Pertemuan keduanya terjadi saat menonton tawuran bola antara Kampung.
Romlah begitu terpesona akan senyuman Nuryani.
Tapi Sayangnya cinta mereka tidak mudah karna mereka adalah suporter yang berbeda.
Romlah yang selalu mendukung kampungnya harus berani melawan perasaan Cinta terdalam pada Nuryani.
"'kita tak akan mungkin bersama' karna kita berbeda dukungan" Ucap Romlah.
Nuryani merasakan sakit yang amat sangat karna perbedaan dukungan.
" Romlah' Aku tahu kita beda Dukungan' Tapi jangan menjadikan pemisah cinta kita berdua" Balas Nuryani.
Perasaan cinta Romlah pada Nuryani pun tak kalah hebatnya dengan perasaan Nuryani pada Romlah.
" Aku tahu Nuryani' Aku tahu. Tapi apa kamu merasa itu adil? itu tak adil" Balas Romlah lirih.
Romlah berlari meninggalkan Nuryani.
" Romlah' Romlaah" teriak Nuryani
Tapi Romlah terus berlari' begitu getirnya hati Romlah atas perbedaan yang kejam ini.
" Romlah" Ucap Nuryani dengan lirih.
Perpisahan itu terlalu menyakitkan .
Romlah tersungkur di tempat tidurnya dan mengutuki kejamnya perbedaan itu.
Kenapa itu harus terjadi ?
Bila andaikata mereka satu dukungan' akan mudah menyatukan cinta mereka berdua' Tapi mereka jauh berseberangan.
" Nuryani mengapa kisah cinta kita begitu kejam" lirih Romlah sambil menangis.
Di sisi lain juga Nuryani menangis tanpa air mata.
"Ouh Romlah Kenapa ini begitu kejam" tangis Nuryani dalam diam.
Nuryani kembali bertemu dengan Romlah setelah satu minggu terlewati.
Mereka bertemu dalam Final kampung mereka.
Nuryani melihat Romlah bersorak untuk kampungnya.
" Romlah Aku ingin berbicara denganmu" Pinta Nuryani.
Nuryani memberanikan diri untuk mendatangi Romlah.
" Cukup Nuryani' Cukup" Ucap Romlah.
Romlah berada di garis lapangan Bola.
" Berikan Aku sedikit waktu Romlah' Ku mohon" Harap Nuryani.
Hal itu mungkin akan bisa memantik luka Romlah yang seminggu ini hanya menangis.
Romlah hanya diam. Tapi Wasit jengkel melihat ulah mereka berdua.
" Romlah Kumohon padamu" Ucap Nuryani.
Romlah sulit berkata-kata.
Tapi Udin yang duduk di belakang Romlah jengkel karna tak bisa menikmati pertandingan karna terhalang Dua sejoli ini.
" Woy' pacaranya di belakang aja sih" Udin sewot karna pertama dia terhalang Romlah. sekarang ada Nuryani.
Padahal Udin berencana untuk menonton Pertandingan Final antar kampung malah nasib sial Udin harus menonton drama cinta Romlah dan Nuryani.
" Pindah aja sana" Ucap Romlah menyemprot Udin.
Tapi Penonton pertandingan itu begitu penuh. Mustahil Udin akan mendapatkan tempat lagi.
Sebenarnya Udin hanya mengharapkan mereka duduk. itu saja.
" Romlah Aku tak bisa meninggalkanmu' tidak akan bisa" Kata Nuryani teguh.
Romlah merasakan hati yang amat getir. Tapi Udin merasakan jengkel yang amat sangat.
"Aku juga tak mampu Nuryani. Tapi kita tak mungkin bersama" Balas Romlah.
Dua insan itu benar-benar saling mencintai dan saling ingin memiliki. Tapi Udin tak peduli' Dia hanya ingin menonton bola.
" Romlah' Tiada hari aku tanpa memikarkanmu. Dan di hatiku hanya ada kamu" Kata Nuryani dalam.
Romlah menghembuskan nafas panjang.
" Nuryani' Aku pun sama. Tanpa sedetikpun Aku bisa menghilangkan bayangmu. Aku tak pernah bisa " Balas Romlah.
Udin tidak perduli bisa atau tidak bisa. Keinginan Udin hanya ingin nonton bola.
" Romlah Aku tidak ingin ini berakhir' Aku sangat mencintaimu Romlah" Ucap Nuryani.
Romlah merasakan cintanya pun sama.
Tapi Udin tidak merasakan apapun. Udin hanya ingin nonton bola.
" Aku juga Nuryani' Bagiku tanpamu hampa Nuryani" Balas Romlah lirih.
Cinta mereka begitu kuat sehingga perpisahan amatlah menyakitkan.
" Aku hanya ingin kita bersama Romlah" Kata Nuryani.
Cinta memang tidak memandang Perbedaan.
" Oh Nuryani" Ucap Romlah lirih bahagia.
" Romlah" Sambung Nuryani sambil menatap Romlah.
Udin hanya jengkel. Udin hanya ingin menonton Bola.
TAMAT