"Mengapa semua surat-surat ini atas nama ku tanya Ranti kepada Rahmi.
"Aku tidak tahu namanya, kau kira aku ini pembantumu?" jawab Rahmi.
"Lalu bunga-bunga ini Mengapa semuanya atas nama aku?" tanya Ranty yang kebingungan. karena rumah kecil nya sudah dipenuhi begitu banyak surat cinta bahkan bunga yang berjajar di teras rumahnya.
"Apakah kau tahu siapa pengirimnya?" tanya Rahmi.
"Kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu," jawab Ranti.
"Kau itu selalu menjengkelkan saat menjawab," jawab Rahmi.
"Kau itu teman yang sangat menjengkelkan, bisanya cuma numpang di rumahku," jawab Ranti yang jengkel dengan temannya itu.
Sesaat kemudian, nampak Seorang Pria muda Yang ternyata kurir sebuah toko bunga mengantarkan sekotak coklat untuk Ranti.
"Lah ini apa lagi," ucap Ranti yang kebingungan.
"Mohon tanda tangan, Non. karena kalau saya tidak mengantarkan pada Nona saya bisa dipecat," ucap kurir pengantar.
"Pasti pria ini sangat kaya Ranti, bahkan di rumahmu berjajar tanaman hidup, bunga bahkan semua kesukaanmu," ucap Rahmi sambil mengambil kotak besar coklat yang dikirim oleh seseorang.
Satu jam kemudian seorang pria tampan datang ke rumah kecil milik Ranti.
"Siapa dia Ranti?" tanya Rahmi.
"Emang gue tahu," jawab Ranti.
"Apakah kau senang dengan semua hadiah yang aku kirim!!" seru seorang pria tampan yang mendatangi Ranti. terlihat pria itu sangat sombong dan sangat arogan. Bahkan dia telah memperlihatkan semua kekayaan yang dia bawa berupa mobil yang sangat mewah.
"Siapa kau! ngapain di depan rumahku!!" seru Ranti yang sangat jutek.
"Mengapa kau sangat jahat sekali, bahkan calon suamimu yang datang pun kau berkata seperti itu," jawab seorang pria tampan.
Sedangkan seorang gadis lain nampak menatap sosok tampan yang mendatangi sahabatnya itu, Rahmi sangat terpesona dengan sosok pria tampan yang mendatangi temannya itu.
"Kau calon suami siapa?!!" seru Rahmi kepada pria tersebut.
"Aku adalah Davit Malik Syah." calon suami Ranti.
"Benarkah!!" seru Rahmi yang sangat terkejut dengan pernyataan pria yang ada di depannya. sesaat kemudian tatapan mata Rahmi tertuju kepada Ranti.
"Dia adalah pria yang aku tolong 1 tahun yang lalu dalam kecelakaan beruntun, yang pernah aku ceritakan kepadamu," ucap Ranti kepada Rahmi.
Rahmi menatap David dengan tatapan yang penuh harap.
"Seandainya aku yang menolong pria ini, maka akulah yang akan dijadikan istri," guman Rahmi dalam hati.
"aku sudah membuntutimu selama 1 tahun ini, mengapa juga kau belum mampu menerimaku!!" seru David kepada Ranti.
"Kau kira cinta itu Ada tokonya, bisa kau ambil seenak jidakmu itu!!" seru Ranti kepada David.
Tak lama kemudian Ranti menyuruh David untuk pergi dari tempatnya, sedangkan di tempat lain seorang pria yang sangat sakit hati kepada Ranti karena cintanya ditolak. pria itu ingin membalas dendam kepada Ranty.
"Dua hari kemudian.. malam menunjukkan sinarnya, rembulan bersinar bagaikan keindahan yang mengagumkan. Ranti dan Rahmi sedang tertidur di rumah kecil mereka, suara hembusan angin dari kaca jendela yang sedikit terbuka membuat Ranti sangat terlelap.
Sedangkan seorang pria bersama teman wanitanya nampak mereka membawa bensin dan menyiramnya ke rumah Ranti. sepasang manusia hina itu menyalakan korek api dan membakar rumah Ranti. Ranti yang tertidur nampak dia merasakan sesak, matanya terbuka karena tidurnya tidak bisa tenang.
"Mengapa ada asap di tempat ini," ucap Ranti dalam hati sambil membuka matanya.
Sesaat kemudian, nampak di jendela rumahnya terlihat api telah menjalar.
"Rahmi! Rahmi! Rahmi!!" Ranti berteriak kepada teman yang sedang tidur disampingnya. Rahmi membuka matanya terlihat wanita itu juga terkejut karena ada kepulan asap di rumah Ranti.
"Ada apa ini!!" seru Rahmi kepada Ranti.
"Aku tidak tahu!" jawab Ranti.
Ranty dan Rahmi membuka pintu kamarnya kemudian mereka berlari menuju pintu rumah. terlihat pintu itu tidak bisa terbuka.
"Mengapa kau tidak membukanya, Ranti!!" seru Rahmi.
"Ada seseorang yang menguncinya dari luar, Entahlah!!" seru Ranti.
Kedua wanita itu mengalami sesak yang lumayan parah.
"Apakah hari ini kita akan mati!!" seru Rahmi.
"Aku tidak tahu," jawab Ranti.
Nafas mereka berdua seperti di ujung tanduk.
Detik demi akhirnya kedua mata Ranti dan Rahmi mulai terpejam, mereka sudah tidak kuasa menahan sesak yang mendera. Terdengar suara seseorang mendobrak pintu, Ranti mendengar hal itu namun sesak yang dialami seolah membuat matanya tidak bisa terbuka.
"Segera telepon ambulans!!" seru seorang pria.
"Si..apa k..au," seru Ranti yang bersuara parau.
"Kau akan selamat. Aku tidak akan membiarkan kau terluka sedikitpun!!"
Suara pria itu terdengar, Ranti seperti mengenal suara itu. namun lama kelamaan akhirnya Ranti pingsan karena sesak yang dia alami. Entah berapa lama Ranty berada di rumah sakit namun sedikit demi sedikit dia dan Rahmi keadaannya mulai boleh.
Terlihat saat Ranty membuka matanya untuk yang pertama terlihat seorang pria yang bernama David.
"Sedang apa kau disini?" tanya Ranti kepada David.
"Seharusnya aku yang bertanya, apakah kau sudah baikan?" tanya David. Ranty menganggukkan kepalanya, Ranti harus berakhir di rumah sakit untuk waktu yang lama karena Gadis itu mengalami keracunan yang lumayan parah.
Setiap hari David merawat Ranti dengan telaten, pria itu memberikan perhatian kepada Ranti. Entah berapa lama Gadis itu disana, sedikit demi sedikit perasaan cinta itu muncul di hati Ranti untuk David.
"Sebaiknya kau tinggal di rumahku, karena rumahmu sudah terbakar," ucap Davit.
"Kau kira aku ini wanita apaan tinggal di rumah seorang pria," ucap Ranti mencibir kepada David.
"Kau kira aku ini pria apaan membawa wanita ke rumahku dengan seenaknya," Jawab David dengan sangat kesal.
Ranti terdiam sambil menatap wajah David, terlihat David tersinggung dengan perkataan Ranti. tak berapa lama kemudian David mengeluarkan sesuatu untuk Ranty. terlihat disana David menarik tangan Ranty dengan sedikit kesal nya.
"Apa ini!!" seru Ranty kepada David.
"Kita akan menikah 2 hari lagi, jadi kalau kau berada di rumahku tidak akan ada orang yang mencibir mu?" seru David.
"Apa maksudmu, kau tiba-tiba menikahiku," seru Ranti tidak terima.
"Apa kau mau aku tiduri dulu baru ku nikahi," ucap David sambil mendekatkan wajahnya kepada Ranti. nampak Ranti langsung tersentak.
"Masa' kau melamar seorang wanita dengan cara seperti ini?" tanya Ranti kepada David.
"Kau kan tidak punya keluarga aku harus melamarmu kemana?" tanya David. Ranty menganggukkan kepalanya karena benar dia tidak mempunyai keluarga satupun.
Akhirnya Ranti pulang ke rumah David setelah 2 bulan lebih dia berada di rumah sakit. pria itu selalu merawat Ranti dengan sangat telaten,
Dua hari kemudian.. David melakukan apa yang dia katakan, pria itu membawa penghulu beserta saksi-saksi kerumahnya. terlihat Ranti sangat terkejut dengan semua yang diberikan oleh David. namun wanita itu hanya pasrah karena selain dia berhutang nyawa kepada David, di sisi lain Ranty telah mempunyai perasaan cinta kepada pria yang telah membuntutinya selama setahun ini.
Acara pernikahan telah terlaksana, kemudian David menggumumkan pada seluruh penghuni rumahnya kalau wanita yang bersamanya ini adalah satu-satunya wanita yang harus mereka patuhi. Ranti terkejut dengan pernyataan David, namun dia tidak akan mengira kalau cinta yang dimiliki David untuk nya begitu besar. bahkan sebesar sesuatu yang tidak bisa dikatakan oleh Ranti.
Benih-benih cinta yang dipupuk oleh David membuat Ranti tidak bisa mengelak dari cinta yang diberikan oleh David. cinta itu begitu besar sebesar samudra yang tidak ada batasnya.
** END ***