"Apa rasa otak ikan mas yang sedang kau makan semenjak tadi?" ucap Sara sambil menunjuk makanan yang disajikan diatas meja oleh koki pribadi kami.
"Otak ikan ini? Hmm.. Nikmat, bahkan sepertinya rasa dagingnya pun tidak terlalu lembut seperti otak ini.." ucapku memberi penjelasan kepada Sara.
"Anne, aku mendengar rumor bahwa ikan mas itu hanya memiliki ingatan selama 3 detik saja, apakah itu benar, Anne?" tanya Sara penasaran..
"Bukankah kau harus lebih memastikan, apakah rumor itu benar atau hanya kabar angin dari peneliti yang malas?" saranku..
"Ahh.. Hehe benar juga.." ucap Sara yang malu-malu seraya menundukan kepalanya.
"Kurasa ikan mas ini lebih cerdas dari kau.." ucapku dingin, sambil menatap Sara.
"Hey! Tidak lucu" ucap Sara kesal.
"Mau tau yang lebih menarik tidak?" pancingku..
"Apa itu?" tanya Sara penasaran..
"Kau tahu otak manusia?" tanyaku..
"Tentu, kenapa?" jawab Sara.
"Otak manusia itu beratnya hanya 1.4 kg saja, tapi bisa berisi seluruh kehidupan satu manusia.. Bukankah itu menarik?" ucapku seraya menaikan satu alisku meyakinkan Sara.
"Akhir-akhir ini aku sedang sibuk bereksperimen mengenai otak ajaib itu" sambungku.
"Apa maksudmu? Bereksperimen dengan otak manusia? Seperti..."
"Ya! Jelas aku perlu manusia untuk penelitianku.. Aku perlu otak manusia sungguhan!" jawabku semangat saat Sara mengetahui apa yang aku pikirkan.
"Sara, dengar. Otak manusia itu terhubung dengan sistem saraf yang rumit, mustahil sekali untuk mengaksesnya" jelasku.
"Aku sedang bereksperimen! Aku sedang berusaha menghubungkan sistem saraf yang rumit itu.." senyumku seraya melihat Sara yang sangat syok mendengar penjelasanku.
"Aku juga mencari cara untuk bagaimana caranya aku mencegah kegagalan setelah transplatasinya selesai" lanjutku..
"Apa kau tau, jika aku berhasil? Hahaha.. Artinya aku punya kuasa untuk mengendalikan kehidupan seseorang"
"Hey Sara.. Bukankah aku bisa setara dengan Tuhan ?"
"Hehehe...."
Hello Readers! Staysafe yaa kalian semua ❤
Perkenalkan aku si "Penulis" dan ini karya aku yang pertama !