Hyein berjalan sendiri di sekitar taman. Lebih tepat nya salah satu taman di daerah Seoul, Korea Selatan. Langit mulai menguning. Musim gugur juga baru saja datang kemarin. Entah mengapa taman begitu sepi. Sepertinya orang-orang lebih memilih untuk berbagi kebersamaan bersama keluarga mereka di rumah. Tapi tidak dengan Hyein. Hyein hanya seorang gadis yang tumbuh besar sendiri di Seoul.
Hyein duduk di salah satu bangku taman. Ia menatap burung-burung yang beterbangan dengan indah nya. Hingga, sebuah suara menyadarkan nya dari lamunan sesaat nya itu.
"Permisi.."
Seorang pria berdiri dengan sopan di samping Hyein.
"Boleh aku duduk di sana..?"
Pria itu menunjuk tempat kosong di sebelah Hyein. Hyein menoleh ke sekitar nya. Ah aneh sekali.. Kemana bangku-bangku taman yang lain? Tidak mungkin kan mereka lari?
"Ah iya silahkan.." - Hyein
Pria tadi segera duduk di tempat kosong yang ada di sebelah Hyein. Hyein duduk dengan canggung sedangkan pria tadi hanya duduk santai sambil menulis sesuatu di notebook nya.
"Bukankah pemandangan ini indah?"
"Iya.. aku paling suka melihat daun-daun berjatuhan di musim gugur ini.. mereka terlihat indah.." - Hyein
"Daun-daun itu juga memiliki begitu banyak makna"
"Makna?" - Hyein
"Iya. Bayangkan saja pohon itu adalah kita dan daun-daun itu adalah kesalahan yang telah kita perbuat selama ini. Satu persatu daun berjatuhan.. Pohon itu tak mengambil lagi atau menarik daun itu kembali, kan? Mereka hanya membiarkan daun-daun itu pergi lalu mereka akan terus melanjutkan proses mekar mereka.. Sama seperti kita. Satu persatu kesalahan kita akan terlupakan.. Kita tak perlu mengingat kembali kesalahan-kesalahan yang sudah terlupakan itu. Kita tetap harus melanjutkan proses kehidupan kita tanpa memikirkan kesalahan-kesalahan yang sudah lalu.."
Hyein hanya terdiam sambil memikirkan kembali kata-kata pria tersebut.
"Ah maaf.. kata-kata itu tiba-tiba muncul begitu saja di pikiran ku.."
"Ah tak apa.. aku bahkan tak memikirkan sampai sejauh itu.. ah iya, siapa nama mu?" - Hyein
"Namjoon.. Kim Namjoon" - Namjoon
"Sungguh? Nama mu sama seperti leader BTS itu.." - Hyein
"Itu.. itu memang aku.." - Namjoon
Hyein tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah pria di samping nya itu. Tunggu, bagaimana Hyein tak menyadari ini sedari tadi? Ini sungguh Namjoon? Pria yang duduk di sebelah nya?
Tiba-tiba sebuah suara dari jauh menyadarkan mu kembali.
"Namjoon! Ayo berangkat!"
"Iya manajer, sebentar!" - Namjoon
Namjoon merapikan notebook dan pulpen nya.
"Ah iya, siapa nama mu?" - Namjoon
"Hyein.." - Hyein
"Ah.. salam kenal, hyein ssi. Aku harus segera kembali, sampai jumpa!" - Namjoon
Namjoon segera berlari menghampiri manajer dan teman-teman nya.
Hyein menyandarkan tubuh nya ke sandaran bangku taman. Ia mengingat lagi kata-kata Namjoon.
"Satu persatu kesalahan kita akan terlupakan.. Kita tak perlu mengingat kembali kesalahan-kesalahan yang sudah terlupakan itu. Kita tetap harus melanjutkan proses kehidupan kita tanpa memikirkan kesalahan-kesalahan yang sudah lalu.."
Hyein tersenyum kecil dan memejamkan kedua mata nya.
"Hari yang indah.."
. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ THE END _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ .
By: aq ada