Aku suka memandang hujan. Entah kenapa hujan memberikan efek ketenangan hati unttukku. Mungkin setiap kali turun hujan memoriku tentang 'si makhluk manis, dan keren' yang pernah aku temui kembali terkuak.
Dia adalah Rian, cowok keren, jago basket, jago karate, manis yang duduk di kelas XII IPA 3, bersebelahan dengan kelasku. Aku mengenal Rian secara tak sengaja.
Waktu itu mendung sudah di ujung tanduk tinggal menunggu hembusan angin untuk menurunkan butiran butiran air ke bumi. Aku baru selesai membaca buku di perpustakaan sehingga tak sadar langit mulai menghitam. Aku nekat untuk tetap pulang karena takut kehabisan angkot dan benar saja tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Aku berteduh seraya mencoba mengeringkan bajuku yang telah basah kuyup.
Lima belas menit kemudian hujan belum juga reda. Kulihat seorang cowok berlari ke arahku. Baju dan celana nya basah, bahkan tas yang ia gunakan untuk perlindungan terakhir juga tak luput dari guyuran hujan. Ia berdiri di sebelah ku sambil mengibaskan baju seragam nya. sekali sekali ia melihatku dan tersenyum.
"Aneh banget nih cowok" gumamku dalam hati
"kita senasib ya?" tanyanya kepadaku
Aku masih tak berani menatap wajahnya secara langsung dan aku hanya mengangguk sebagai tanda bahwa aku membenarkan pernyataannya.
"Tak usah takut begitu, aku tak akan mengganggu mu kok. Kamu tau aku sangat senang memandang hujan, kau tau kenapa" Rian berkata
aku menggeleng
"karena hujan memiliki beribu misteri” Rian berkata
aku mengernyitkan dahi. Apa lagi maksudnya?, hujan mengandung misteri?, bukannya hujan itu mengandung air ya" gumamku dalam hati
"kau suka hujan" Rian berkata
"nggak, aku tak suka hujan karena bikin semua aktivitasku terhambat, lihat saja sore ini seharusnya aku sudah berada dirumah. tapi karena hujan turun aku masih terperangkap disini bersama cowok aneh" aku berkata dan aku langsung menutup mulutku, tak sengaja kalimat terakhir. Aku pikir pasti cowok itu marah tapi yang ku dengar hanya tawa renyah nya.
"tak apa, pemikiran setiap orang berbeda, oh ya aku belum tahu nama mu?, seperti nya kita seangkatan ya?, aku sering melihat mu disekolah?" tanyanya Rian kepada ku
"ia kita satu angkatan, namaku ECA" aku berkata
"hmm...namaku RIAN", Rian berkata
"ok juga", balasku. Rian tersenyum dan memandangku. orangnya yang manis saat tersenyum rasanya aku ingin menciumnya dan aku akui mulai detik itu aku mulai menyukai nya. Rian telah membuatku terpesona kepadanya.
"mau pulang bareng", tawarnya
aku sedikit ragu
"seperti nya akan membutuhkan waktu lama jika kita terus menunggu sampai hujan reda" Rian berkata
"jadi hujan hujan nan" tanyaku
Rian mengangguk penuh keyakinan
"ayolah nikmatilah air hujan ini" Rian berkata dan Rian langsung berlari ke tengah hujan, menari nari seperti layaknya anak kecil yang baru dibelikan mainan
"hei!aku ikut" aku berkata dan Rian mengandeng tanganku
Sejak pertemuan itu aku dan Rian berteman akrab. Rian ternyata pribadi yang baik, enak diajak curhat, lucu dan yang paling aku sukai darinya adalah sikapnya yang penuh perhatian. Seringkali akhir pekan aku habiskan bersama Rian hanya sekedar jalan-jalan atau pesta berbeque bareng Rian di kebun rumah Rian yang luas.
Kedekatan kami ternyata mendapat sorotan dari teman temanku di sekolah. Rian yang notabene cowok idola cewek cewek di kelas nya sering menjadi bahan pembicaraan. Mau tak mau aku harus terkena gosip memiliki hubungan lebih dari sekadar teman dengan cowok yang keren itu. Awalnya kami adem ayem menghadapi gosip yang ngga benar itu tapi lama kelamaan telinga ini rasanya panas juga karena setiap aku dan Rian duduk bareng, ledekan demi ledekan mulai menerpa kami, mulai dari siulan, tepuk tangan sampai celetukan celetukan yang ngga jelas. teman teman cowok Rian juga sering meninggalkan kami di berdua di bangku taman sekolah. Hanya berdua, dan itu rasanya aneh banget.
Sekarang aku bersama sahabat ku di kantin sekolah karena Rian main basket bareng sahabat nya
"Minggu ini kita mau jalan jalan kemana?" tanyaku pada keempat sahabat ku yaitu Lena, Disa, Erin dan Amel. Setiap akhir pekan sebelum aku dekat dengan Rian kami berlima sering hang-out bareng
"loh bukannya kamu udah dibooking tuh sama si Rian", Disa berkata
aku nyengir dan aku berkata, "maaf deh kalau akhir akhir ini aku jarang banget hang-out bareng kalian, tapi Minggu ini aku janji deh bakal hang-out bareng lagi"
"jadi selama ini kamu kencan ya sama Rian?" pertanyaan Erin kembali mengusikku. Kupandangi wajah wajah penuh tanya keempat sahabat ku.
"kalau jadian bilang bilang dong kita juga pengen ngerayain kebahagiaan kamu juga kan?" Lena mengering nakal kepada ku. Aku rasa mukaku langsung merah
"ciee... ada yang lagi jatuh cinta nih;" ledek Lena lagi. Kucubit lengan Lena. Malu banget rasanya.
"emmm. Kalian pasti takut aku bakal lupa sama kalian ya?" tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan
"tentu saja, kamu kan teman kita yang paling baik" jawaban Erin seperti nya tak dapat dipercaya. Huh ada yang berubah dengan sahabat sahabat ku, terutama Amel dari tadi hanya diam biasanya Amel paling cerewet dari kita berempat.
"kamu tuh cewek yang paling beruntung bisa dekat sama Rian" Disa berkata
"kenapa" tanyaku penasaran
"karena dari kelas X Amel sudah suka sama Rian" Disa berkata. Degg jawaban Disa membuat hatiku bergetar, kenapa aku nggak tau perasaan sahabatku sendiri?, ah kasian Amel ia telah salah paham dengan semua ini.
~
"kamu kenapa sih dari tadi siang bengong melulu?" tanya Rian seraya memberikan sekaleng es kopi. Ia aku sekarang ada di kafe sama Rian
"lagi sakit ia? atau lagi dateng tamu bulanan?" tanyanya lagi
Aku menggeleng. Rian mengelus kepalaku lembut
Ah, nyaman sekali didekat Rian. Seperti nya aku ingin memiliki Rian!Tapi apakah aku bisa menaklukan hatimu?, dan apakah aku bisa menaklukan hati Amel agar rela mengizinkan aku untuk bersamamu?, aku sebenarnya benci berada di posisi seperti ini, posisi yang menyebalkan karena harus berbagi perasaan cinta dengan sahabat sendiri.
"an kau tahu apa yang akan terjadi besok?, saat teman teman tahu kalau kita lagi berdua dikafe ini, just you and me?, pasti gosip tentang kita berdua akan heboh" tanyaku. Rian memandangku
"jangan liatin aku kayak gitu!"protesku
"kenapa?" tanyanya dengan muka innocent andalan nya.
"malu tau....." jawabku.
Rian terkekeh
"aku suka dengan semua ini" ucapnya kemudian
"apa maksudmu" tanyaku bingung
"aku menyukaimu ca" tepat di depan mataku ia mengucapkan kalimat itu. Dan aku memandang wajah Rian. Jantungku berdegup kencang dan yang paling aku benci di saat saat seperti ini otak dan hatiku tak bisa bekerja sama secara maksimal dan hasilnya aku hanya bisa diam menanggapi pernyataan Rian.
Aku tak pernah menyangka hari itu adalah hari terakhir aku bertemu langsung dengan Rian. Kalimat 'Aku menyukai mu ca' yang dilontarkan Rian juga adalah kalimat terakhir yang ia ucapku langsung kepada ku.
Aku sungguh menyesali sikapku yang hanya bisa diam saat Rian mengucapkan kalimat paling manis itu. Keesokan harinya Rian mengirim e-mail.
to :ecakucute@gmail.com
from :rianitusangatmanis@gmail.com
subject : maafin aku
Hai CIA apa kabar? setelah sore itu aku benar benar tak bisa tidur karena terlalu memikirkan apa yang aku katakan padamu, apakah kamu juga merasakan demikian?, jujur aku benar malu sama kamu. Aku mungkin cowok yang paling konyol yang pernah kamu temui. Tapi aku benar benar menyukaimu. Maafin aku ya karena aku tak bisa berpamitan langsung denganmu. Malam itu setelah kita pulang dari kafe, papa langsung memintaku untuk mengemasi pakaian. Ternyata kakek ku telah meninggal karena sakit keras dan kami sekeluarga harus pergi kerumah nenek kakek. Aku akan tinggal di sana selama 5 tahun. Aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan yang telah kau berikan kepadaku. Memilki teman seperti mu adalah anugerah terindah dalam hidupku. I LOVE YOU
~
Hujan di luar belum juga reda. Butiran butiran air hujan mengalir membasahi kaca tepat didepan kursiku. Cafe yang aku masuki cukup sepi. Ku habiskan cappucino late. Dingin....
Sambil bikin story Instagramku aku iseng membuka emailku. Aku kembali teringat dengan e-mail seminggu yang lalu
To : ecakucute@gmail.com
from :rianitusangatmanis@gmail.com
(no subject)
Temui aku di coffae shop at 03.30 p.m
with love
~
Apa pun yang aku lakukan untuk menghapus memoriku 'si makhluk manis dan keren' itu malah menjadi bumerang bagiku untuk terus mengingat saat saat manis bersama nya. Aku juga telah berkali kali mencoba mencari tambatan hati lain tapi aku tetap tak bisa melupakannya. Aku tak seperti Amel yang begitu saja melupakan Rian ketika tau Rian telah pindah ke luar negeri. Ia seperti tak pernah mengenal Rian , langsung saja pdkt dengan beberapa cowok cakep di sekolah. Jadi buat apa dulu aku memikirkan nya hati Amel?, buat apa aku hanya terdiam saat Rian mengucapkan kalima manis itu?
"aku menyukaimu ca, dan sampai sekarang aku masih menyukaimu,"
Aku menoleh mendengar kata kata itu, dan 'si manis' itu telah berdiri di belakang ku. Ia membawa bunga mawar merah bertulis 'I LOVE YOU CA,
"jadi apa jawabanmu?" tanyanya
"untuk apa?" tanyaku yang masih terpana dengan penampilan Rian yang terlihat dewasa dan lebih keren
"untuk kalimat manis itu", Rian berkata sambil tersenyum lebar.
Aku tau ia menyembunyikan kecemasan luar biasa dari perkataan nya
"tunggu, bagaimana kau tahu..." aku bingung kenapa Rian bisa tahu tentang kalimat 'paling manis itu' itu?
"dari story Instagrammu, kau tak menyadari kalau aku mengikuti mu di Instagram mu itu, dan setiap hari kau membuat story, saat itu kau membuat story dengan kata 'aku menunggu mu cowok yang pernah mengucapkan kalimat paling manis itu' ". Rian berkata
Aku terdiam tak menyangka selama ini Rian telah melihat story ku yang puluhan curhatku.
"menurut ku 5 tahun itu waktu yang lama untuk memikirkan jawaban dari kalimat itu" ucap Rian
"sebenarnya aku lebih suka seperti ini an" jawabku
"maksudmu?" tanya Rian
"aku lebih suka saat kau mengatakan kalimat paling manis itu, dan aku ingin kau mengatakan itu selalu untuk ku" aku berkata dan Rian tersenyum pada ku. Ia lalu duduk di depanku kemudian raih tanganku ke dalam genggamannya.
"kau masih saja polos seperti dulu ca, tentu saja aku akan melakukan itu sebanyak mungkin kamu minta" Rian berkata
"ok lakukan sekarang" aku berkata
"aku menyukaimu ca"
Ahhh kalimat itu terdengar lebih manis dari yang dulu
"untuk sekarang dan selamanya," katanya sok puitis
"sampai kita putus" ralatku
Rian manyun dan berkata "ok sampai kita putus karena maut yang memisahkan kita" ucapnya dan ia tertawa menampilkan deretan giginya yang putih dan bersih.
Aku mengacak acak rambut nya, ia pun balas mengacak acak rambut ku.
"tunggu!, aku belum sekalipun mendengar mu mengatakan kalimat paling manis itu untukku" ujar Rian
"aku menyukaimu an" ucap ku dan kami tertawa di tengah guyuran hujan kembali membawa kami berdua dalam kebersamaan yang menyenangkan aku sekarang sama seperti Rian yang suka memandang hujan
~TAMAT~
Maaf ya kalau cerita nya garing dan kurang seru...maklum pemula yang suka like dan komen ya..kalau nggak suka skip aja...dan terimakasih sudah mampir🤗🙏