" Jangan' Aku mohon" Pinta Ulfa.
Dikin yang tidak terima atas perjodohan Ulfa dengan Pria yang tak di cintai Ulfa.
Dikin merasa bahwa perjodohan adalah hal yang salah. Sehingga dia ingin melampiaskan pada Pria yang di Jodohkan dengan Ulfa.
" Aku cowok kamu' Aku tak mau kamu manikah dengan Pria lain" Ucap Dikin marah.
Sebenarnya Ulfa sudah meminta Dikin untuk melamarnya. Tapi Dikin mengatakan belum siap.
Keluarga Ulfa tak pernah tahu bahwa Ulfa telah punya Pacar. Dan mencarikan Pria untuk Ulfa.
Ulfa di beri tahu bahwa dia sudah di Jodohkan dengan seorang Pria. Ulfa begitu kaget karna Dia sendiri tidak tahu siapa Pria itu. Hal ini juga yang membuatnya bercerita pada Dikin.
" Aku tak mau membuat Orang tuaku kecewa Dikin" Jawab Ulfa.
Dikin tak percaya atas jawaban Ulfa. Baginya dia adalah pacarnya. Bila Ulfa tak ingin menyakiti keluarganya tapi jelas Dia menyakiti hatinya.
" Aku akan hadang Cowo itu di jalan" Ucap Dikin Geram.
Dikin berencana untuk memberi pelajaran cowok tersebut untuk menjauhi Ulfa. Baginya Ulfa adalah miliknya.
" Tidak bisa' kata mama Cowok itu kesini bawa mobil" Balas Ulfa.
Hah. Dikin kaget' Dia merasa saingannya berkelas seperti itu. Tapi tak mungkin bagi Dikin gentar.
" Aku tetap akan memberi Pria itu peringatan" Ucap Dikin yakin.
Bagi Dikin. Tidak ada yang perlu di takuti' Dikin terkenal akan Cowok yang berani di kampungnya. Dia terkenal memiliki banyak teman. Orang yang sering berurusan dengan Dikin semuanya di libas.
Dikin bisa di katakan Preman di kampungnya.
Dia Pria yang tengil dan juga belagu.
Dikin bekerja sebagai Cleaning Service.
" Nanti kamu kabari aku kalau Pria Itu ke rumah kamu" Ucap Dikin.
Hari berikutnya Dikin berencana menghadang Pria pengganggu pacarnya itu.
" Kita habisi saja" Kata Umar.
Dikin mengajak teman-temannya untuk memberi pelajaran pada Pria itu.
" Gue ingin cuman ngasih pelajaran doang" Kata Dikin sambil menghisap Rokoknya.
Di hati Dikin' Pria itu salah berurusan dengan Orang.
Pria yang terlalu berani ganggu pacarnya.
Di malam hari Ulfa tak ingin menemui Pria itu.
Pertama Ulfa tak suka perjodohan Pria yang tak Ulfa kenal.
Kedua baginya Hanya Dikin Pria yang pantas untuknya.
" Temui dulu" Kata Ibu Ulfa.
Ulfa tak bergeming. Ulfa tetap kekeh untuk tak menemui Pria tersebut.
Ibunya pergi meninggalkan Ulfa. Karna anak gadisnya ini susah sekali di suruh keluar.
Ulfa kemudian mengirimkan chat ke Dikin.
Karna Dikin memberi tahu Ulfa akan memberikan pelajaran bagi Pria itu.
Ulfa juga menginginkan Pria itu tak datang lagi ke rumahnya. Apalagi dengan rencana perjodohan' Ulfa tak menginginkan sama sekali.
Pria itu pulang.
Di tengah jalan' Dikin dan keronconya menunggu mobil Pria itu.
" Bentar lagi paling lewat" Ucap Dikin.
Ulfa mengChat bahwa Pria itu suda keluar dari Rumahnya. Karna Ulfa mendengar suara Mobil di nyalakan.
" Ok Bos" Balas Tamsin.
mereka menunggu di tempat sepi. Rencana ini lebih masuk akal agar tidak mengundang keributan juga dari warga.
Mereka membawa alat Pukul biasa. Seperti balok Papan. Tujuannya untuk membuat gentar saja.
" Tuh mobilnya" Kata Jayeng.
inilah yang mereka tunggu.
Mereka bersepuluh orang itu berencana ingin mengeroyok Pria itu.
Mobil itu melambat karna di hadang gerombolan Dikin.
Dikin memukul depan mobil.
" Turun!! Perintahnya.
Dikin cukup lama menunggu. Pintu mobil itu tak terbuka.
" Turun" Teriaknya marah.
Dia merasa jengkel. Tidak ada Orang yang berani selama ini padanya. Gaya tengilnya amat benar-benar bikin muak.
Pintu mobil terbuka. Pria itu berdiri di depan Dikin. Dikin terkesima dengan Pria Itu. Dia Pria yang tampan. memakai setelan jas dan sepatu Pentofel mengkilap. Dikin tak bisa bicara apapun di depan Pria itu.
Dikin bingung. Tapi tanpa di sadari sebuah Bogem mentah menghantam wajahnya.
Teman-teman Dikin kaget.
Dikin terjerembab atas Pukulan itu.
Ketika ingin berdiri. Pria itu menginjak kepala Dikin.
Teman-teman Dikin merasa ngeri. Mungkin selama ini mereka merasa Preman. Tapi realitanya mereka hanya adu mulut belum pernah sekalipun bertarung nyata.
Pria itu menendang kepala Dikin. Dikin tak percaya ada manusia sekejam itu. Apalagi sesama manusia. Tendangan keras itu menghantam hidung dan mulut Dikin. Hingga mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya. Pria itu kemudian menghantam perutnya membuat Dikin merasakan sakit luar biasa di perutnya.
Teman-teman Dikin tak percaya. Ini kekejaman manusia yang bisa mereka lihat secara langsung.
Kemudian Pria itu menendang kemaluan Dikin dan meninggalkannya.
Teman-teman Dikin membawa Preman teraniaya itu pulang.
Kabar Dikin di Dzholimi Pria tersebut terdengar Ulfa. Ulfa tak percaya Dikin yang bermulut besar itu di perlakukan seperti binatang.
Tapi sayangnya hal ini juga yang memicu keluarga Dikin meminta pertanggung jawaban dari Keluarga Ulfa. Karna keadaan Dikin yang Bonyok dan mengetahui bahwa Pria tersebut dari rumah keluarga Ulfa.
Malam itu keluarga Dikin ke rumah keluarga Ulfa tapi Keluarga Ulfa juga meminta penjelasan kenapa Dikin bisa di Aniaya Pria tersebut.
Untungnya Pria itu datang malam itu.
Pria menatap Dikin. Dikin ngeri melihat Pria itu.
" Sebenarnya Ulfa dan saya pacaran" Jelas Dikin.
Dikin berencana supaya perjodohan Pria itu dengan Ulfa gagal.
" Serius ? Tanya Bapak Ulfa.
Sebenarnya bagi Bapak Ulfa tak ada keinginan sekali mempunyai mantu model Dikin.
" Kamu serius Sodikin? Ulang Bapak Ulfa.
Dikin hanya mengangguk.
Ulfa belum keluar kamarnya tapi saat Dikin mengatakan bahwa dia pacarnya Ulfa maka merasa inilah kesempatan dia keluar.
" Jadi kamu cemburu gitu ? Kata Bapak Dikin.
Masalah ini sebenarnya ingin di selesaikan secara keluarga.
Pria itu hanya diam.
" Sebaiknya tanya Ulfa langsung" Kata ibu Ulfa.
Ulfa menunggu kesempatan ini. Dia ingin keluar dan mengatakan bahwa Dikin itu memang pacarnya. Dikin yang mukanya lebam akibat di hajar kemarin terlihat makin tak jelas saja wajahnya.
Ibu Ulfa mamanggil Ulfa untuk keluar. Dan Ulfa siap memang untuk keluar.
Tapi saat dia keluar kamar. Ulfa hanya bisa diam.
Hal itu bukan karna iba melihat wajah hancur dan lebam Dikin. Tapi terkejut melihat Pria yang sedang Duduk.
Ulfa seperti terhipnotis Pria tersebut.
" Ulfa apa kamu benar punya hubungan dengan Dikin ? Tanya bapak Ulfa.
Mata Ulfa hanya ingin menatap Pria itu. Sentuhan setelan Jas yang Pria itu pakai sangat sempurna.
Bagi Ulfa bagaimana ada Pria seperti ini.
Tapi Ulfa ingat bahwa Pria ini yang kemarin dia tolak untuk bertemu dengannya.
" Bukan" Jawab Ulfa.
Ulfa terhipnotis dengan Pria yang sekarang sedang duduk diam.
Pria itu adalah Pria Tampan di Novel Cinta Konyol.