MASA LALU
**********
Chena Cassie, nama gadis cantik yang tengah termenung di balkon kamarnya. Menatap langit malam yang hanya menampakkan bulan sabit, tanpa peduli angin malam yang dingin menusuk kulitnya.
"Malam"
Lirihnya tertahan, tanpa disadari air matanya mengalir dengan deras. Seketika ingatannya berputar pada masa lalunya saat mengucap satu kata itu. Kenangan manis yang selalu mampu membuatnya tersenyum. Tapi sebaliknya, hatinya justru menangis mengingat semua itu. Kisahnya dengan pria yang dianggapnya mencintai dirinya tanpa tahu sesungguhnya pria itu hanya mempermainkannya.
Che ingat, dulu pria itulah yang paling mengkhawatirkannya melebihi Bundanya ketika ia terluka dan menjaganya dari laki-laki nakal yang selalu menggodanya. Tapi, sekarang ia tahu sesungguhnya pria itu tidak pernah peduli padanya.
Che sadar sekarang, semuanya hanya masa lalu dimana pria itu tidak pernah jauh darinya barang sedetikpun. Bahkan dimana ada Che disitu ada pria itu, dan di saat-saat itu ia merasa dunia hanya milik mereka berdua. Namun sekarang semuanya terasa semu.
Naufal Andrew, nama pria yang memenuhi hati dan pikirannya. Tanpa memberi ruang sedikitpun untuk yang lain. Kenangan menyakitkan itu terbayang lagi di benaknya, dimana pengkhiatan Andrew kepadanya di saksikan oleh mata kepalanya sendiri, ia hancur seketika, mendengar dengan sangat jelas bagaimana Andrew mengucapkan kata-kata yang benar-benar membuat hatinya retak dan juga pria itu bersama seorang gadis cantik yang tak ia ketahui. Kata-kata itu benar-benar terus menerus berputar diotaknya, Che hancur sehancurnya ketika mengingat tiga kata yang di ucapkan Andrew.
"Aku hanya mempermainkanya."
Wow, tiga kata itu benar-benar telah membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya. Pria itu mengucapkannya tanpa perasaan bersalah sedikutpun. Ia sungguh merasa kasihan kepada dirinya sendiri. Mengapa ia sangat bodoh? Mengapa ia bisa mencintai pria yang sejujurnya tidak pernah mencintainya? Mengapa ia bisa tidak sadar jika pria itu hanya mempermainkannya? Mengapa? Sungguh ia tidak sanggup lagi mendengar perbincangan dua insan itu. Dengan langkah yang pasti, ia mendekati keduanya hingga ia berada tepat dihadapan mereka dengan wajah yang penuh linangan air mata tapi tatapannya datar dan dingin menutupi kekecewaan yang ia rasakan.
Untuk pertama kalinya tatapan itu ia tujukan kepada orang yang sangat ia cintai. Tatapan yang membuat Andrew tegang seketika melihat kekasihnya berada di hadapannya dengan tatapan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya dan sekarang ia mendapatkan tatapan yang membuatnya menjadi orang asing bagi kekasihnya sendiri. Ketika ia akan angkat suara, Che terlebih dahulu mengatakan dua kata yang membuat hatinya terasa di tusuk beribu pisau tajam.
"Kita putus."
Itulah dua kata yang diucapka Che, dan tanpa menunggu jawaban kekasihnya ralat mantan kekasihnya, ia berlari menjauhi Andrew yang menatap kosong kedepan mendengar dua kata itu.
Kenangan itu, kenangan itu yang membuatnya harus menjauh dari kedua orang tuanya. Che tidak ingin orang tuanya tahu bahwa ia tengah hancur sehancurnya hingga saat ini. Padahal dua tahun telah berlalu, tapi ia tidak bisa melupakan semuanya. Malam ini menjadi saksi bisu kepedihan, dimana tak bisa ia pungkiri rasa cintanya itu masih membelenggunya. Tanpa di sadari malam semakin larut dan dingin semakin menusuk kulit seputih kapasnya, hingga ia beranjak masuk ke kamar tak lupa menutup pintu balkon kamarnya. Perlahan ia menghempaskan tubuhnya, matanya mulai menutup pelan dan berharap esoknya ia bisa melupakan "MASA LALU" itu.
"KENAPA KAMU HARUS MASUK KEHATIKU
BILA HANYA UNTUK MENANAMKAN LUKA"-Chena Cassie