Pagi itu Vika mengayuh sepedanya ke sekolah, ia terpaksa menaiki sepeda karena ketinggalan bus. Jika Vika menunggu bus selanjutnya maka ia akan telat 30 menit.
"Ayo, lebih cepat Vika" ucapannya dalam hati.
Vika sampai di sekolah tepat saat bel berbunyi, Ia langsung duduk di bangku. Tak lama teman sebangku Vika, yakni Lisa datang dan langsung menyapanya
"Selamat pagi, Vik" kata Lisa.
"Eh, Pagi Lis" jawab Vika. "Tumben kamu berangkat agak siangan?" tanya Vika.
"Iya nih soalnya tadi macet" jawab, Lisa.
Vika dan Lisa adalah dua Sahabat sekaligus bintang kelas. Keduanya selalu menduduki dua besar peringkat saat UTS, UAS atau UKK. Namun Vika dan Lisa memiliki latar belakang yang berbeda. Vika tumbuh besar secara baik-baik, meskipun orang tuanya sering keluar kota untuk berdinas. Sedangkan Lisa tumbuh secara broken home, orang tuanya bercerai dan ia harus tinggal bersama neneknya. Namun nenek Lisa telah tiada saat ia kelas tiga SMP sehingga ia harus tinggal sendirian dan di topang oleh paman dan bibinya yang tinggal di kota besar.
"Eh, Lisa gimana PR ekonomi kamu udah selesai?" tanya Vika.
"Udah kok" jawab Lisa.
"Sebenarnya aku mau tanya nomor 11, tapi kamu aku WA udah tidur ya jadi aku kerjain sebisanya deh" kata Vika.
"Eh, Sorry Vik semalam aku capek banget abis benerin genteng bocor" jawab Lisa.
"Wah, kamu manjat sendiri?" tanya Vika.
"Iya" jawab Lisa.
"Kenapa nggak minta tolong pak Yanto aja?" tanya Vika.
"Pak Yanto lagi pulang kampung sama istrinya katanya ada hajatan, saudaranya ada yang mau nikah" jawab Lisa.
Guru pun masuk dan memulai pembelajaran. Murid di kelas diberi kisi-kisi karena UAS tinggal beberapa minggu. Murid mulai sibuk mencatat.
Saat pulang sekolah Vika mengajak Lisa menginap di rumahnya.
"Eh, Lisa nanti malam temenin yuk, soalnya papa sama Mama mau dinas keluar kota" kata Vika.
"Boleh, kebetulan aku malam ini lagi free" kata Lisa.
Malam harinya Lisa datang ke rumah Vika. Karena malam itu sangat dingin Ia memakai baju sweater ungu. Vika langsung mempersilahkan Lisa masuk
"Eh, masuk Lisa aku udah buatin keripik buat nanti" kata Vika.
"Makasih loh, kamu malah jadi repot" kata Lisa.
"Ah, kamu nih ya enggak kok" kata Vika sambil tertawa kecil.
"Eh, Vika kamu nggak dingin apa pake Jersey sama celana pendek gitu?" tanya Lisa.
"Enggak, disini anget kok" jawab Vika.
Mereka menonton film bersama. Mulai dari film romantis sampai film horor. Namun saat menonton film horor, Lisa mengatakan hal yang seram.
"Wah kurang seru, masak langsung dibunuh gitu?" kata Lisa.
"Emang kenapa?" tanya Vika sambil menoleh ke arah Lisa.
"Ya harusnya di siksa dulu" jawab Lisa.
"Wah kok sereman yang nonton ya" kata Vika dalam hati.
Mereka pun lanjut menonton film dan begadang sampai larut malam.
Beberapa minggu kemudian UAS dimulai dan murid nampak serius belajar setiap sebelum masuk kelas, bahkan saat jam istirahat mereka juga menenteng buku. UAS berlangsung selama satu Minggu. Dan setelah itu sekolah hanya fokus untuk remidial.
Saat pengumuman hasil UAS tiba, dan sangat mengejutkan Lisa harus turun ke peringkat tiga dan Vika tetap di peringkat satu. Peringkat dua di tempati oleh seorang murid bernama Ricko.
"Lisa kamu, kok bisa turun ke peringkat tiga sih?" tanya Vika.
"Aku nggak tau, harusnya aku tuh bisa lebih baik" jawab Lisa dengan raut wajah tertekan.
"Udah Lisa kamu jangan tertekan gitu, kita bisa belajar bareng kan, nanti pasti kamu bisa lebih baik" jawab Vika.
Libur semester tiba, namun di tengah liburan murid sekolah di kejutkan dengan kabar bahwa Ricko ditemukan di tepi danau dengan kondisi luka parah . Vika dan Lisa menjenguk Ricko di rumahnya.
"Ricko, kamu gimana kok bisa jadi begini?" tanya Vika.
"Nggak tau, aku lagi camping, tiba-tiba aku di serang sama orang bertopeng, aku di pukul sama di tendang" jawab Ricko.
"Emang kamu nggak tau siapa yang nyerang?" tanya Lisa.
"Enggak Lisa, dia pakai topeng gitu" jawab Ricko.
"Selain itu aku juga di tempel rokok yang masih nyala trus aku di tusuk, tapi beruntungnya ada orang lewat dekat danau jadi aku selamat" kata Ricko.
"Wah, semoga kamu lekas baikan ya" kata Vika.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Ketika Lisa sampai di rumah ia tersenyum dan merasa lega. Di sisi lain Vika memikirkan apa motif dari upaya pembunuhan Ricko sampai saat ia bermain ke rumah Lisa. Vika menemukan topeng bersimbah darah dan sebuah pisau dapur kotor.
"Lisa, ini kok kayak topeng yang di ceritain Ricko?" tanya Vika.
"Eh enggak kok beda" jawab Lisa.
"Trus ini pisau kenapa kotor?" tanya Vika.
"Itu bukan apa-apa" jawab Lisa.
Lisa bergegas dan mengunci pintu, ia menunjukkan tatapan dingin kepada Vika yang belum pernah ditunjukkannya.
"Eh Lisa kok kamu kunci pintu?" tanya Vika.
"Sorry Vika, kamu udah tau" jawab Lisa.
"Jadi kamu, yang nyelakain Ricko?" tanya Vika.
"Iya, aku nggak rela dia dapat peringkat" jawab Lisa
"Tapi Lisa peringkat tidak menjamin kesuksesan" jawab Vika
Lisa menangis dan berkata "Kamu sudah tau kan aku broken home, tapi kamu nggak tau rasanya sepi, Semenjak masuk SMA, aku harus melakukan semuanya sendiri dan kamu nggak tau kalo aku trauma selalu kena bully dari SD sampai SMP jadi aku harus cari momen buat membalas itu semua"
Lisa mengambil sebuah pisau dan menyayatkan ke tangan Vika.
"Aaaaaaah" jerit Vika.
Lisa lanjut menyayat Vika dengan beberapa sayatan. Itu membuatnya kesakitan.
"Hahahaha enak ya Vika, karena kamu udah tau jadi kamu harus lenyap" kata Lisa
"Lisa, kamu ingin bunuh aku. Tapi ingat satu hal Paman sama Bibi kamu udah percaya sama aku buat ngejagain kamu" kata Vika.
"Kalau kamu bunuh aku sekarang, mungkin nggak ada sahabat yang bakal ngejaga kamu" tambahnya.
Lisa menangis dan menjatuhkan pisaunya. Di saat yang sama Vika mengambil kesempatan untuk kabur. Ia tertatih dan jatuh di tepi jalan raya. Vika di tolong oleh seorang pengendara mobil.
Beberapa minggu kemudian Vika mendatangi Ricko dan menceritakan pelaku penyerangannya adalah Lisa. Selain itu Vika juga menceritakan latar belakang Lisa, hal itu membuat Ricko terharu. Vika dan Ricko datang ke rumah Lisa.
"Lisa, kamu di rumah" Kata Vika sambil mengetuk pintu.
Lisa mengintip dari jendela dan langsung masuk.
"Lisa, kita udah maafin apa yang kamu lakuin" kata Vika
"Malah sebagai sahabat aku nggak tau masalah kamu, mungkin kalau kamu cerita lebih banyak aku bisa bantu" tambahnya
Lisa keluar dan menangis. Sedangkan Ricko menghubungi tantenya yang seorang psikolog.
Mereka masuk ke rumah Vika dan mengobrol.
Beberapa saat kemudian Tante Ricko datang.
Setelah beberapa kali konsultasi, Lisa membaik, ia tidak lagi depresi dan mulai melupakan masa lalunya. Lisa menemui Vika dan Ricko di kelas
"Vika, Ricko sorry ya atas kejadian itu" kata Lisa.
"Iya kita udah maafin, bahkan udah lupain" jawab Vika.
"Iya, aku tahu masalah kamu di masa lalu cukup berat" kata Ricko.
"Eh, sebenarnya aku nungguin kamu loh" kata Vika.
"Ada apa?" tanya Lisa.
"Nih, aku kasih" kata Vika sambil menyodorkan sebuah Jersey Bayern Munchen.
"Eh, ini jersey yang mirip punya kamu" kata Lisa.
"Kita kan sahabat, jadi kadang harus couple dong" kata Vika.
"Wah Makasih Vika" kata Lisa berterima kasih.
Vika dan Lisa kembali bersahabat dan situasi menjadi normal.
TAMAT