Ada seorang siswa bernama Anto. Saat berada di kelas dia orangnya asik dan mudah bergaul.
Layaknya siswa kebanyakan, saat istirahat dia pergi ke kantin untuk membeli makanan dan membawanya kembali ke kelas untuk dimakan disana.
Saat dikelas dia juga suka bermain ponsel, saat sedang asik memainkan ponselnya, dia didatangi temannya yang bernama Bimo.
Entah ada apa dia berbicara kepada Anto dan berkata.
"To, lu entar malam ada acara gak?"
"Nggak ada sih, emang kenapa?"
"Kalo emang gak ada, mau gak nanti malem ke sini lagi nemenin gw download film?"
"Hah?! kesini malam-malam? emang penting banget ya? gak sekarang aja downloadnya?"
"Bukan gitu, maksudnya kan besok libur, sekalian main-main lah disini, nanti gue juga ajak Iqbal sama Tomo deh, mau kan?"
"Oh, kalo begitu boleh juga."
"Yoi, mumpung ga ada yang jaga, wifi juga nyala 24 jam. bener mau ikut kan? kumpul di rumah elu dulu ya, eh ini apaan? Ambil satu ya."
“Yayaya sana, udah kan? lagi asik jangan ganggu.”
Tidak lama kemudian jam pelajaran kembali dimulai, setelah beberapa saat waktu sudah mulai sore dan bell pulang sedang berbunyi, Anto dan teman-temannya juga akan segera pulang.
Karena dari sekolah ke rumah dekat, jadi Anto cukup dengan berjalan kaki.
Setibanya dirumah, Anto beristirahat sejenak, lalu bersiap dan menunggu teman-temannya datang kerumah.
Selagi menunggu temannya datang, anto menyempatkan diri untuk mononton satu film terlebih dahulu.
Setelah sekian lama waktu telah berlalu, filmpun telai usai dan Bimo yang mengajaknya tak kunjung datang.
Karena khawatir telah ditipu dan menunggu terlalu lama, Anto menelepon Bimo.
“Bim, kapan? katanya ngajak ke sekolah, jadi nggak?”
“Jadi, nanti aja sekitar jam 8 malam, abis ini gue kabarin Iqbal sama Tomo, lu main game apa nonton film aja dulu sambil nunggu.”
“Udah tadi.”
“Yaaa… nonton film yang lain apa beres-beres rumah apa apalah terserah lu aja.”
“Oh, oke.”
Setelah menunggu beberapa jam, teman-temannya satu persatu akhirnya datang.
Karena hari sudah malam mereka segera ke sekolah untuk bermain disana.
Karena gerbang sekolah dikunci, mereka menaiki pagar sekolah untuk masuk ke dalam.
Sesampainya di kelas Anto dan temannya menata kursi dan meja ke depan dan memulai sebuah obrolan.
Sambil membawa kursi kedepan, Anto berkata.
"Ini bener gak apa-apa nih? kalo udah selesai nanti diberesin lagi ya."
Bimo yang sudah duduk dikursi dengan santai menjawab.
"Gampaang... tenang aja."
Seperti yang sudah mereka rencanakan merekapun bermain, ada yang mendownload film, bermain game.
Setelah beberapa jam kemudian, malam sudah larut dan jarum jam telah menunjukan pukul 12 malam dan tomo mencerikan sebuah cerita.
"Sebentar, dengerin cerita gue nih, dulu konon katanya sekolah ini nih pernah ada siswa yang ilang, itu kata kakak kelas sih, kejadiannya taun kemarin. Gak tau juga ilangnya kenapa, tiba-tiba ilang aja pas ditinggal sendirian."
Iqbal yang sedang bermain game di ponsel mendengar itu langsung meletakan ponselnya dan ikut dalam pembicaraan.
"Eh iya itu tuh, aku juga tau ceritanya, asal penyebabnya gak jelas, tapi konon katanya sih sekolah ini dulunya bekas kuburan, hiiihh..."
Bimo yang sedang mendengarkanpun tidak mempercayai itu dan dia berkata.
"Halah, dari dulu sih semua sekolah ada cerita-cerita palsu entah itu sekolah bekas rumah sakit lah, bekas kuburan lah, yah intinya gue gak percaya cerita itu, udah lah, malah cerita-cerita serem, oke sebentar ya gue mau ke WC dulu, udah kebelet."
Setelah mengatakan itu Bimopun pergi dari ruang kelas menuju ke WC.
Saat hendak pergi Tomo juga ikut, karena dia juga sedang kebelet.
Sekarang yang masih berada dikelas hanya Anto dan Iqbal, karena mendengar cerita itu, Anto merasakan firasat buruk jika ia masih berada disekolah dan ingin segera pulang kerumah.
Anto melihat sekitar dan bertanya kepada Iqbal yang masih berada di kelas bersamanya tentang cerita itu.
“Bal, gara-gara si Tomo cerita serem aku jadi sedikit takut ya, kalau kamu?”
“Eh iya, jadi merinding, apa lagi sekarang disini cuma kita, hiiih…”
Tidak lama kemudian, benar saja mereka berdua dibuat kaget dengan suara meja dari belakang yang seperti digeser-geser dan lampu kelas yang kedap-kedip, dengan buru-buru mereka berdua keluar untuk menemui Bimo dan Tomo.
Disisi lain Tomo sedang menunggu Bimo didepan WC untuk gantian, setelah menunggu beberapa saat, dari dalam Bimo berteriak ketakutan.
"Moo! Tomo! tolongin gue! gue ditarik keatas!"
Tomo dengan panik mencoba membuka pintu WC, tapi tidak bisa dibuka, akhirnya Tomo mendobrak pintunya, dia lebih kaget lagi ketika ternyata didalam tidak ada Bimo.
Dengan panik, tomo berlari menuju kedua temannya yang dikelas, tapi ditengah perjalanan, Tomo juga sedang melihat Anto dan Iqbal sedang berlarian menuju ke arahnya.
Saat bertemu, dengan keringat yang membasahi mereka semua karena ketakutan, dengan suara terengah-engah Anto berkata.
"Mo! tadi di kelas ada kejadian serem banget! meja ke geser-geser sendiri sama lampu kedap-kedip terus! kalau disini?"
"Disini bahkan lebih parah! si Bimo ilang!"
Anto dan Iqbal yang mendengar cerita dari Tomopun terkejut, mereka semua kepanikan mempertanyakan apa kejadian tentang siswa yang hilang itu bakal terulang.
Anto kepada dua temannya yang masih ada, dia berkata.
"Bagaimana kalo kita cari Bimo di setiap ruangan, jangan berpencar, kita cari bareng!"
Mereka bertiga mulai mencari Bimo di lantai bawah, karena mereka semua sedang panik, mereka mencarinya dengan berlari.
Mereka terus berlari mencari-cari dimana Bimo berada, saat Anto menyadari sesuatu ternyata Iqbal sudah tidak bersama dan ikut menghilang entah kemana.
Karena tinggal mereka sendiri yang tersisa, mereka tambah ketakutan dan panik.
Merekapun mencoba mencari dilantai atas karena tomo teringat oleh suara Bimo yang katanya di tarik keatas, Tomo menyimpulkan bahwa mereka berdua dibawa ke lantai 2.
Tiba saatnya Anto dan Tomo menaiki tangga, saat sedang menaiki tangga mereka mendengar suara dari Iqbal.
"... Disini! toloong! ada yang dengar! aku disini!"
Mereka mendengar suara Iqbal dari salah satu kelas dan merekapun dengan cepat menuju ke kelas tersebut.
Saat sudah memasuki ruangan kelas mereka berdua tidak menemukan siapa-siapa, tapi masih terdengar suara tersebut, dan anto bertanya.
"Dimana?"
"Disini!"
"Disini dimana!"
Saat menoleh kebelakang anto sudah tidak melihat Tomo, yang sebelumnya tepat berada di belakangnya.
Anto tambah panik dan ketakutan sampai akhirnya suara mereka semua terdengar di dalam kelas memanggil-manggil Anto.
"To! disini! dibelakangmu!"
Saat menoleh lagi kedepan anto terkejut dengan sosok yang sangat menyeramkan yang tepat berada didepannya.
Setelah itu…
"AAAAA!!!"