''Cepat lari!!" seru Maria.
"Dor-dor-dor!!"suara tembakan yang ditujukan kepada para mayat hidup.
"Aaaaa!!!!" suara serangan dari para mayat hidup yang terus mengejar beberapa manusia yang masih selamat.
"Maria, cepat bawah kedua Putra kita!!" seru Jordi kepada istrinya.
"Baik!!" jawab Maria. wanita itu terus membawa lari kedua putranya bersama orang-orang yang yang masih tersisa,
"Kita masuk mobil itu!!" seru Maria.
"Siapa yang akan menjalankan mobil itu!!" seru seorang pria tua.
"Aku yang akan mengemudikannya!!" seru Mikel.
Dor-dor-dor!!!
Maria terus menembak para mayat hidup itu, kali ini Maria lebih memilih menembak di tepat di otak mereka. saat Maria melakukan hal itu.. para mayat hidup itu tidak terbangun lagi.
"Tembak pada otak Mereka!!" seru Maria.
Mikel dan beberapa orang mendengar seruan Maria, mereka langsung menembak tepat di otak mereka.
"Cepat masuk!!" seru Maria yang menyuruh orang-orang masuk ke dalam mobil milik tentara yang sudah meninggal.
"Kita mau ke mana!!" seru Mikel.
"Kita jemput suamiku!" jawab Maria. Akhirnya Mikel berputar haluan untuk menjemput Jordi.
"Jordi!!" seru Maria.
"Maria!!" seru Jordy yang kemudian mengejar mobil milik tentara yang di dikendarai oleh Mikel.
"Cepat masuk!!" seru Maria.
Setelah mereka terbebas dari para mayat hidup, matahari sudah menyingsingkan sinarnya.
"Malam sudah datang, kita akan kemana!!" seru para orang-orang yang masih hidup.
''Kita cari tempat untuk beristirahat dahulu, kita cari POM bensin terdekat untuk mengisi bahan bakar mobil ini," jawab Jordi.
Akhirnya Jordy berpindah ke depan duduk bersama dengan Mikel.
"Bagaimana keadaan istrimu, Mikel?" tanya Jordy kepada Mikel.
"Dia baik-baik saja, dia ada di bunker perusahaan," jawab Michael.
"kita harus menjemputnya!!" seru Jordy.
"Tentu,'' jawab Mikel. akhirnya Mikel beserta yang lain menuju sebuah perusahaan. terlihat di depan perusahaan itu para mayat hidup sudah berkeliaran.
"Tutup mobil ini, jangan sampai ada yang keluar. kalian mengerti!!" seru Jordy kepada mereka.
"Sebentar!!" seru Maria.
"Ada apa, Maria!" seru Jordy.
Akhirnya Maria dan Jordi membisikkan sesuatu kepada Mikel, kalau salah satu diantara orang-orang yang selamat itu telah tergigit parah mayat hidup.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Jordy kepada Maria.
"Kita harus pisahkan mereka dengan yang lain," jawab Mikel.
"Lalu bagaimana dengan Putra kita?" tanya Maria.
"Sebaiknya kita taruh Putra kita di kursi kemudi, karena Putra kita biasanya menggunakan game online mengemudi. jadi kita taruh di sana," Jawab Jordy.
Akhirnya orang-orang yang selamat dan infeksi dipisahkan. Hal itu membuat yang lain menjadi sedih. Mikel, Jordi Dan Maria memasuki sebuah perusahaan yang dipenuhi oleh mayat hidup. Mikel terlihat menelpon istrinya, ternyata istrinya berada di lantai bawah. jadi tidak usah mencari sampai ke lantai atas.
"Dimana istrimu?" tanya Jordi.
"Di ruang bawah sebelah toilet, ternyata di sana ada ruang bawah tanah," jawab Mikel.
Akhirnya ketiga orang itu mencari keberadaan istri dari Mikel.
Dor. dor.. dor.. suara tembakan kembali terdengar saat para mayat hidup itu hendak menyerang ketiga orang itu.
Sesaat kemudian, Mikel, Jordi, Maria sudah sampai di tempat. terlihat di sana Jordi langsung membobol pintu tersebut. ternyata istri dari Mikel selamat beserta Putri bos mereka.
"Kita pergi dari sini!!" seru Mikel.
Dor-dor-dor... suara tembakan terus menggelegar di dalam perusahaan itu, saat mereka hendak menuju mobil itu..di depan mobil mereka sudah dikerumuni oleh ratusan mayat hidup.
"Kita tembak mereka!!" seru Maria.
"Tunggu!!" seru Jordi yang melihat pistol dan senapan laras panjang yang berserakan di luar perusahaan. terlihat itu adalah senapan milik tentara yang sudah tewas.
"Kita gunakan ini!!" seru Jordy. akhirnya suara tembakan itu terus menggelegar di depan perusahaan, Jordi Dan Maria menembaki seluruh para mayat hidup. Mereka ingin kedua putranya selamat saat mereka sudah menghabisi para mayat.
Terlihat kedua Putra mereka selamat, sedangkan suara gebrakan terus terdengar di bagian belakang mobil tentara.
"Kelihatannya orang-orang yang terinfeksi itu sudah menjadi mayat hidup!!" seru Maria.
"Kita buka!" seru Mikel. saat pintu itu terbuka benar yang mereka katakan para orang-orang yang terinfeksi itu sudah menjadi mayat hidup.
Dor!!dor!! dor!! dor!! dor!! dor!!
suara tembakan yang terus menggelegar.
"Kita singkirkan mayat Ini, lalu kita pergi dari sini!!" seru Maria. Setelah itu...akhirnya mereka mencari sebuah tempat untuk mereka berpijak.
"Kita akan kemana?" tanya Mikel.
"Yang aku dengar di sebuah kota yang ada di kota kota x, tempat itu bebas dari para mayat hidup," jawab Jordi.
Akhirnya ke tujuh orang yang masih tersisa itu pergi ke sebuah tempat yang berada di berita.
Sebuah tempat yang katanya tidak ada para mayat hidup yang berkeliaran. sebuah kota yang bisa bernafas tanpa adanya para makhluk mengerikan.
** Tamat **