Hari ini, Sayaka sedang berjalan membuntuti sepasang manusia di depannya. Itu rutinitasnya setiap hari. Rupanya dia suka salah satu di antaranya.
Suatu hari, hujan turun dengan deras. Sialnya, Sayaka lupa membawa payungnya. Sayaka terpaksa menunggu di depan koridor loker sepatu.
Sengaja menghitung kancing untuk menentukan pilihan antara lari menerobos hujan atau menunggu hujan reda.
Di situ ada Shiki, cowok kelas sebelah, salah satu manusia yang sering Sayaka buntuti.
"Ano, Yamamoto-san?", Sayaka memanggil Shiki dengan nama marganya. Mereka memang tidak dekat.
Shiki menengok,"Ya?"
"Takayuki... Ke mana?", tanya Sayaka.
"Eh?", Shiki terlihat bingung dan malah berlari masuk ke dalam.
Sayaka terkekeh pelan melihat Shiki. Dia tahu jika Shiki sudah putus dengan Takayuki. Ya! Kesempatan besar untuk Sayaka.
Mengapa?
Sayaka, gadis berambut cokelat pendek itu, sudah mencintai Takayuki sejak SMP.
Takayuki si kapten tim sepakbola cowok di SMA nya.
"Hujan hari ini tidak seburuk itu!", teriak Sayaka sambil melempar salah satu kancing seragamnya.
Dia lalu berlari menerobos hujan.