Hari ini hari Jum'at, 2 April 2021. Kejadian lima tahun silam terulang. Dimana hari itu aku dan adik ku ditinggalkan dirumah oleh kedua orangtua ku karena kakek dari ibu dan ayahku masuk rumah sakit.
Bedanya, waktu itu aku tak mengerti apa-apa tentang penyakitnya tapi hari ini, malam ini, setelah sholat isya' mereka mengantarkan kakek dari ibu ke rumah sakit dan aku tahu apa penyakitnya.Walaupun ada sedikit firasat buruk yang kutahu, aku tak memberi tahu mereka agar mereka tidak bertambah khawatir. Rasanya aku salah akan keputusanku. Karena apa?
Karena...
Sesampainya disana, apa yang terjadi? Kakek ku harus opname. Dan ibuku dia harus menjaganya disana. Karena ayahku besok harus bekerja, beliau pulang malam ini. Dan itu semua terjadi karena si pecundang pengangguran itu. Siapa dia? Dia adik dan adik ipar ibuku.
Kenapa kakek bisa masuk rumah sakit?
Karena mereka tidak memberinya makanan yang layak dan menjadikannya pembantu dirumahnya sendiri. Aku ingin sekali cepat menjadi besar, punya banyak uang, dan bukti kejahatan yang mulai ku cari sedikit demi sedikit dari sekarang untuk menjebloskan mereka ke penjara. Huft... rasanya akan lama sekali bukan? Menjadi besar dan punya banyak uang?
Apa kau tahu, apa yang membuatku marah?
Waktu itu, dua keluarga ku sakit baik dari pihak ibu maupun ayah. Apakah mereka merencanakan nya? aku pun tidak tahu, yang pasti itu takdir ku untuk menjadikan ku seorang yang kuat, tangguh, sabar, dan bertanggung jawab. Yang pasti mereka sakit diwaktu yang bersamaan dan menyebabkan orangtuaku sibuk dengan orangtua masing-masing yang harus dijaga, sampai-sampai kami diabaikan oleh mereka.
Mereka mengabaikan kami yang masih kecil. Membiarkan kami mau apa, bagaimana, dan seperti apa kondisi kami. Mereka tak menghiraukan nya, karena tadi, sibuk melayani orangtua masing-masing. Rasanya dulu, aku sudah tak tahan dengan perlakuan mereka. Tapi aku tak boleh menunjukkan kelemahanku pada orang lain, terutama adikku. Aku selalu berpura-pura kuat dihadapan adikku, tapi ketika dia sudah tidur aku selalu menangis merindukan kasih sayang mereka. Rasanya, kami sudah tak berarti bagi mereka, kami seperti anak terlantar. Kadang-kadang pulang pergi sekolah jalan kaki dan tak punya uang saku.
Ingin sekali aku berteriak karena perlakuan mereka pada kami. Sebenarnya, seberapa berharganya kami? Aku tahu jika aku bukan putri kandung kalian, setidaknya pikirkan bagaimana nasib putri kandung kalian. Gara-gara kejadian itu, adikku berubah drastis yang dulunya penyayang, ramah, ceria menjadi keras kepala, suka membentak, dan bermain tangan. Huft... rasanya aku sudah gagal dalam mendidik adikku.
Kau tahu kejadian apa yang ku maksud? Sewaktu aku kecil selalu saja disuguhi dengan pertanyaan tetanggaku yang bahkan aku tak tahu apa jawabannya. Waktu itu, ibuku menitipkan kami pada adiknya. Dia sangat kejam, memperlakukan kami semena-mena menyuruh itu ini sana sini dll.
Bahkan yang kebih menyakitkan waktu kami kelaparan. Karena celenganku kubuka aku mengambil uang sepuluh ribu rupiah untuk membeli sate yang lewat didepan rumah. Ketika pedagang berhenti dan sudah membungkuskan sate pesanan kami tadi. Bulek (adik ibuku) merebut nya dari tangan kecil ku, alhasil aku kalah karena hanya cukup membeli seporsi sate dengan uang tadi... aku mencoba menenangkan adikku karena sate kami dirampas. Awalnya pedagang sate mau memberikan gratis pada kami, aku menolak secara halus karena aku berpikir aku bukanlah orang yang meminta belas kasihan orang lain.
Semenjak kejadian itu dan yang lainnya, adikku sangat benci, benci, benci pada bulek.Karena kami disakiti secara fisik dan mental karena kebenciannya pada ayahku. Kenapa setiap kebencian orang tua berimbas pada anaknya?. Untung saja waktu itu aku belum membencinya.
Malam ini, menjadi malam yang sulit untuk ku dan adikku, kami sama-sama tidak bisa tidur. Bagaimana kami bisa tidur nyenyak dikondisi seperti ini? Apalagi covid-19 telah menelan banyak korban jiwa.
Semoga dengan menuliskan ini, beban pikiran ku sedikit berkurang. Semoga ibu sehat selalu dan kakek juga bisa pulang dari rumah sakit. Mohon do'anya ya teman-teman....
Tapi karena kejadian itu terulang kembali, kebencian ku padanya mulai tumbuh. Dan jika sesuatu terjadi pada ibuku karena kesalahnnya aku tidak akan pernah memaafkannya sampai masuk keliang lahat.
☜☆☞Aku bukanlah orang yang mudah marah tanpa sebab, dan aku bukanlah orang yang mudah memaafkan karena alasan yang tak membuatku percaya.
☜☆☞Jangan pernah salahkan takdir!
♥♥♥Jika kalian berada diposisiku, apa yang akan kalian lakukan kepada orang tua dan bulek juga suaminya?
♡♡♡Jika orang tua pasti aku memaafkannya, dan jika mereka entahlah hanya waktu yang bisa menjawabnya.
♥♡♥♡♥ Disini siapa yang paling bersalah? Aku, orang tuaku, pecundang pengangguran, atau adikku?
♥♥♥Apakah aku harus membuka kedok busuknya terhadap ibuku?
♡♡♡Ah itu tidak mungkin, karena itu aibnya.
Bagi yang bertanda "♥♡♥♡♥" kalian bisa bantu aku mencari jawabannya, dengan tulis dikolom komentar agar bisa memecahkan masalah ya...😉
2421, 23:43
df_f