Runia dan kevin adalah seorang kakak beradik yg selalu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk bekerja
Pada hari ini kedua orang rua mereka harus terburu-buru berangkat keluar kota perusahaan mereka sedang mengalami masalah keuangan dan terpaksa runia dan kevin dititipkan dengan tetangganya.
biasanya mereka berdua dititipkan ditempat kakak dari bu ratih tetapi sekarang kakaknya sedang tidak berada dirumah
"Assalamualikum bu asih" kata bu ratih, ibu runia dan kevin
"waalaikumsalam, iya bu ada apa" kata bu asih
" sebelumnya mohon maaf bu kedatangan kami di sini ingin menitipkan anak kami karena kakak dari istri saya sedang tidak ada dirumah sedangkan kami harus pergi ke luar kota" kata pak rehan yg tidak enak hati
"oooia pak tidak apa dengan senang hati saya juga sendirian sendiri disini tidak ada siapa-siapa"kata bu asih
" syukurlah kalau begitu ini bu ada sedikit uang untuk keperluan anak-anak dan bu asih apabila ada keperluan mendadak mohon diterima bu" kata pak rehan sambil memberi amplop berisi sejumlah uang
" saya terima ya pak" kata bu asih
" baiklah ayah dan ibu pergi dulu kalian jangan merepotkan bu asih jadilah anak yg baik" kata bu ratih sambil mencium kening mereka berdua
setelah kedua orang tua mereka berangkat keluar kota kini tinggalag bu asih,runia,dan kevin yg sedang duduk di rumah yg sederahan ini
" anak -anak ibu tinggal sebentar ya mau masak dulu buat kalian maaf rumah ibu seadanya yaa tak sebagus rumah kalian" kata bu asih
" tidak apa-apa bu ini sudah cukup ya kan dek" kata runia
" iya kak" kata kevin sambil tersenyum
' baik lah ibu kedapur dulu ya" kata bu asih
Sambil menunggu bu asih memasak merekapun bermain dihalaman depan rumah bu asih yg masih sangat asri sekali banyak bunga-bunga dan kupu-kupu yg berterbangan
" ayo kak kejar aku" kata kevin sambil berlari
" siap-siap ya kakak tangkep kamu hey mau kemana kevun jangan main jauh-jauh" kata runia sambil berlari ke belakang halaman menyusul kevin
Saat runia pergi menyusul kevin runia melihat kevin hanya diam saja seperti sedang mengamati sesuatu
" dek ngapain bengong entar kesambet loh" kata runia sambil menepuk pundak kevin
" kak tadi aku liat ada orang di balik dinding itu kuliatnya putih pucet" kata kevin sambil menunjuk ke arah dinding itu
Saat mereka ingin melihat dinding itu untuk memastikan apakah benar yg dilihat kevin setau runia di sana tidak ada apa apa selain dinding saja
" runia kevin kalian dimana makanannya udah mateng ni" teriak bu asih dari dalam
" ayo dek kita masuk nanti bu asih khawatir lagi" kata runia
" kalian kemana kok ibu ga liat kalian" kata bi asih sambil memberikan lauk kepada mereka
" tadi main di depan bu" kata kevin sambil mengunyah
" ya udah kalian makan dulu ooia kalian jangan main digudang itu ya sama didinding halaman belakang itu" kata bu asih dengan raut wajah serius
" emangnya kenapa bu di dinding itu" kata runia yg penasaran
" ga kenapa-kenapa kan dinding itu di halaman belakang yg langsung berpas-pasan dengan hutan nanti ada uler" kata bu asih yg nada bicaranya yg tidak suka atas pertanyaan runia
" kalo udah selesai makannya letakkan dimeja itu saja ibu pergi dulu soalnya dikampung sebelah dulu" kata bu asih
" iya bu hati-hati" kata mereka berdua
" ingat jangan kebelakang" teriak bu asih yg sudah didepan pagar
" ayo dek masuk udah malem" kata runia
Saat mereka berdua sedang asik menggobrol tentang film kesukaan mereka tiba-tiba ada suara
Tolonggg
" suaara apa itu kak" kata kevin
" suara? Kakak ga denger mungkin kamu salah denger kali kan kita cuma ber" runia belum selesai bicara namun suara yg di maksud kevin muncul lag
" tolong tolong saya "
" tukan bener kata kevin ada suara minta tolong" kata kevin ketakutan
" ya udah yuk kita periksa aja kayanya suaranya diluar" kara runia yg coba memberanikan diri
Saat mereka berdua keluar kamar namun tidak ada suara itu lagi dimana-mana hanya ada kegelapan
" kak masuk yok kevin takut"
"Kan ada kakak ga usah takut sapa tau orang itu butuh pertolongan kita"
" kalo bukan manusia gimana kak"
" ya udah kita liat aja dulu oia kakak ambil lilin dulu ya"
" kak tungguin kevin"
TOLONG
" siapa itu" kata runia sambil mengarahakan lilin ke kanan ke kiri namun tidak ada siapa siapa
" kakak ayo ke kamar itu hantu kak"
Tolong saya ,saya tidak akan menggangu kalian tolong saya,saya ada digudang
" kak takut"
"Bismillah aja dek ayo kita bantuin dia dari pada nanti kita digangguin terus"
" kak gudangnya digembok gimana ini"
"Mmmm itu ada palu dek"
Runia terus berusaha membuka gembok yg sudah usang itu dengan paku
" kok ga ada apa-apa" kata kevin yg keheranan sebab tidak ada apa apa melainkan hanya debu dan kursi yg sudah rapuh
" coba kita masuk dulu dek sapa tau ada petunjuk"
Saat mereka sedang mencari sesuatu tiba tiba suara itu muncul lag
Di dekat kursi
" coba dek liat didekat kursi itu ada apa"
" ada kalung kak"
" kak ayo kekamar kalo dia ngerjain kita gimana buktinya ga ada apa-apa di sini" kata kevin
" tunggu dek jangan kata hantu itu dia ada dibalik gudang berarti" kata runia sambil berfikir
" berarti di balik gudang itu ada tembok" kata kevin
" iya bener dek ayo kesana keburu bu asih pulang"kata runia
" jangan kak kata bu asihkan ga boleh kesitu" kata kevin
" kakak curiga deh dek coba kamu pikir kenapa bu asih pergi sampe selarut ini dan ga ada sama sekali lampu dirumahnya" kata runia
" tapi kak"
" ya udah kalo adek takut adek di sini aja biar kakak yg pergi sendiri" kata runia yg berbohong kepada kevin agar mau ikut
" ya udah aku ikut" kata kevin
setelah sampai dihalaman belakang tidak ada apa-apa melainkan hanya ada dinding dah hutan belantara
tiba tiba suara itu muncul lagi
" masukkan kalung dilubang atas itu" setelag memberitahu suara itu menghilang
" dek mana kalung tadi"
"ini kak"
setelah runia meletakkan kalung itu dilubang tiba tiba tembok itu berputar dan menampakkan ruang yg penuh cahaya yg sangat menyilaukan
betapa kagetnya mereka setelah melihat isi yg ada didalam ruangan itu
"aaaaaaaaa kakak ayo pergi aja" teriak kevin
" kevin inget kan apa kata hantu itu kalo kita ngebantu dia ga bakalan kita digangguin lagi ayo kita masuk " kata runia sambil memegang pundak kevin untuk meyakinkan bahwa tidak apa-apa
" kak itu kakyanya hantu yanng ta tadi ya" kata kevin yg terbata-bata
" iya dek itu kan hantu yg " runia belum selesai bicara tiba tiba
" HEY KALIAN SEDANG APA DISINI SUDAH SAYA BILANG JANGAN PERNAH KESINI DASAR BOCAH GEMBLUNG" kata bu asih sambil mengendong bayi yg sudah meninggal
" bu bu asih maafkan kami ,kami tidak akan memberitahu orang lain" kata runia dan kevin sambil menangis
" oh mau minta dibebasin TIDAK BISA KALIAN TIDAK BISA PERGI DARI SINI HAHAHAHAHA" tawa asih sambil mengikat tangan dan kaki mereka berdua setelah itu dia pergi
" Maafkan saya karena saya kalian jadi seperti ini" kata hantu itu
" ka kamu kenapa kamu bisa seperti ini"kata runia
" 5 tahun yg lalu saya ditumbalkan oleh bapak saya hanya untuk menambah kekayaannya tidak hanya itu saja dia meninggalkan ibu saya" kata hantu itu sambil menangis
" kakak namanya siapa" kata kevin yg sudah tidak takut lagi melainkan merasa iba
" nama kakak shendi" kata shendi sambil mengelap air matanya lalu tersenyum
" setelah kamu meninggal apa yg terjadi dengan bu asih" kata runia
" setelah saya meninggal ibu saya melakukan berbagai cara agar saya kembali hidup karena saya satu-satu yg dia miliki sampai pada akhirnya ibu saya memutuskan mencari jalan keluar dengan pergi kedukun dan dia diberi syarat agar saya bisa hidup yaitu dengan menumbalkan 19 bayi dan 1 anak laki-laki yg berusia sama dengan saya saat saya meninggal
" memangnya usia kakak berapa" kata kevin
" umur kakak dulu 10 tahun" kata shendi sambil tersenyum kecut
" APA 10 TAHUN itu berarti tumbal selanjutnya adalah kevin" kata runia yg kaget
" kak aku ga mau jadi tumbal" kata kevin yg mulai menangis
" saya tidak akan membiarkan ada sesorang lag yg ditumbalkan karena saya" kata shendi
" tapi caranya gimna kak kita bisa keluar dari ini" kata kevin
" ada 1 cara " bisik shendi
" tapi apakah tidak ketahuan" kata runia yg ragu
" kamu harus yakin sama saya sekarang kalian tidur dulu" kata shendi
kini pagi telah tiba
" gimana kalian siap" kata shendi
" siap" ucap mereka berdua
" baiklah sebentar lagi ibu saya akan pergi untuk mencari mayat bayi yg ke 19 dan kalian harus cepat cepat pergi dari sini" kata shendi
" caranya gimana kalungnyakan sudah diambil bu asih" kata runia
" kakak liat ini" kata kevin sambil menunjukkan kalung
" kamu dapet ini dari mana" kata runia
" malem itu aku sudah curiga takut bu asih pulang dan kebetulan kalung itu sama dengan pemberian nenek dulu jadi aku tukarkan dengan yg punya aku" kata kevin sambil tersenyum bahagia
" ayoo tunggu apa lagi " kata shendi
tetapi saat mereka bertiga keluar
"kakak kok kita ada didalama hutan" kata kevin yg panik
" ini pasti rencana ibu saya agar kalian tidak bisa pergi ini hanyalah sebuah ilusi saja ayok kita jalan" kata shendi
sudah beberpa jam mereka belum juga bertemu jalan keluarnya mereka hanya berputar saja dihutan itu namun waktu sudah menunjukkan jam 12 malam itu tandanya sebentar lagi bu asih akan pulang dan pergi menemui kevin untuk dijadikan tumbal selanjutnya
" kak aku ga mau jadi tumbal" tangis kevin
" ga ga kamu ga boleh ngomong gitu " kata runia sambil memeluk kevin
" itu lihat itu ada cahaya pasti itu jalan keluarnya ayo cepet kita pergi saat bukan di dunia ilus ini sudah pagi " kata shendi
" HAHAHAHAHAHAHA KALIAN MAU KEMANA ANAK MANIS MARI KESEINI IKUT IBU" kata bu asih
" cepet kalian pergi dari sini" kata shendi
" tapi" kata runia
" CEPET"
" ayo dek" kata runia sambil berlari memegang tangan kevin
" KALIAN MAU KEMANA , KAMU KAMU KENAPA MENGAGALKAN USAHA IBU YG IBU MAU HANYALAH KAMU" teriak bu asih yg sangat murka
" tidak ibu , ibu percuuma melakukan semua itu dukun itu hanya menyesat kan ibu gara ibu mau masuk kelingkaran setan percayalah " kata shendi sambil menangis
" DIAM DIAM KAMU HEY KALIAN MAU KEMANA" kata bu asih sambil mengejar mereka berdua"
" ayo dek cepet nanti kita ketangkep" kata runia
" HEY ANAK MANIS KALIAN MAU KEMANA" Kata bu asih sambil memegang tangan runia
" cepet dek pergi dari sini" teriak runia sambil mendorong kevin
" tapi kak"
" PERGI"
"PERGI SAJA KAU SANA KALAU KAU PERGI AKU AKAN MELUKAI KAKAK TERCINTA MU INI HAHAHAHA"
"pergi dek pergi"
" baiklah kalau begitu" kata bu asih sambil menarik rambut runia dan menjenturkan nya kepohon
" RUNIAAAAA" teriak shendi yg tidak bisa apa apa karena ia di ikat dengan benang ajaib oleh ibunya
" KAKAK" teriak kevin
" kamu pergi sekarang jangan sia-siain usaha kakak cepat pergi
Dan akhirnya kevin pun berlarim sambil menangis
" nak nak bangun nak" kata seseorang yg suaranya tidak asing bagi kevin
" ibu ibu kak runia bu " kata kevin sambil menangis sejadi-jadinya
" kamu tenang ya nak ayah dan pak ustad sedang berusaha buat nyelamatin kakak mu sekarang ayo kita panggil polisi dulu"
sudah berapa jam mereka menunggu tidak ada tanda tanda kedatangan mereka
" bu gimana keaadaan kak runia"
" kamu berdoa aja semoga mereka semua tidak apa-apa"
" ibu itu kak runia sama ayah" teriak kevin
" pak tangkap perempuan ini dia sudah melakukan kejahatan dengan membongkar makam bayi dan mempunyai rencana untuk membunuh anak ini" kata pak ustad
"LEPAS KAN SAYA LEPASKAN SAYA" kata bu asih
" ibu diam sekarang " kata pak polisi sambil memaksa bu asih masuk ke mobil
" kamu ga apa-apa kan nak " kata bu ratih sambil menangis melihat darah yg begitu banyak
" ayo bu kita ke rumah sakit, terimakasih pak ustad atas bantuannya saya pamit dulu" kata pak rehan
" baik pak sama-sama" kata pak ustad
seminggu kemudia
" gimana keadaan kamu nak" kata bu ratih
" alhamdulilah udah aga mendingan bu " kata runia
" ya udah ibu mau ke luar dulu ya mau nemiun dokter" kata bu ratih
" iya bu" kata runia
" kakak gimna nasib kak shendi" kata kevin
" terimakasih atas bantuannya karena kalian saya bisa tenang maaf baru bisa bertemu karena saya melihat ibu saya maafkan ibu saya" kata shendi sambil menunduk
" tidak apa-apa sekarang kamu bisa pergi dengan tenang" kata runia
" baiklah selamat tinggal" kata shendi
" kakak" kata kevin sambil memeluk runia dengan erat
terimakasih temen temen udah mau baca cerpen aku ini adalah cerpen pertama yg aku buat jadi mohon maaf kalau ceritanya ga jelass jangab lupa di like dan komen