah Gavin selalu mengantar jemput Intan sekolah. Hingga suatu ketika Gavin pernah begitu marah kepada Intan.
"Hai, sudah lama nunggunya?" tanya Intan sambil naik ke atas motor Gavin.
"Sudah, buruan! sudah sore," ucap Gavin dengan nada tidak seperti biasa.
"Kok tumben ya, bang Gavin nada bicara nya seperti itu, biasanya gak pernah sekasar ini ngomongnya," ujar Intan dalam hati.
Dalam perjalanan pulang tidak ada sepatah kata pun muncul dari Intan maupun Gavin. Sampai di rumah pun, Gavin tetap tak bersuara. Dia yang biasanya mampir ke rumah Intan, hari ini hanya menurunkan saja dan langsung pergi.
"Makasih, Bang! gak mampir dulu," tawar Intan. Tapi Gavin tetap tidak bersuara. Dan langsung pergi begitu saja.
"Assalamu'alaikum, ma.. mama... " teriak Intan memanggil sang mama.
"Waalaikumsalam, eh anak gadis ngomongnya kok pakai teriak-teriak," ucap mama.
"Sebel deh, Ma. Bang Gavin kenapa ya, mulai tadi Intan di cuekin, diajak ngomong juga diam saja." Intan sambil mendudukkan bokong disebalah Mamanya.
"Memang kalian lagi berantem?" tanya Mama.
"Nggak, kita nggak sedang marahan kok," jawab Intan dengan nada lesu.
"Ya sudah, coba datangin dia, tanya baik-baik, siapa tahu dia mau cerita."
Sesudah membersihkan diri, Intan pun berangkat ke rumah Gavin. Sesampainya di sana, dia melihat Gavin sedang asik memainkan gitarnya. Sambil menyanyikan lagu melow seperti suasana hatinya saat ini.
***
"Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
'Kan ku jadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun, takkan mungkin bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah...
***
"Keren, keren." Sambil bertepuk tangan Intan memberikan penilaian.
"Sejak kapan ada di situ? " tanya Gavin dingin.
"Sejak kamu nyanyi tadi, lah." Sambil mendudukkan bokongnya disebelah Gavin.
Keduanya terdiam, tak ada satu pun diantara mereka yang buka suara. Mereka asik dengan pikiran mereka masing-masing.
"Gimana mulai ngomongnya ini? " tanya Intan dalam hati.
Sementara Gavin asik memainkan gitarnya, dengan sedikit cuek ke Intan.
"Bang, boleh tanya nggak?" tanya Intan.
"Hemm," jawab Gavin.
"Abang kenapa sih mulai tadi siang dingin banget ke Intan? Apa aku ada salah, kalau iya bilang saja bang jangan seperti ini." Intan mengusap hidungnya yang mulai berair.
Setelah mendengar penuturan Gavin, Intan bisa memastikan bahwa Gavin sedang cemburu. Karena sing tadi dia melihat Intan sedang bercanda gurau dengan teman laki-laki nya di sekolah, padahal Intan bercandanya tidak sendiri. Ada teman-teman nya yang lain juga disana.
Tanpa mereka berdua sadari, ibunda Gavin ternyata memperhatikan mereka, beliau sangat geram mengetahui hubungan mereka.
"Pantas saja selalu dekat, ternyata mereka pacaran. Dasar anak tidak tau di untung. Sudah tau saudara masih aja pacaran. Tidak ada gadis lain apa selain dia," tukas ibu Gavin dalam hati.
Dan mulai saat itu pula hubungan keduanya di tentang oleh keluarga Gavin. Karena silsilah dalam tradisi Jawa hubungan mereka disebut dadung kepuntir *.
***
Hari ini adalah hari perpisahan mereka disekolah. Setelah ini Intan melanjutkan kuliah di luar kota. Sementara Gavin masih stay di kota ini. Mereka berdua berjanji akan selalu setia satu sama lain. Tapi, entahlah hanya sang waktu yang bisa menjawab.
Setelah perpisahan hari itu mereka berdua pacaran jarak jauh, lebih kerennya LDR. Tiap dua minggu sekali Gavin selalu datang ke kota X, untuk menemui Intan. Walau hanya beberapa jam saja mereka bertemu, tapi kebahagiaan yang mereka rasakan sangat luar biasa.
Pagi ini, jadwal Gavin mengunjungi Intan. Tapi entah kenapa hari ini Gavin tidak datang.
"Sayang, maaf hari ini aku tidak kesana dulu, yah! Dirumah lagi banyak pekerjaan yang membutuhkan tenagaku," ucap Gavin dalam pembicaraan di telpon bersama Intan.
"Iy, tidak apa, " jawab Intan terisak.
"Sudah jangan sedih, nanti aku kesana lagi kalau sudah tidak sibuk," tutur Gavin sebelum akhirnya mengakhiri panggilannya.
Sudah beberapa bulan ini Gavin tidak datang mengunjungi Intan, jangankan berkunjung menelpon pun juga jarang. Itu membuat Intan menjadi curiga.
Intan pun memutuskan untuk pulang mencari tau yang sebenarnya tentang perubahan Gavin. Ternyata apa yang Intan khawatirkan benar adanya. Gavin memiliki hubungan dengan wanita lain, namun yang membuat Intan shok ternyata Gavin sudah bertunang dengan gadis pilihan orang tuannya.
"Bang! Intan tunggu di taman kota sore ini, " pinta Intan di sambungan telponnya.
Keduanya pun sampai di taman kota, Intan segera meminta penjelasan kepada Gavin, ada apa sebenarnya ini.
"Maaf, hubungan kita tidak bisa dilanjut lagi.
" Karena kamu sudah memiliki penggantiku, bukan," sahut Intan.
"Dengarkan aku, Aku selalu dan akan selalu sayang sama kamu, cinta ini hanya untuk mu tidak akan ada yang bisa menggantikannya di hatiku. Kamu satu satunya wanita yang akan selalu ada di hatiku sampai kapanpun.Mungkin raga ini bisa menjadi milik orang lain tapi tidak dengan hatiku. Kamu harus janji, jalani semunya dengan baik, carilah laki-laki yang bisa melindungi mu. Laki-laki yang lebih baik dari aku. Aku juga berat untuk melepaskan semua ini. Tapi demi kita, demi orang tua kita kita harus merelakannya," tegas Gavin.
Intan tidak bisa lagi menjawab, dia hanya bisa terisak dan menangis, Gavin memeluk erat Intan mungkin untuk yang terakhir kali.
Saat memutuskan untuk berpisah, saat itu pula mereka merasa berada di titik paling lemah. Karena cinta dan sayang yang selama ini ada harus dia relakan pergi begitu saja.
"Biarlah kenangan ini menjadi kenangan terindah diantara kita. Ingat hal yang baik- baik saja, jangan pernah mengingat hal buruk tentang kita. Tetap semangat, karena perjalanan hidup kita masih panjang." Gavin berucap sambil terus memeluk erat Intan. Sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah untuk selamanya.
Tamat
* Dadung kepuntir adalah istilah jawa yang artinya tidak boleh menikah karena masih ada ikatan darah. Atau kalau menikah salah satu diantaranya akan sakit-sakitan selama hidupnya.
Tapi entah lah, itu memang ada atau hanya sekedar mitos saja. Lebih jelasnya tanya si Mbah saja.
🥰