"Segera bunuh Jendral!!!" seru seorang pembunuh bersama anak buahnya.
Seorang pria yang berumur sekitar 30 tahun berlari di dalam hutan, pria itu terlihat sudah tidak berdaya dengan luka yang parah.
"Apakah aku akan mati saat ini," ucap Pria tersebut.
Sesaat kemudian, para musuh-musuhnya telah menemukan keberadaannya.
"Jenderal ada di sini!!" seru para pemberontak yang telah membunuh anggota Kerajaan.
"Kalian tidak akan pernah bisa membunuhku!!" seru seorang jenderal yang bernama Liong jin.
"Hari ini akan menjadi hari kematianmu, Jendral!!" seru para pemberontak yang telah membunuh seluruh anggota Kerajaan, bahkan para pendukung Kaisar yang telah berkuasa.
Jenderal Liong berdiri dengan memegang pedangnya, salah satu tangannya menekan luka yang ada di tubuhnya. Sesaat kemudian... pertarungan terjadi dan jendral yang terus berlari hingga sampai di suatu jurang yang ada di dekat hutan itu.
"Bunuh pria itu, jangan sampai dia selamat!?" seru para pemberontak.
"Jangan harap kalian bisa membunuhku!!" jawab Jenderal Liong. yang sesaat kemudian tatapan mata sang Jendral tertuju pada jurang yang ada disampingnya.
"Lebih baik aku mati tertelan di dalam jurang ini, daripada aku mati di tangan kalian!!" seru Jenderal Liong yang kemudian terjun ke dalam jurang yang entah dimana titik temu tempat itu.
para pemberontak menatap Sang Jenderal yang terjun kedalam jurang tersebut. sesaat kemudian mereka langsung meninggalkan jurang itu karena mereka yakin kalau Sang Jenderal telah meninggal di dalam jurang itu.
Sedangkan di tempat lain....
Seorang gadis cantik yang tinggal di dalam hutan tersebut nampak berjalan sambil mencari bahan-bahan untuk ramuan obat nya, seorang gadis cantik berambut panjang serta memakai baju yang begitu indah. wajahnya begitu halus bagaikan sutra yang sangat lembut.
"Master Yuna!!"
seru salah satu murid wanita cantik yang sedang mencari obat-obatan yang ada di hutan.
"Ada apa kau berteriak seperti itu, Lin?" tanya Yuna kepada salah satu muridnya. demi Tuhan dan demi apapun, Yuna yang masih sangat cantik mempunyai beberapa murid yang berusia lebih tua darinya. Yuna berlari mendekati Lin yang berseru kepadanya karena melihat sesuatu.
Nampak Yuna melihat seorang pria yang sedang terluka parah, kemudian Gadis itu menyuruh murid-muridnya untuk mengangkat pemuda seorang pria yang masih mempunyai nafas itu.
Yuna membawa pria itu ke dalam padepokannya, terlihat di sana padepokan Yuna sangat besar dan begitu indah. terlihat seperti surga yang berada di bumi. Yuna merawat pria itu hingga beberapa hari setelah hari ke-7 nampak pria itu tersadar.
"Master!!..master Yuna pria itu sudah sadar!!" seru murid-murid Yuna. Yuns langsung berlari ke tempat pria tersebut.
Jenderal Liong menetap di sekitar, terlihat tempat yang dia tempati begitu indah dan sangat menakjubkan.
"Apakah kau sudah merasa baikan?" tanya Yuna yang datang di balik punggung para murid-muridnya.
Jenderal Liong yang menatap sosok seorang gadis muda yang sangat cantik bahkan lebih cantik daripada wanita-wanita yang ada di Kerajaan. Entah mengapa tiba-tiba jendral Liong hatinya berdebar serasa tidak bisa dihentikan.
"Tuan-tuan apakah sudah baikan?" tanya Yuna kembali. suara Yuna begitu lembut sehingga membuat Jenderal Liong yang tak mampu berkata sesuatu.
bulan pertama...
Jenderal Liong telah sepenuhnya sembuh dari luka-luka yang dia dapat karena serangan dari para pemberontak.
bulan kedua....
Yoona membantu Jendral Liong untukmeningkatkan kekuatan yang ada di dirinya. Jenderal yang begitu terpukau dengan seorang gadis muda yang berusia 18 tahun tersebut. sudah cantik mempunyai ilmu kanuragan yang hebat, pandai ilmu pengobatan dan sangat lemah lembut. Entah mengapa Jenderal Liong tidak bisa melepaskan pandangannya sedikitpun kepada gadis muda yang telah menolongnya.
bulan keempat...
Jenderal Liong memutuskan untuk membawa Yuna ke kota tempat kelahirannya, di sana Jenderal Liong menyamar agar para pemberontak tidak mengenalinya.
Terlihat Kerajaan tempat dia bernaung telah dikuasai oleh musuh-musuhnya. Bahkan sang Jendral menatap pilu orang-orang yang dihukum gantung di depan gerbang Kerajaan.
"Apakah mereka teman-temanmu?" tanya Yuna kepada Jenderal Liong. Jenderal Liong menganggukkan kepalanya kemudian Yoona mengibaskan tangannya. yang membuat para sahabat Jendral Liong yang berada di kemiliteran yang dihukum gantung langsung terlepas dari lilitan tali yang mengikat mereka.
Perluhat dari 10 orang yang digantung hanya 3 yang selamat.
"Kita bantu teman-temanmu itu Jenderal," ucap Yuna kepada Jenderal Liong.
Sang Jenderal menganggukkan kepalanya dan membawa ketiga temannya langsung menghilang dari tempat tersebut.
Jenderal Liong dan Yuna beserta murid-muridnya menyembuhkan ketiga orang yang masih selamat dari hukum gantung tersebut. Sedangkan kabar yang ada di kota nampak para pemberontak menyebarkan gambar ketiga penghianat Kerajaan.
"Apakah kalian sudah mendapat kabar?" tanya Yuna kepada murid-muridnya yang disuruh untuk mengintai di Kerajaan pemberontak.
"Kelihatannya gambar-gambar ketiga orang itu sudah disebar di seluruh wilayah ini, Master," ucap murid Yuna.
"Bagaimana Yuna?" tanya Jendral Liong kepada gadis yang ada di sampingnya.
"Sebaiknya kita membuat pertahanan yang hebat, karena aku yakin para pemberontak itu mempunyai kekuatan yang lumayan hebat," jawab Yuna.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Liong.
"Aku akan mengerahkan seluruh murid-muridku untuk membantu kita menyerang para pengkhianat itu," jawab Yuna.
"Apakah kau yakin?" tanya Jenderal Liong.
"Aku juga adalah bagian dari Kerajaan ini, maka aku wajib untuk mempertahankan Kerajaan ini dari pemberontak. kalaupun mereka menemukan tempatku ini pasti mereka akan menghancurkan karena aku bagian dari Kerajaan ini," jawab Yuna.
Jenderal Liong menganggukkan kepalanya, kemudian entah apa yang ada dipikirannya tiba-tiba pria itu menarik salah satu tangan Yuna dan menciumnya. Yuna begitu terkejut dengan pria yang ada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan Jendral?" tanya Yuna kepada Jenderal Liong.
"Apakah aku salah jika aku jatuh cinta kepadamu," ucap Jenderal Liong yang tiba-tiba. Hal itu membuat Yuna wajahnya langsung bersemu merah karena pria yang ada di hadapannya.
"Setelah kita memenangkan peperangan ini, maukah kau menikah denganku?" tanya Jenderal Liong kepada Yuna.
Nampak Yuna tidak bisa mengatakan sesuatu, karena gadis itu begitu terkejut dengan pertanyaan sang Jendral.
"Aku tahu aku sudah berusia tua, jadi Aku maklum kalau kau menolakku," ucap Jenderal Liong..
Nampak Sang Jenderal hendak berdiri dan meninggalkan Yuna, hatinya terasa pilu karena gadis muda yang ada di hadapannya mungkin tidak akan menerima lamarannya.
Yuna menatap sang jendral yang hendak meninggalkannya. sesaat kemudian.. Yuna meraih tangan sang Jendral.
"Nikahi aku setelah kita bisa memenangkan peperangan ini Jenderal.. bawalah aku ke kediamanmu, dan jadikan aku istrimu di sana," ucap Yuna. betapa bahagianya sang Jendral saat mendengar perkataan dari gadis yang selama hampir 6 bulan ini merawatnya.
bulan ke-7...
Akhirnya Jenderal Liong yang dibantu oleh Yuna beserta murid-muridnya mulai menyerang para pemberontak yang telah menduduki Kerajaan Long-a.
Saat malam telah tiba, serangan telah diluncurkan oleh murid-murid dari Yuna. Hal itu membuat para pemberontak yang menduduki Kerajaan Long-a sangat terkejut dengan serangan saat malam hari itu.
Jenderal Liong sangat terkejut dengan gerakan yang begitu luar biasa dari murid-murid Yuna. bahkan para murid Yuna begitu gesit.
Serangan demi Serangan yang dilakukan oleh Yuna beserta muridnya membuat pertahanan dari pemberontak tersebut sedikit demi sedikit melemah. berapa lama Jenderal Liong beserta teman-temannya melakukan serangan kepada para pemberontak itu yang dibantu oleh Yuna beserta murid-muridnya.
"Serang!!!" seru para pemberontak.
"Serang!!" seru Jenderal Liong yang memimpin rakyat dan murid Yuna menyerang pasukan pemberontak.
Hari demi hari bahkan minggu berganti menjadi bulan.
"Aaa!!!" suara teriakan dari para pemberontak.
Tepat di bulan ke-12 atau 1 tahun pemberontakan para musuh-musuh Kerajaan Long-a. terlihat semua yang dilakukan oleh Jendral Liong dan yang lain membuahkan hasil. Jenderal Liong yang dibantu oleh Yuna berhasil mengusir para pemberontak. bahkan menghukum penggal orang-orang yang membunuh para anggota Kerajaan.
"Kita menang!!!" seru para murid-murid Yuna dan penduduk yang tersisa di kerajaan Long-a.
Akhirnya kemenangan didapat oleh pihak Jenderal Liong dan Yuna. Setelah penyerangan itu.. akhirnya para penduduk meminta jenderal Liong untuk memimpin Kerajaan.
"Aku sudah memenangkan peperangan ini, jadi aku menagih janjimu untuk menjadi istriku," ucap Jenderal Liong.
Yoona tersenyum kepada pria yang ada di depannya.
"Hari ini aku sudah berumur 19 tahun. usiaku sudah melebihi usia matang seorang wanita yang menikah, maka besok nikahi aku di depan murid-murid ku dan jadikan aku istrimu. tapi aku tidak ingin ada wanita lain yang menjadi madu ataupun menjadi wanita simpanan," ucap Yuna yang mempertegas perkataannya. Jenderal yang menganggukkan kepalanya.
bulan ke-13....
Jenderal Liong mempersunting Yuna dan menjadikan dia pemimpin wanita di Kerajaan Long-a. hari-hari dilalui oleh sepasang suami istri itu dengan penuh kharisma yang sangat luar biasa. hingga membuat para rakyat Kerajaan Long-a sangat segan kepada sepasang suami istri tersebut.
*** Tamat ***