Pagi itu Eka sedang berangkat sekolah bersama dengan Rara sahabatnya. Sembari berjalan menyusuri lorong kelas yang biasa dilewati, eka bertanya kepada rara.
“Ra, menurut kamu tipe cewek idaman Arya itu kaya mana sih?”Sambil tersenyum lalu Rarapun menjawab.
“Gimana ya? Setahu aku sih tipenya Arya sih tidak ribet-ribet amat. Karena dia lebih suka dengan cewek yang natural gitu.”
“Hmm begitu ya, dia gak suka cewek yang hobinya dandan berarti ya Ra” Sambut Eka bersamaan dengan wajah yang semakin kegirangan.
“Ya kira-kira begitu lah.”
“Terus bagaimana dong agar wajah tetep cantik walaupun nggak pake make up?” Tanya Eka kembali.
“Coba saja kamu pakai masker dari bengkoang kemudian scrub dari gula pasir supaya bibirnya merah merona gitu” Jawab Rara.
“Wah iya bener itu, nanti malam akan ku coba deh Ra”
Selang beberapa hari Eka selalu mencoba ide yang sudah diberikan Rara. Eka pun begitu senang dikarenakan wajahnya lama kelamaan sudah mulai tampak lebih cerah dan semakin berseri. Bekas jerawat yang pada awalnya tampak jelas pun telah mulai menghilang.
Masker Bengkoang dan juga Scrub gula pasir bagi wajah dan juga bibir pun tidak pernah lupa dia pakai mengingat seminggu lagi akan ada acara pensi.
Pastinya pada acara itu Eka akan ketemu dengan arya dan dia harus tampil sangat cantik dan juga harus mempesona supaya menarik perhatian Arya. yaitu Lelaki idamannya.
Kejujuran itu sangat susah untuk dilakukan, tetapi dibalik kejujuran itu terdapat kebahagiaan yang sangat indah sekali. Sama dengan ceritaku kali ini, pada dahulu kala saat saya masih duduk dibangku SD belum paham apa itu kejujuran.
Sehingga pilihan untuk berbuat berbohong dan juga jujur itu masih banyak sekali yang terjadi di saat mengalami tes Ujian Nasional di SD.
Pada saat itu tes sedang diadakan dan banyak sekali temanku yang mencontek sampai akhirnya temanku sedang berdialog padaku“ Sil kamu ingin nyontek tidak? Saya sudah membawa contekan nih” ucap temanku kemudian membagikan sebuah kertas kecil yang isinya contekan.“ Boleh juga” ucapku kemudian menerima kertas itu.
Dulu pada saat tes itu saya tak begitu mengetahui soal mukjizat dari sebuah kejujuran.
Aktivitas menyontek ini akan kulakukan cuman di satu pelajaran, yakni matematika yang tak begitu kupahami materinya.
Sampai pada akhirnya pengumuman kelulusan akhirnya datang, diriku dan juga sahabat begitu sangat tegang dikala menunggu hasil tes tersebut. Dan pada waktu itu Kepala Sekolah sudah berkata kalau semua siswa lulus dan kami seluruh sangatlah bahagia, pada saat ini cuma menunggu nilai dari hasil tes saja.
Setelah satu bulan lamanya Ijazahpun kuterima pada kala itu saya sudah duduk di bangku SMP. Nyatanya nilai Matematikaku pun kurang baik, diriku cuma mendapatkan nilai 4, 0 sebaliknya nilai pelajaran yang lain besar.
Dikala itu akupun merenung, bernostalgia pada saat saya tes dan baru ingat dulu ku mencontek pada saat tes mata pelajaran Matematika sesudah itu hasil dari mencontek itu saya menemukan nilai yang kurang baik dan juga mata pelajaran yang lain dimana yang saya kerjakan menggunakan kemampuanku untuk mencapai hasil yang sangat baik.
Perihal itu selalu kuterapkan dikala tes SMP. Pada saat diriku niatkan untuk selalu jujur dalam mengerjakan soal-soal tes Nasional pada kali ini dikarenakan saya tak ingin mengulangi perbuatanku dulu di waktu SD.
Kali ini modul yang telah kupelajari dan yang sudah dianjurkan oleh guruku di kelas semua keluar. Tanganku menuliskan jawaban di lember LJK dengan sangat tenang dan tanpa keraguan. Sampai pada akhirnya penerapan tes telah berakhir, pada saat ini tinggal menunggu hasilnya saja.
Kurang lebih satu minggu pengumuman sudah datang, Kepala Sekolah sedang membacakan hasil Tes Nasional kemudian siswa yang sudah mencapai nilai tertinggi berjumlah 5 siswa saja, seluruh siswa sangat tegang menunggu hasilnya.
Sesudah itu Kepala Sekolahpun membacakan satu per satu siswa yang menggapai peringkat 5 besar paralel sampai pada saat pembacaan siswa yang mendapatkan peringkat awal.
“ Siswa yang mendapatkan peringkat awal adalah…” ucap kepala sekolah, semua siswa sangat tegang menunggu kelanjutan dari perkataan Kepala Sekolah.“ Ananda Sila Ardila” Diiringi rasa senang dan haru atas kerja kerasku saat belajar sepanjang ini tak percuma saja.
Sesudah itu semua sahabat berikan selamat kepadaku, lalu Kepala Sekolah berkata kepadaku kalau sang peraih peringkat awal harus mendapatkan beasiswa sekolah di kota.
Diriku sangat bahagia mendengarnya. Anggapanku soal kejujuran itu memanglah benar“ jika jujur itu akan membawa senang meskipun awal mulanya itu sangat susah”.
Sekian terimakasih...............🌸