kaisar dinasti Qing bernama Qing Zou. Melakukan perjalanan waktu atas kemauannya sendiri. Alasan Qin Zou melakukan perjalanan waktu adalah karena pemainsurinya yang ia cintai meninggal terbunuh oleh kerajaan tetangga. Karena Qing Zou sangat mencintai pemainsurinya ia rela meninggalkan posisi kaisar dan melakukan perjalanan waktu ke abad modern.
Kisah kaisar dan pemainsurinya pada dinasti Qing dimulai dari perjodohan. Perjodohan itu dilakukan atas permintaan Qing Zhou. Ayah pemainsuri sekaligus perdana menteri mengizinkannya bahwa putrinya akan menikah dengan kaisar. Pemainsuri awalnya ingin menolak tetapi dipaksakan oleh ayahnya.
Lalu ia pun setuju bahwa akan menikah dengan Qing Zhou. Ia meminta waktu selama 3 bulan untuk melakukan pendekatan. Waktu 3 bulan itu tidak terbuang dengan sia-sia. Mereka telah saling jatuh cinta. Karena ada kecocokan dan rasa saling mencintai, mereka menikah 2 bulan kedepannya.
Semua rakyat dinasti Qing senang karena akhirnya kaisar memiliki seorang isteri. Tetapi ada orang yang tidak senang atas pernikahan kaisar. Oramg itu adalah adik kaisar dinasti sebelah. Adik itu menginginkan kaisar menjadi miliknya, ia menunggu hingga usia kedewasaannya lalu meminta kakaknya untuk menjodohkannya kepada Qing Zhou. Sehingga adik itu merencanakan rencana pembunuhan pemainsuri. Rencana itu berjalan dengan lancar.
Pemainsuri terbunuh saat perjalanan ke rumah ayahnya (perdana menteti). Pemainsuri dengan satu dayangnya dihadang oleh para pembunuh bayaran. Pemainsuri terbunuh dengan sangat tragis. Lalu dayangnya dibebaskan karena bukan target dari pembunuhan itu. Dayang itu menceritakan semuanya kepada kaisar. Kaisar mendengar semua itu sangat marah.
Dengan legenda yang diturunkan dari leluhur, kaisar mencoba untuk mengikuti legenda itu. Legenda itu berisikan seperti bunuh dirilah dengan meloncat dari tebing misterius lalu membuat permohonan. Permohonan itu dipercaya akan dikabulkan oleh sang dewa. Lalu kaisar mengikutinya seperti anjuran yang diberikan. Kaisar bunuh diri lalu di tebing misterius dan membuat permohonan. Isi dari permohonan itu adalah agar pemainsurinya dilahirkan kembali di kehidupan selanjutnya dan biarkan Qing Zhou melakukan perjalanan waktu.
Setibanya Qing Zhou di zaman modern tepat di depan rumah Yina (reinkarnasi pemainsuri). Qing Zhou mengetok pintu rumahnya itu.
Andrea membukakan dan bertanya "Siapa ya?".
"Ini aku Qing Zhou suami di kehidupan sebelumnya." Jawab Qing Zhou
"Ahhahaah aku tidak tahu itu benar atau tidak, tapi mari masuk entah mengapa aku merasa tidak asing dengan dirimu!" Ucap Yina.
"Ah, kamu ingat kenangan kita?" Tanya Qing Zhou
"Maaf aku tidak mengingatnya, tapi aku rasa kita pernah bertemu sebelumnya" Ucap Yina
"Baik ini pakaianmu dan namamu sekarang Mark!" Ucap Yina
"Baiklah, tapi bolehkah aku membantu dirimu mengingat diriku?" Ucap Mark
"Tentu saja boleh!" Ucap Yina
Lalu Mark mencium Yina,
Andrea terkejut lalu mendorongnya "Apa-apaan ini, aku belum siap Mark!"
Mark tetap tidak memperdulikannya dan melanjutkan ciumannya itu. Lalu membaringkan Yina,
"Apakah masih belum bisa mengingatku?!" Ucap Mark.
"Ah, sedikit hanya kenangan yang terpotong!" Ucap Yina
"Bila diteruskan pasti akan ingat kembali bukan!?" Ucap Mark
"Ah, jangan dilanjutkan!" Ucap Yina
"Tenang saja, di kehidupan sebelumnya kita sudah resmi menikah tetapi belum sempat untuk melakukan ini!" Ucap Mark
Setelah melakukan itu Yina mulai mengingat sedikit demi sedikit.
"Apakah kamu Qing Zhou kaisar dari dinasti Qing?" Tanya Yina.
"Ya! Akhirnya kamu mengingatku kembali!" Ucap Mark.
1 tahun kemudian mereka menikah. Dan mempunyai satu anak laki-laki. Diberi nama Vino oleh Yina.
-TAMAT-