PROLOG
kisah ini berawal dari sebuah ajang pencari bakat,yaitu bakat bernyanyi. seseorang gadis bernama klaudia bertemu dengan peria yang belum ia kenal namun sudah terlanjur memikat hatinya
sekarang klaudia dan bila sedang berada di sebuah cafe, kalok boleh kalian tau bila adalah teman masa kecilnya klaudia. mereka selalu bersama tetapi tidak untuk sekolah SMU
ya tentu mereka berbeda sekolah karena sebuah alasan bukan?
"ya ampun! bil itu kan cowok yang kemarin satu camp sama gue,itu loh yang gue ceritain! "
pekik klaudia kegirangan, klaudia menepuk-nepik punda bila, menatap seorang peria yang sedang memesan
mata bila mengalih mengikuti arah klaudia keningnya berkerut dan melihat peria yang klaudia ceritakan
"dimas?" tanyak bila begitu ia mengetahui wajah peria itu
klaudia memegang kedua pipi bila, membuat wajah bila menatapnya, klaudia membulatkan matanya sempurna
"what! loe loe kenal sama dia? jadi namanya siapa tadi? "
tanyak klaudia sembarang menepuk pipi bila
"ish lepasin dulu"
nabila menepis tangan klaudia
"namanya dimas, emang kenapa sih? "
ungkap bila yang kembali menatap peria yang disebut dimas itu
"dia itu yang gue ceritain bila! dia cowok yang menurut gue memikat" ungkap klaudia yang antusias
"haah!! " bila terkejut apa yang baru saja sahabatnya katakan ingin menelan meja dan kursi cafe ini:v
"jadi cowok yang loe ceritain ke gue itu.... "
klaudia menganggu manthap
"lo sadar! dia itu gak pantas buat loe!
bila meraih pipi klaudia dan menepuk² nya
"akhh! " lo bukan nya dukung"
umpat klaudia sembari melipat kedua tangan nya
"tapi tunggu dulu deh, gue mau minta nomor headphone nya dulu, bye bila"
klaudia berangkat dari sana sedangkan bila mengambil buku menu, ia menutup wajah nya dengan buku menu itu
ia tau apa yang terjadi jika klaudia telah jatuh cinta
"hy nama loe dimas kan? "
dengan pede tingkat dewanya klaudia tersenyum dan menjalurkan tangan nya kepada peria itu
peria bernama dimas melirik kepada klaudia datar, kemudia ia kembali fokus dengan smartphone nya yang berada di genggamanya
"ish minta nomor hp donk"
klaudia menyimpan hpnya di samping lengan dimas
dimas beranjak berdiri ia berniat untuk pergi saja dari sana dan benar saja peria dingin itu melalui klaudia begitu saja
klaudia menghentakan kaki nya detik berikutnya, ia berlari mengejar dimas "dimas! klaudia suka sama dimas, kenapa dimas gak ngomong sama klaudia?"
klaudia menarik baju dimas
"minta nomor hp nya dulu ya! "
dengan tingkat kepedeannya klaudia menjulurkan hpnya
dimas menghela napas kasar
"GAK BISA! "
jawabanya sangat amat singkat ia pun berlalu setelah menerima beberapa kantung kresek
bersambung
PARK 1
dimas minta no hp nya donk seruan itu berasal dari seorang gadis sebut saja CLAUDIA
kini claudia dihadapan dimas! pria yang menjadi idola diskolah SMU merah putih sekarang
dimas berada di kantin sekolah nya tentu saja ia tidak sendiri di sana ia duduk di tengah jeree dan aldi sahabat dimas
"loe anak baru? "
tanyak aldi dia memang orang yang suka bertanya
"iyee kali! loe pindahan dari mana? "
tanyak jeree ia suka ikut campur jika aldi bertanyak
" kenali nama aku claudia, aku pindahan dari SMU garuda, aku pindah kesini karena mau menemui pacar aku! dimas"
dengan pedenya claudia menjalurkan tangan kanannya
aldi dan jeree terbelalak
"yang bener loe, loe pacar dimas?
tanyak kedua nya serentak lantas aldi dan jeree pun menatap dimas
"bukan" jawab dimas datar dan sedikit kesal
"jeree" jeree menjabat tangan claudia
"aldi" aldi pun menjabat tangan claudia
"salam kenal yah"
claudia melepas genggaman tangannya dengan aldi tatapanya kembali ke dimas
"dimas mana? ayo ish minta nomor headphone dimas"
minta claudia sambil menjulurkan tangannya
"ENGGAK! "
jawab dimas datar ia memilih beranjak berdiri dari sana meninggalkan tiga orang itu tanpa sepatah kata selain ENGGAK
claudia mencibikan bibirnya
"kalian! claudia pergi dulu yah, jangan lupa bayarin makanan dimas"
ungkap claudia seakan tidak punya dosa
aldi dan jeree saling melirik apa yang di ucapkan oleh gadis baru itu? mereka harus bayar makanan dimas?
"loe aja! "
"ya elo lah"
"loe lah"
"elo"
"lo"
****
"dimas! dimas tungguin claudia dong! dimas bisa pelan pelan kan?"
teriak claudia dengan kejauhan namun dimas tidak mengubris sama sekali
"STOP IT! dimas mau kemana sih buru buru banget capek tau claudia ngejer dimas"
claudia menghadang tubuh dimas dengan merentangkan ke dua tangan nya
dimas mencoba untuk diam saja ia mencoba berjalan kearah kiri namun gadis itu menghalangi jalannya
"minggir!"
kata dimas datar
"ish minta no hp dulu! nanti claudia bakalan mingggir kok! "
claudia pun menjulurkan hp nya
"GAK! "
"ish dimas gak kasian apa claudia itu capek capek tau harus pindah kesini! claudia rela pindah kesini juga demi dimas! "
oceh claudia
dimas sedikit mengubris ia memilih sedikit mendorong tangan claudia memberinya jalan untuk pergi meninggalkan gadis bawel itu
***
"aduh bil! sumpah kalok dekat kayak gitu muka nya makin ganteng tau gak"
puji claudia
"masa? muka datar gitu kok dianggap ganteng sih? iya si cool cuma dinginnya minta ampun! "
ungkap bila menggeleng
"hush! dia itu langka tau"
claudia menyenggol lengan bila
"dia suka apa sih? gue mau ngasi sesuatu" bisik claudia
"loe pacarnya dimas? "
tiba tiba saja seorang siswa datang dan langsung bertanyak kepada claudia, bila terbelalak apa yang claudia lakukan sebenarnya?
"iya kenapa? loe tau dimas suka sama apa? kasi tau gue donk kan gue sama dimas LDR" jelas claudia
"oh dimas itu suka sma novel gitu, kalok soal makanan dia paling suka sama sandwich"
jelas siswa itu
"oh thank yeah, pokonya kalok lo tau info apa apa tentang dimas kasi tau gue, kan gue pacar dimas"
ucap claudia sambil menaik turunkan alisnya
"oke"
sepeninggalan siswa itu, bila menelan berat ludahnya ia menoleh dengan berat untuk melihat claudia
"loe pac.... "
"pacar dimas resmi"
claudia menjabat tangan bila
"elo gilak? dia itu cowok terdingin di sini? lo suka sama dia? " tanyak bila
"yaiya lah, udah lah udah kesebar luar juga kalok gue macar dimas mahk! "
dengan santainya claudia tersenyum
"haah?"
***
"pj pj pj pj donk! yang jadian gak bilang" goda jeree
"lepas deh masa aktif jomblo loe" timpa aldi yang ikut campur
"dia bukan pacar gua! " kata dimas datar
"selamat ya dimas"
"langgeng yeah"
"cewek loe cakep kok! "
begitulah ucapan teman dimas saat mendengar kabar tentang hubungan tidak jelas itu
dimas diam saja, sikap nya yang terlampau dingin memang membuat semua orang tidak berani mendekati dimas namun sejak ada gadis itu teman teman dimas jadi lebih berani untuk berbicara kepadanya
" besok nonton yuk" ajak claudia
kini claudia berjalan beriringan dengan dimas mereka berbeda kelas namun dengan cepatnya claudia berlari untuk menemui dimas
" GAK" tolak dimas dengan dingin
" kenapa dimas ada urusan? yaudah gpp deh tapi nanti lusa harus mau yah? "
pinta claudia
"ENGGAK! "
tolak dimas lagi
" ish dimas mau dong kan dimas pacarnya claudia ehh ralat maksudnya calon pacar"
ungkap claudia cengengesan
"gak bakal!"
claudia mencibikan bibirnya
"dimas ayo dong? dimas suka gak sam claudia? "
tanyak claudia teramat polos
"GAK! "
"oh oke " claudia pun memilih berjalan dengan dimas, dia menundukan kepalanya
"SEKARANG!? "
tanyak claudia dengan nada tinggi, sepontan saja membuat dimas meloncat dari sana
"sekarang dimas udah suka belum? "
dimas tetap dengan ekspresi wajahnya ia tidak mengubris perkataan dari gadis bawel itu
walau pun sebenarnya ia sedang kesal akibat claudia mengejutkannya barusan
"ish terus kapan dong dimas sukanya sma claudia? "tanyak claudia sembrangi menghalangi tubuh dimas
dimas memutar malas bola matanya
ia mendorong lengan claudia memberi jalan untuknya pergi
claudia menghentakan kaki nya
"dimas ish kapan bakalan suka sama claudia? "
teriak claudia
dimas menggeleng heran mengapa ada gadis seperti dia di dunia ini gadis yang tidak tahu MALU!
bersambung