cerita ini hanyalah fiksi. murni buah karya saya dan tidak bermaksud menyinggung kepercayaan manapun. jika ada kesamaan nama, tempat, dll semua itu adalah kebetulan. saya mohon maaf jika masih banyak kesalahan atau hal yang tidak berkenan. mohon bantuannya 😇
“Bruuuk”
*suara sebuah benda terjatuh*
Kinanti tidak sengaja menabrak seseorang yang ternyata temannya sendiri yaitu Zerine.
“Hati-hati dong sayang, buku-buku ku kan jatuh semua nih” ucap Zerine orang yang di tabrak Kinanti.
Sambil menahan sakit dan membereskan buku Zerine dia minta maaf
“Maaf deh sayang, aku gak sengaja” ucap Kinanti dengan cengiran dan peace sambil mengangkat tangannya
“apa ini? Paradise ...” sambung Kinanti yang sedang membaca judul buku Zerine yang terjatuh akibat ulahnya.
“Oh, itu buku yang bulan lalu aku beli, kalau kamu tertarik kamu boleh pinjem, Ceritanya bagus loh, tentang cinta terlarang gitu, aku uda selesai baca koq” ujar Zerine basa-basi
“Cinta terlarang .. boleh juga nih, aku pinjem ya” jawab Kinanti girang
Entah sedang memikirkan apa Kinanti langsung mengambil buku itu dan memasukkannya ke dalam tas miliknya dan itu sukses membuat Zerine cengo melihatnya, pasalnya temannya yang satu ini bukanlah tipe anak yang suka baca buku. Zerine shock melihat temannya mau baca buku, tapi Zerine tetap mencoba untuk berpikir positif, siapa tahu temennya ini memang sudah tobat (amin). Mereka pun berjalan berbarengan menuju kelas masing-masing (maklum mahasiswa)
*selesai belajar*
“Apa surga bisa diraih semua orang” kata-kata itu barusan keluar dari mulut Kinanti.
“Kalo dia beriman, bisa” jawab Zerine
“Kamu salah makan ya hari ini, atau habis tabrakan ma tiang listrik dekat rumah” sambung Zerine
“Memang kenapa, gak ada yang aneh dari dandanan aku hari ini” ucap Kinanti sambil berkaca di cermin mungil miliknya
Sepertinya hari ini Kinanti sedang kena sindrom mendadak. Zerine pun menanyakan pada nya ada apa. Kinanti bilang sejak membaca judul buku PARADISE tadi dia jadi agak aneh dikit. Mereka berjalan ke depan gerbang kampus umtuk makan siang sambil cuci mata sih.
Tiba-tiba mata Kinanti tertuju pada mobil Audy warna hitam yang terparkir dekat kampusnya. Keluarlah seorang pria tampan dari mobil itu. Kinanti membuka matanya lebar-lebar, dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
“Zerine gue ketemu ma belahan jiwa gue” bisik Kinanti pada Zerine
“Siapa????” Park Seo Jun atau BTS?” tanya Zerine sambil menyebutkan dua tokoh idola temannya itu
“Ih gue serius coba loe liat de cowok yang keluar dari mobil itu” tunjuk Kinanti pada pria tampan tadi dan Zerine hanya manggut-manggut dan buru-buru menarik Kinanti masuk agar dia tidak gila.
Di dalam café tempet mereka makan ternyata pria itu duduk tepat di kursi belakang Kinanti dan Zerine
Tiba-tiba
“woy, Satria” sapa seorang pria tampan lainnya kepada pria idaman Kinanti, namanya Tirta kepada temannya yang diketahui bernama Satria
“Hai juga” jawab Satria
Kedua cowok cakep ini bercerita dengan asiik, tanpa mereka sadari ada sesosok wanita yang dari tadi menguping dan memperhatikan mereka. Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kinanti, mahasiswi jurusan Sastra Prancis di Universitas Indonesia lalu temannya Zerine adalah mahasiswi jurusan Bisnis Management di Universitas yang sama.
Sedangkan kedua cowok cakep itu, Satria adalah mahasiswa jurusan Digital Music di Universitas Bina Nusantara dan Tirta adalah mahasiswa jurusan Informasi di Universitas yang sama juga.
“Byuuuuuuuur” suara air dari gelas Kinanti tumpah mengenai kemeja Satria
“maaf…maaf, gak sengaja” kata Kinanti panik
Untungnya cowok ini baik hati, dia tidak marah sama sekali malahan dia tersenyum dan bilang tidak apa-apa, itu membuat Kinanti ingin pingsan melihat pesona maut senyumannya. Karna merasa bersalah Kinanti membelikan Satria kemeja.
beberapa menit kemudian dia mencari satria di kampusnya dan memintanya mengganti bajunya. Awalnya Satria menolak tapi karena di paksa cewek setengah stres ini akhirnya dia mau juga.
“Bajunya bagus” kata Satria saat keluar dari toilet.
“Masa sih, itu pilihan darurat, maaf ya” ucap Kinanti yang menunggu Satria berganti baju.
Dia berdiri di depan toilet, mereka ngobrol sambil jalan lalu Satria mengantar Kinanti pulang karna sahabat nya sudah kembali ke kampus karna ada kuliah lagi,
Tirta pun juga sudah get out pulang. Sejak saat itu mereka makin dekat satu sama lain, tanpa mereka sadari sudah sebulan mereka kenal. Tiba2 entah ada angin apa yang menyerang saraf-saraf otak Satria.
“Kinanti” kata Satria serius
“Ada apa” jawab Kinanti penasaran
“Aku rasa ini terlalu mengagetkan mu, maaf sebelumnya. Tapi aku nggak bisa menahan ini terlalu lama, aku suka sama kamu. Mungkin kamu bingung tapi aku serius, selama kita kenal aku merasa nyaman di dekat kamu. Apa kamu juga ngerasa gitu ??” tanya Satria mendalam
“mmm.. Aku.. “ kata Kinanti bingung
“Kalo kamu bingung nggak usah jawab sekarang, aku bisa nunggu koq” jawab Satria
“Aku juga suka sama kamu, Satria” jawab Kinanti pelan. "Apa? Aku gak denger?" Satria iseng. Kinanti mengulangi jawabannya.
Satria pun tersenyum mendengar itu, sejak saat itu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. mereka selalu bersama walaupun di terpa jarak kampus masing-masing yang jauh. Satria selalu menjemput Kinanti dan mereka hang out bareng. Mereka sudah tidak terpisahkan lagi.
“Zerine sayang” teriak Kinanti dari jauh
“Ada apa? masih inget loe ma gue, kirain uda lupa” jawab Zerine menggoda
“Gue gak mungkin lupa ma loe. oia hari ini gue sama Satria mau ke Sungai Buatan. mau ikut gak? kita nongkrong di situ?“ tanya Kinanti berharap
“Gue pengen, tapi gue ada kuliah mpe sore. Maaf ya” jawab Zerine tidak enak
Akhirnya Kinanti pun pergi berdua Satria saja ke Sungai Buatan tersebut karna jarak nya yang lumayan dekat dari kampus Kinanti. mereka memutuskan untuk jalan kaki aja, biar lebih romantis gitu. Haha.
Sesampainya di sungai mereka bermain layaknya anak TK yang belum ketemu air seminggu (aneh) saat sedang asik kejar-kejaran tanpa Satria sadari kalung nya terjatuh. Kinanti mengambil dan kaget melihat kalung kekasihnya itu, dia mulai galau sambil memandangi kalung yang memiliki bandul berbentuk salib ini.
“Dia ... Dia ...” ucap Kinanti pelan
Kinanti tidak berani membayangkan apa yang sebenarnya.
“Beb” panggil Satria kepada kekasihnya yang tiba-tiba terdiam seribu bahasa, Satria menghampiri Kinanti dan bertanya ada apa dengan pacarnya. Kinanti bilang dia tidak apa-apa dan tak lama mereka langsung pulang.
Sesampainya di rumah, Kinanti masih bingung dengan kejadian tadi.
“Bisakah kami bersama” katanya dalam hati
Kinanti adalah seorang muslim, Satria adalah seorang nasrani. Pikiran-pikiran galau kali ini memenuhi pikirannya dan tiba-tiba.
How you like that tereretett tereretettt suara handphone Kinanti berbunyi, ternyata telepon dari Zerine.
“Hallo,” jawab Kinanti dengan suara apa adanya
Mendengar suara sahabatnya yang pasrah itu, Zerine menanyakan keadaannya. lalu Kinanti pun menceritakan kegalauan yang ia alami kepada Zerine dan Zerine menyarankan sesuatu pada sahabatnya itu.
Seminggu selesai pembicaraan itu Kinanti mengajak Satria bertemu lagi di sungai. Saat mereka bertemu.
“Ada apa beb?” tanya Satria sambil tersenyum.
“Aku mau kita piknik atau kita jalan sepuasnya hari ini, mau nggak?” tawar Kinanti
Satria pun menyetujui itu, mereka pergi piknik sambil menikmati pemandangan dan pergi ke kebun binatang. Bagi Satria walaupun mengejutkan tapi hari ini sangat menyenangkan baginya dan tidak terlupakan.
Tidak terasa hari sudah malam. Kinanti ingin menghabiskan malam ini di sungai lagi. Walaupun sedikit bingung kenapa Kinanti ingin ke sana lagi, tapi Satria tetap menurutinya. Mereka duduk di tepi sungai, tiba-tiba Satria mengatakan “beb, hari ini kamu aneh, tapi gak masalah. makasih ya aku senang banget hari ini semoga besok-besok kita bisa kayak gini lagi” ucap Satria senang.
“Satria" panggil Kinanti pelan sambil menatap mata Satria
"aku harap ini cukup!” kata Kinanti pelan sambil tersenyum tipis
“Iya beb. memang cukup untuk hari ini, kan udah malam. Pasti kamu capek, besok kuliah jam berapa?” jawab Satria sembari membelai rambut Kinanti
“Bukan itu” jawab Kinanti lalu mengeluarkan dua buah kalung, satu kalung berbandul salib milik Satria dan satu lagi kalung bergambar Ka’bah milik Kinanti.
Bingung melanda Satria, kenapa kalungnya bisa ada pada Kinanti dan ada apa dengan kalung yang satunya lagi.
“Hubungan kita harus berakhir Satria” ucap Kinanti
"Apa? Kamu kayaknya kecapean de, yuk kita pulang" ucap Satria pura-pura tidak mendengar ucapan Kinanti dan menarik tangannya untuk mengantarnya pulang.
"Aku serius Satria, tolong jangan begini" jawab Kinanti sambil melepaskan tangan Satria.
“Tapi kenapa? kamu punya cowok lain? Atau kamu uda gak sayang lagi sama aku atau kamu uda bosan” tanya Satria bertubi
Kinanti menarik napas dan menjelaskan pada Satria apa maksud dari kalung itu
“Satria, kita berbeda. kamu ini (memberikan kalung salib tadi pada Satria) dan aku ini (memegang erat kalung yang bergambar Ka’bah). Bukan karena aku punya cowok lain, aku sayang banget sama kamu. Aku nyaman di dekat kamu, kamu juga bisa ngertiin aku. tapi aku gak bisa melanjukan hubungan ini, ini prinsip Satria.
Aku tau kamu kaget karena itu aku minta maaf. Aku gak akan ngelupain hari-hari bersama kamu, ini jalan terbaik bagi kita untuk melewati Surga, kita harus jalani kehidupan kita masing-masing. Please believe me, This is the best Satria“ ucap Kinanti sambil menangis.
Pandangan Satria menerawang tidak percaya. Pikirannya kalut, dia ingin berteriak sekeras-kerasnya. Karena tidak tau mau berbuat apa lagi dan semua penjelasan itu benar, Satria dengan sangat terpaksa merelakan hubungan ini berakhir. Tangannya gemetar menghapus air mata di pipi Kinanti
“Kinanti Adinata, kamu harus tau bahwa aku Satria Dave Fredericko sangat mencintaimu. Aku sayang banget sama kamu, I know this is the best for us, tapi tolong aku minta kamu jangan nangis ya. karena aku sayang banget sama kamu” pinta Satria dengan mata berkaca-kaca dan senyum yang dipaksakan. Kinanti mengangguk dengan menahan air matanya.
“PARADISE, THIS IS THE BEST".
Kisah cinta yang manis tersebut berakhir
TAMAT