Tidur tidak akan pernah bisa membuatmu istirahat sepenuhnya. Atau mungkin iya.
☠☠☠
Hari ini aku menyelesaikan pekerjaan kantorku seperti biasa. Aku menyelesaikannya kurang dari jam 7 malam. "Syukurlah, akhirnya aku tidak perlu berlama-lama dikantor sialan ini!" kataku dalam hati.
Aku bukan tipikal karyawan yang betah berlama-lama dikantor. Bukan berarti aku karyawan yang malas. Aura kantor ini benar-benar membuatku tidak nyaman.
Awal aku bekerja ditempat ini, semuanya terasa biasa saja. Sampai beberapa bulan terakhir. Tiba-tiba saja omzet perusahaan tempatku bekerja meningkat drastis. Tapi bersamaan dengan itu juga, aku bisa merasakan ada aktifitas lain dikantorku.
Banyak yang berspekulasi kalau pimpinan diperusahaan kami mulai melakukan pesugihan. Mereka mulai bergosip kiri kanan, mulai melontarkan argumen-argumen, tentang hal-hal aneh yang dialami karyawan disini.
Bagiku yang tergolong sensitif dengan hal-hal spiritual seperti itu, aku lebih memilih menghindar. Makhluk-makhluk itu akan bangga dan besar kepala jika ada manusia yang membahas mereka. Bahkan terkadang, mereka ikut mendengarkan cerita tentang mereka tanpa ada yang menyadarinya.
Mereka tidak sadar, tapi aku sadar betul. Itu sebabnya aku lebih memilih tidak ikut terlibat dalam cerita-cerita seperti itu. Karena aku bisa merasakan kehadiran mereka.
Malam ini cuaca dan suasana lumayan bersahabat. Aku bisa pulang dengan tenang dan mengendarai sepeda motorku dengan nyaman.
Sesekali kulihat dijalanan makhluk-makhluk yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Pernah suatu hari ada yang tiba-tiba melompat kedepan kendaraanku.
Saat itu aku hampir saja kehilangan keseimbanganku. Tapi sepertinya kehidupan masih berpihak padaku. Aku masih bisa mengontrol semuanya dengan baik, sehingga aku bisa pulang dengan selamat.
Hari ini perjalananku aman. Mereka hanya menampakkan diri. Tidak mengganggu. "Baguslah. Aku lelah sekali. Jadi tidak perlu terlalu menghadapi mereka." ujarku.
Waktu menunjukkan pukul 21.00 ketika aku tiba di kost. Sesampainya dikost, aku merebahkan tubuhku. Kulihat sekeliling kamarku lumayan berantakan. Ada beberapa potong pakaian kotor yang masih berserakan. Belum lagi bekas sarapanku tadi pagi yang belum aku buang. Untuk kategori seorang gadis, aku memang terbilang malas.
Lelah yang kurasa membuat kantukku tidak bisa kutahan. Tadinya aku berpikir untuk mengganti pakaianku sebelum aku tidur. Tapi sepertinya mataku lebih berkuasa dari pada diriku.
Aku tidak bisa melawan kantuk yang teramat sangat ini, hingga akhirnya aku tertidur pulas.
Aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, tapi sepertinya sudah saatnya aku bangun. "Aku harus mengganti bajuku", pikirku.
Ketika aku membuka mata, aku tidak berada di kamarku. "Dimana ini??" Tanyaku dalam hati. Aku mencoba mengingat peristiwa apa yang aku alami sebelumnya. Ahhh, iya! Aku tertidur setelah aku pulang dari kantor. "Apa aku sedang di dalam mimpi??" Tanyaku dalam hati.
Kupandangi sekelilingku, dan kuperhatikan dengan seksama. Tidak ada seorang pun di sana selain aku. Yang ada hanya lapangan luas yang sangat gersang.
Tidak ada tumbuhan, tidak ada hewan dan tempat itu panas sekali. Aku memutuskan untuk berjalan menyusuri tempat itu, barangkali aku menemukan seseorang atau sesuatu disana.
Setelah lama aku berjalan, aku melihat ada seorang gadis yang berdiri di tengah lapangan tandus itu. Melihat hal itu, aku mempercepat langkahku. Aku berusaha untuk menemuinya dan ingin menanyakan jalan keluar.
Setelah berada tepat dibelakangnya, aku hendak menyentuh pundaknya. Tapi aku rasa, itu bukanlah sesuatu yang sopan. Aku pun memutuskan untuk mengajaknya bicara.
"Permisi..." ucapku sambil celingak celinguk dibelakang gadis itu.
Merasa ada yang memanggil, gadis itu pun menoleh dan melihat kearahku. Dia memandangiku dari atas sampai kebawah, lalu tersenyum dan berkata, "Ada yang bisa saya bantu??"
Aku terkejut melihat gadis yang ada di depanku. Jika dilihat dari wajah, sepertinya usianya tidak jauh berbeda dariku, sekitar 25 sampai 30 tahun mungkin. Kulitnya berwarna khas indonesia. Tidak hitam, tidak juga putih. Masyarakat pada umumnya menyebutnya sawo matang.
Rambutnya yang hitam lurus sebahu membuat dia terlihat sangat manis. Ditambah lagi dengan senyum yang baru saja dilontarkannya. Jika aku laki-laki pastilah aku akan tertarik dengan gadis semanis ini.
"Ada yang bisa saya bantu kak??" Tanyanya lagi.
Aku kemudian tersadar dari kekagumanku padanya. Aku membalas senyumnya dan bertanya, "Dimana ini??"
Tidak ada jawaban dari gadis itu. Setelah mendengar pertanyaanku, dia membalikkan tubuhnya dan kembali membelakangiku.
Melihat hal itu, aku sedikit bingung. Kemudian aku mengambil inisiatif untuk mengganti posisi. Aku berjalan menuju kedepan gadis itu. Setelah melihat wajah gadis itu, aku pun menyanyakan hal yang sama sekali lagi, "Dimana ini??"
Gadis itu tetap tidak menjawab pertanyaanku. Bahkan sekarang, wajah yang sebelumnya tersenyum manis itu berubah menjadi sinis. Tatapannya berubah kosong dan dia tersenyum.
Senyum yang dia lontarkan nenbuat bulu kudukku merinding. Aku tidak tahu kenapa, tapi senyumnya sangat menakutkan. Melihat hal itu pun aku bergegas meninggalkannya.
"Mau kemana kak?? Hihihihihi..." Ujarnya sambil tertawa. Tawa itu khas milik makhluk halus yang disebut kuntilanak.
Mendengar hal itu pun aku langsung berlari sekencang-kencangnya. Setiap kali berlari, aku selalu memandang kebelakang untuk memastikan apakah gadis itu mengejarku atau tidak.
Aku merasa aku sudah berlari dengan sangat kencang dan cukup lama. Tapi ketika aku menengok kebelakang, aku melihat gadis itu tepat dibelakangku. Sepertinya aku tidak bergerak sama sekali.
"Aku merasa seluruh tubuhku mulai lemas. Aku benci berurusan dengan hal-hal seperti ini. "Aku mau banguunnnn..." teriakku dalam hati.
Gadis yang ada dibelakangku berhasil menentuh rambutku dan menariknya dengan sangat kuat kearah belakang hingga kepalaku tertarik. "Tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini. Hihihihihi...." katanya dengan menunjukkan seringai yang menyeramkan.
Aku membalas tatapan gadis itu dan memandangi wajahnya. Perlahan tapi pasti, wajah gadis itu berubah bentuk.
Mulutnya tiba-tiba melebar dan bersatu dengan hidungnya. Sekarang dia tidak memiliki hidung diwajahnya. Dia memiliki mulut yg besarnya hampir setengah wajahnya.
Matanya berubah menjadi hitam dan menatapku dengan sangat tajam. Wajahnya berubah menjadi putih pucat. Melihat hal itu, aku menutup mataku agar tidak bisa melihat wajah yang menyeramkan itu.
Tapi sepertinya usahaku sia-sia. Sekalipun aku menutup mataku, wajah gadis itu masih bisa kulihat dengan jelas. Dan hal itu membuatku sangat ketakutan.
"Tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini..." Kata gadis itu. Kali ini suaranya terdengar lebih berat dan menyeramkan. Aku berusaha melepaskan rambutku dari genggaman tangannya.
Ku genggam tangannya dan kucoba untuk menjauhkannya dari rambutku, tapi gagal. Tenaga yang dia miliki sangat kuat.
Melihat aku meronta-ronta, dia mendorong kepalaku yang masih berada dalam genggamannya sehingga aku terjatuh kedepan. Aku terjatuh dengan posisi telungkup ditanah.
Aku mencoba mengangkat kepala ku tapi gagal. Gadis itu menahannya sehingga aku tidak bisa bergerak. Dia kemudian menarik rambutku dengan kasar, dan menekannya ketanah.
Anehnya, tanah yang berada tepat diwajahku berubah menjadi lumpur dan dia memasukkan kepalaku kesana. Aku meronta-ronta karena aku tidak bisa bernafas.
Setelah aku hampir kehabisan nafas, dia pun menarik kepalaku lalu menyeringai dan tertawa.
"Aku ingin pulang...." Kataku dengan susah payah sambil terbata-bata.
Mendengar hal itu, dia kembali melakukan hal yang sama. Dia mendorong kepalaku ketanah sehingga aku tidak bisa bernafas.
Aku menghentak-hentakkan kakiku karena merasakan sakit didada. Mungkin itu karena aku tidak mendapatkan asupan oksigen.
Melihatku mengelepar karena susah bernafas, gadis itu justru malah tertawa terbahak-bahak.. "Tidak bisa keluar... Tidak bisa keluar..." Dia mengulang perkataan itu terus menerus.
Aku pasrah dengan posisi kepalaku yang masih berada didalam tanah. Aku akhirnya melemaskan tubuhku dan berkata dalam hati, "Tuhan tolong...."
Braakkk...!!!!!!! Seketika terdengar suara benda jatuh dengan sangat keras. Aku berusaha membuka mataku dan ternyata aku berada dikamar.
Ada perasaan lega di sana. "Hhhhhhhhh...... Ternyata cuma mimpi", kataku dalam hati.
Aku berusaha menenangkan diri dan mengatur nafas. Aku masih merasa sangat lelah dengan apa yang baru saja aku alami.
Setelah merasa lebih tenang, aku bangkit dari tidurku dan duduk. Masih dalam posisi setengah sadar, aku memutar tubuhku ke kiri dan ke kanan dengan maksud agar tubuhku tidak terlalu kaku.
Ketika aku memutar tubuhku ke kiri, semua terasa baik-baik saja. Tapi ketika aku memutar tubuhku ke kanan, aku melihat ada sesuatu di belakangku.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, aku memutar seluruh tubuhku untuk melihat apa yang ada dibelakangku. Dan betapa terkejutnya aku ketika mendapati tubuhku ada di sana.
Lalu aku????