Cinta Beda Alam~
Kia menunggunya sore itu, berharap dia menepatinya akan pulang cepat. Namun hanya omong kosong saja, nyatanya sampai saat ini dia belum pulang. Bahkan lebih larut dari biasanya.
Aku berjalan menyusuri jalan kota yang sepi. Mana mungkin pukul dua dini hari masih ada kendaraan umum yang lewat. Kepalaku pusing, berjalan sempoyongan di jalan besar kota metropolitan itu. Aku tak kuat menahan nya lagi.
Kia hanya pasrah menunggu ia pulang. Ia khawatir akan keadaan nya. Bagaimana bisa ia kerja lembur sampai pagi. Biasanya saja jam dua belas sudah pulang. Aku duduk dan mondar mandir di depan rumah yang pastinya lingkungan sudah sepi. Menggigit ibu jari dan memutuskan masuk rumah. Terduduk di sebuah sofa yang cukup besar dan menahan kantuknya, tak sengaja bingkai foto itu jatuh dan pecah.
Firasat aneh tiba tiba muncul, rasa khawatir akan dirinya bertambah.
Aku terus menyusuri jalanan itu dengan tertatih pelan, kepalaku berat dan lebih pusing dari tadi.
Dengan tak sadar aku berjalan ke tengah jalan besar itu. Dilihat nya cahaya terang yang menusuk matanya. Ia tertegun, berdiri diam di tengah jalan besar itu.
Dan....
BRAK..
Kia semakin khawatir, pertanda buruk apakah ini? Yang aku rasakan hanya dia pergi tanpa seizin ku.
Cinta mereka terlalu kuat,hingga bisa merasakan setiap kejadian yang menimpa salah satunya.
Aku terpental jauh dari tempatku berdiri, mobil itu lenggang pergi dan meninggalkan ku di pinggir jalan yang sepi ini, Aku terjerit dalam batinku, aku tidak boleh pergi dari dunia ini..
masih ada yang orang harus ku bahagiakan.
Kia merasakan sakit di dadanya, menunggu kepastian akan dirinya.
Pagi
Kia bangun dan mendapari ia belum pulang dari kantornya. Pagi pagi ia di buat sibuk dengan rasa hatinya yang mengatakan bahwa ia tidak baik baik saja.
Terlihat seorang lelaki terkapar bersimbah darah yang mengotori jas putihnya. Entah masih bernyawa atau tidak. Seseorang membawanya ke rumah sakit dan merawatnya.
Kia mencari informasi tentang dia, terkejutnya Kia mendapati orang yang di sayangi terkapar tak berdaya di bangsal rumah sakit.
Dokter masuk dan mengatakan bahwa orang yang di sayanginya sudah tak akan ada lagi bagiku. Belum sempat aku melihat wajah terakhirnya,dia sudah meninggalkan ku
Aku menangis histeris mendengarnya, Aku menangis di atas pusara batu nisan makam nya. Berjanji tidak akan ada tempat di hatinya selain ia yang telah pergi meninggalkanku untuk selama lamanya.
"Cinta Beda Alam"
Terukir senyum yang indah di bibir manis Kia, Ia terus menangis setelah kepergian nya.
Hari harinya menjadi suram tanpa nya.
Kini Kia hanya setia mengirim doa dan tetap menjaga hatinya untuk ia yang telah pergi meninggalkan nya.
~END~