Saat aku tersadar, aku sudah melihat tubuhku yang lain seperti replika lain diriku. Bedanya, orang di hadapanku ini, benar-benar mengerikan. Dia adalah manusia terburuk yang pernah kutemui.
Tubuhnya penuh dengan luka karena lehernya diikat dengan rantai hingga ia tercekik. Suaranya tak mampu keluar. Tubuhnya nampak kaku, susah untuk digerakkan. Matanya menatap nyalang diriku, meminta pembebasan atas belenggu di tubuhnya. Matanya berwarna merah dan kering, karena air mata yang sudah habis. Jika dia menangis, mungkin saja kali ini yang keluar adalah darah.
Dia melemparkan secarik kertas padaku. Isinya adalah;
'Kau yang membuatku seperti ini. Lepaskan aku, dan biarkan aku pergi jauh darimu.'
Aku bingung, karena aku merasa tidak pernah melakukan hal ini kepadanya. Kulihat setiap detiknya ia semakin merasa kesakitan. Rantai di leher dan tubuhnya bahkan sudah menembus kulitnya. Nafasnya sudah terdengar putus-putus.
Melihat hal mengerikan di hadapanku, akhirnya aku membulatkan tekat. Kuputuskan untuk mengakhiri penderitaan orang di hadapanku ini. Aku pergi memasuki rumah. Mencari pisau tertajam yang pernah ku simpan. Lalu, kuhampiri ia dan kugesekkan pisau tersebut di lehernya. Tepat di urat nadinya. Hanya delapan detik saat paling menyakitkan dalam hidupnya. Lalu, dia akan tenang.
Selesai/end