Sebut saja namanya adalah Tina Maharani.
Seorang gadis yang lahir dari keluarga broken home. Ayahnya adalah seorang guru. Ibunya adalah seorang karyawan swasta. Ayahnya yang pembohong seringkali memicu adanya pertengkaran. Ayahnya yang ternyata menyukai adik ibunya dan mantan dari tetangga rumahnya tak pernah diungkapkan kepada ibunya.
Ayahnya juga seringkali kedapatan memperhatikan sang tante dari Tina ini sebut saja namanya Rina. Seringkali mengucapkan kata-kata yang menusuk pada istri dan juga anak-anaknya melukai batin mereka. Sehingga tanpa disadari sang ayah putri sulung keluarga itu merencanakan balas dendam untuk sang ayah beserta keluarga besar kedua orangtuanya.
Ditatap hina, direndahkan, dibullly, dihina, diejek, dimanfaatkan, dicaci maki telah menjadi makanan sehari-harinya harga diri yang dijunjung tinggi olehnya telah jatuh sejatuh-jatuhnya. Harapan ketiga anak dari keluarga broken home ini sirna.
Ayah yang menggunakan pelet saat berkunjung untuk lamaran, keluarga ayahnya yang mempunyai ilmu sesat, keluarga besar ibunya yang menganggap remeh keluarga broken home ini karena kekurangan uang untuk mencukupi keutuhan hidup sekeluarga ini. Ibu dari ibunya sangat tidak menyukai sang ayah pada saat bertemu. Satu persatu rahasia mulai terbongkar api amarah dan dendam semakin membara dalam hatinya.
Ia akan membungkam mulut semua orang yang merendahkannya. Tina Maharani akan mengubah semua pandangan terhadapnya yang dibilang kurang ajar saat mengusir sang ayah dari rumah. Jelas hal itu perlu dilakukan. Ayahnya yang bertindak seolah-olah itu adalah rumahnya padahal itu adalah rumah sang mertua. Yang semakin sering memperhatikan Rina, sang tante. Membuatnya semakin murka. Dia putri sulung dari tiga bersaudara, akan membalaskan dendamnya saat sukses nanti