Setiap negara memiliki organisasi penyelidiknya sendiri. Entah itu tergabung dalam biro kepolisian ataupun swasta.
Detektif [seseorang yang melakukan penyelidikan terhadap suatu kejahatan]
Tugas mereka adalah melakukan penyelidikan. Selain dua golongan detektif yang biasa kita temui, kepolisian atau swasta, juga terdapat golongan detektif spesial.
Detektif yang menangani kasus-kasus supranatural. Mereka terdapat di berbagai negara dengan identitas bayangan. Hampir seperti intelejen, hanya saja yang mereka 'palsukan' hanya bagian pekerjaan mereka. Kebanyakan digolongkan menjadi 'pegawai swasta'. Yah, tidak buruk juga walau aslinya mereka termasuk pegawai negeri. Catat pegawai negeri spesial yang diperblehkan menggunakan senjata dan wajib memisahkan penggunaan nomor pribadi dan nomor pekerjaan.
***
Bipbipbipbipbipbipbipbipbip....
"―baru saja aku bangun tidur"
Smartphone milik Jay berbunyi ketika pemiliknya baru saja bangun tidur. Sungguh pekerjaan mereka ini tiada henti hampir sama dengan detektif kepolisian. Tadi malam Sunghoon terus saja menyuruh-nyuruh Jay untuk mengerjakan laporan kasusnya. Kau tahu Sunghoon adalah tipe manusia terjadwal yang tidak suka menunda-nunda dan Jay termasuk sebaliknya. Yah bukan hanya Sunghoon sebenarnya, Jungwon juga tidak ada hentinya mengingatkan Jay. Dan tadi malam Jay baru selesai dengan laporannya tapi sudah ada panggilan masuk lagi.
Jay mengangkat panggilan itu,"Halo. Ya dengan Jay, detektif supranatural di sini."
"...."
Seketika wajah Jay pucat,"Apa?! Bagaimana mungkin?"
***
Setelah menjawab panggilan itu, Jay segera berganti baju. Kemeja putih berbahan katun, celana straight fit hitam dan kacamata frame bulat, segera diambilnya. Sesuai dengan motto hidupnya, 'Simple is the best.' Kemudian Jay berkaca sembari merapikan sedikit rambutnya, perfect.
Jay menjalankan mobil listrik biru miliknya, belakangan ini mobil listrik memang sedang famous. Fitur auto-pilot dan subsidi yang ditawarkan oleh Pemerintah Korea Selatan memang benar-benar menggiurkan.
Segera dirinya menuju ke kantor mereka, kantor itu masih satu kompleks dengan gedung kepolisian pusat sebenarnya. Namun berada di sisi paling belakang dekat gudang, letaknya memang sengaja disembunyikan.
***
Jay memakirkan mobilnya di parkiran belakang. Di sana mobil hitam kecil minimalis kesayangan Sunghoon sudah terparkir rapi. Jay pikir dia sedikit terlambat kali ini, semoga Sunghoon tidak menatap sinis dirinya nanti.
***
"Kau terlambat lagi, sobat", suara sarkastik Park Jihoon dari divisi detektif 'biasa' menyambutnya.
Ya, orang yang meneleponnya tadi pagi adalah Park Jihoon. Sebuah kasus limpahan dari divisi detektif 'biasa'. Kawanan rubah yang akhir-akhir ini berkeliaran di sekitar Kota Seoul. Mereka muncul tiba-tiba dan juga menghilang tiba-tiba.
"Ya, ya, terlambat adalah keahlianku."
Di sana Sunghoon dan Jungwon sudah terduduk rapi sambil menatapnya sinis.
"Lanjutkan dulu Jihoon-ssi", Jungwon menyela.
"Okey, jadi ini berkas filenya akan ku letakkan di sini", Jihoon meletakkan sebuah map putih di meja Sunghoon.
"Baik aku lanjutkan. Jelasnya ada kawanan rubah. Kalian tahu rubah sangat tidak mungkin muncul di Seoul. Maksudku itu kawanan, banyak, muncul, tiba-tiba. Lalu hilang begitu saja. Mereka mengacau di sana-sini. Lebih tepatnya merusak beberapa pc bang dan minimarket, dan itu terjadi sudah dua minggu ini"―Jihoon berhenti sejenak untuk membetulkan letak kacamatanya―"Kalian tahu kami sudah berusaha untuk mencari darimana mereka berasal. Kukira itu sebelumnya dari kebun binatang atau semacamnya tapi setelah kami cek cctv nihil kawanan rubah itu benar-benar muncul dan hilang macam arwah saja. atau mungkin memang semacamnya. Okey untuk lebih jelasnya lagi bisa kalian baca di berkas file tadi."
"Uhm, sejujurnya kau berbicara terlalu cepat tapi terima kasih", kata Sunghoon.
Jungwon dan Jay mengangguk-anggukkan kepala.
"Sama-sama. Aku pergi dulu Sunghoon-ssi, Jungwon-ssi. Dan bye sobat!", kata Jihoon sambil melambaikan tangannya dan meninggalkan kantor unit spesial itu.
"Bye tukang julid!"
***
"Hmm... mulai dari mana kita?", Jay memulai percakapan.
"Mulai dari memfotokopi dan membaca file ini dulu tentu saja."
"Ya, benar sekali Inspektur Yang. Akan ku fotokopi dulu", Sunghoon berjalan ke arah mesin fotokopi sambil membawa map putih di tangannya.
"Terima kasih, Asisten Inspektur Park"
Jay melihat mereka berdua, "Oh, ayolah, hanya aku satu-satunya yang masih berstatus petugas polisi 'biasa' di sini. Berhenti menggunakan kepangkatan!"
"Tapi kau yang paling kaya", kata Sunghoon sambil tertawa dari arah mesin fotokopi.
"Hahahaha", Jungwon tertawa.
"Ya, ya, terserah kalian saja."