"Kamu lagi ngapain?" tanya pak Mamat kepada anak kecil yang ada di di dalam kamarnya.
"Disuruh bapak ambil uang," jawab anak kecil.
"Disuruh bapakmu ambil uang berapa?" tanya pak Mamat.
"pokoknya disuruh ambil uang yang warnanya merah," jawab anak kecil yang ternyata seorang tuyul.
"Lalu bapak mu bilang apa lagi?" tanya pak Mamat.
"Katanya bapak disuruh ambil uang yang banyak, kalau tidak banyak nanti gak boleh pulang," jawab tuyul kecil.
"Memangnya bapakmu wajahnya menyeramkan ya?" tanya pak Mamat.
"Wajah bapak sangat menyeramkan, seperti raja vampir," jawab tuyul kecil.
"Lalu bapakmu sama kamu jelek mana?" tanya pak Mamat.
"Jelek bapakku lah," jawab tuyul kecil.
"Lalu kamu sama bapakmu pintar mana?" tanya pak Mamat lagi.
"Ya pinter aku lah.. kan aku pandai nyolong," jawab Tuyul kecil.
"Berarti bapakmu bodoh dong," ucap pak Mamat sambil menatap tuyul kecil yang sudah mengambil uang di kamarnya.
Memang pak Mamat mempunyai kelebihan bisa melihat para makhluk tak kasat mata.
"Yul.. tuyul, kamu punya nama enggak?" tanya pak Mamat.
"Enggak punya, bapakku enggak ngasih aku nama," jawab tuyul kecil.
"Lalu bapakmu namanya siapa?" tanya pak Mamat.
"Nggak tahu," jawab tuyul.
"Makanya kamu nggak dikasih nama bapakmu, la..wang bapakmu aja namanya nggak tahu," jawab pak Mamat sambil menahan tawanya. "Yul tuyul rumahmu di mana?" tanya pak Mamat lagi.
"Di sono..no," jawab tuyul.
"Di sono mana?" tanya pak Mamat lagi yang mencoba mencari tahu siapa pemilik tuyul kecil ini.
"Pokoknya bapak menurunkan aku di jalan sono, lalu aku di suruh kerumah orang-orang," jawab tuyul.
"Jadi ada nama jalan sono ya, jalan baru ya?" tanya pak Mamat. tuyul terus diajak pak Mamat berbicara agar dia tidak jadi mencuri. Karena saat sinar pagi telah muncul tuyul kecil akan segera kembali kepada pemiliknya.
"Yul..tuyul, kamu makannya apa?" tanya pak Mamat.
"Enggak makan, cuma dikasih mimiknya ibuku," jawab tuyul kecil.
"Minum apa?" tanya pak Mamat lagi.
"Minum susu ibu," jawab tuyul.
"Wah.. kamu besar kok masih minum susu ibu, kalau besar itu minumnya susu sapi," jawab pak Mamat lagi.
"Kata bapak sama Mbah guruku.. aku harus minum susu ibu biar bisa bekerja," jawab tuyul.
"Yul.. tuyul, kamu itu dibohongi mbahmu sama bapakmu kok mau," ucap pak Mamat.
"Kok gitu," jawab tuyul.
"Ya iyalah, kalau mau kerja keras itu makan dulu yang enak. makan ayam panggang, pecel lele, mie ayam, bakso, gurami. baru enak.. ngapain mimik susu ibumu, nggak enak tahu," jawab pak Mamat sambil cengengesan..
Sesaat kemudian nampak tuyul mendekati pak
Mamat.
"Enak nggak makan ayam panggang sama bakso?" tanya tuyul.
"Y..enaklah Yul," jawab pak Mamat.
"Mau.. mau ajak aku beli ayam panggang sama bakso nggak?" tanya Tuyul.
"Boleh.. tapi aku gak mau gendong kamu, aku ajak kamu.. tapi kamu harus masuk ke sini," ucap pak Mamat sambil menunjukkan botol yang sudah diberi doa oleh pak Mamat.
"Ngapain aku masuk ke sana?" tanya tuyul.
"Ya... kalau aku gendong itu berat, kalau kamu masuk ke sini itu ringan. jadi aku nggak capek, kalau aku capek nggak bisa beliin kamu ayam panggang sama bakso," jawab pak Mamat.
Nampak pria yang berumur 50 tahun itu terus mengejar si tuyul agar tidak mencuri di kampung tempat tinggal pak Mamat. Sesaat kemudian nampak tuyul itu terbuai oleh perkataan pak Mamat. sesaat kemudian nampak pak Mamat membuka tutup botol yang di Pegang dan.. 1..2..3.
Akhirnya tuyul itu langsung masuk ke botol yang dipegang pak Mamat.
"Alhamdulillah," ucapan pak mamat berseru saat dia sudah berhasil menangkap tuyul yang selama ini mencuri uang di sekitar kampungnya.
Sesaat kemudian pak Mamat membawa botol yang berisi tuyul itu ke sebuah pondok pesantren untuk di ruqyah dan dikuburkan agar tidak mengganggu para warga.
** Tamat **