Mimpi. Setiap orang pasti pernah bermimpi. Untuk sekedar bermimpi, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Mimpi tidak pandang bulu. Siapapun kita, dari mana kita berasal, bagaimanapun rupa, tidak menjadi tolak ukur apakah kita diizinkan untuk memiliki mimpi.
Hai nama ku CIA. Aku adalah anak yang paling beruntung karena orang tua yang masih lengkap. Aku bahagia sekali bersama keluarga ini walaupun untuk biaya kehidupan sehari kami masih sangat cukup. Ayah ku bekerja sebagai diver di seorang manager perusahaan terkenal di Jogjakarta dan ibu ku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Aku mempunya seorang kakak laki laki yang bernama kak Ahmad, tapi aku sedih sekali lihat kak Ahmad, ia jarang sekali untuk masuk kuliah padahal papa sudah bekerja keras untuk membiayai kak Ahmad kuliah. Walaupun kak Ahmad seperti itu aku tetap sayang sekali sama dia. Dan sekali lagi aku sangat bersyukur memiliki keluarga ini.
Besok adalah hari pertama aku masuk sekolah dan tentunya duduk di bangku kelas 12 SMA. Tidak terasa beberapa bulan aku akan menjadi mahasiswa, Amin. Aku ingin sekali menjadi dokter. Memang cita cita ku seperti anak TK yang sedang ditanya oleh gurunya. Tapi tidak gampang menjadi seorang dokter yang baik. Sejak aku SMP cita cita ku nggak pernah berubah sampai saat ini. Tentunya aku harus masuk di jurusan kedokteran untuk meraih cita cita ku. Tapi mana mungkin anak seorang diver yang semuanya serba cukup untuk menjadi seorang dokter. Ahh mungkin ini hanya mimpiku saja.
Sudah sebulan aku duduk di bangku kelas 12 ini. Banyak sekali guru yang menanyakan mau kemana kuliah nanti. Aaah pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling sulit untuk aku jawab. Karena aku sangat awam tentang dunia perkuliahan ini. Berapa guru sudah memberi motivasinya untuk mengahadapi ujian yang akan datang.
Bel pulang pun akhirnya berbunyi. Aku segera bergegas pulang kerumah. Ternyata rumah ku terkunci, aku tidak tau mama dan kakakku kemana. Aku ingin menelpon mama tapi alhasil handphone ku low battrey. Akhirnya aku menunggu mama pulang. Waktu sudah menunjukkan 4.30 sore, mama pun akhirnya tiba di rumah. langsung saja aku berdiskusi dengan mama soal kuliah ku nanti. "aku ingin sekali mengambil jurusan kedokteran untuk meraih cita cita ku. Untuk menolong orang orang yang sedang membutuhkan dan aku rela menolong pasienku tanpa dibayar sepeser pun. Insyaallah aku membuat pasienku senang." aku berkata
"tidak mudah menjadi seorang dokter, tidak mudah diterima di fakultas kedokteran apalagi biaya untuk fakultas tersebut sangat mahal. Mama harap kamu tidak merepotkan papah mu nanti. Lebih baik kamu ambil pendidikan guru saja. Itu juga pekerjaan yang sangat mulia bisa memberikan ilmu kepada orang lain." mama berkata dan langsung meninggalkan ku tapi apa daya mama sangat menolak keputusan ku
Aku sangat sedih sekali mama tidak mendukung ku mengambil fakultas kedokteran, tapi malah mengalihkan ke yang lain. Jalan satu satunya aku harus berdiskusi dengan papa siapa tau papa sangat senang aku mengambil fakultas kedokteran. Sudah aku tunggu papa akhirnya pulang. Aku langsung menghampiri papa yang belum mengganti pakaiannya sehabis pulang kerja.
"pah aku kan sekarang sudah kelas 12 jadi sebentar lagi aku akan masuk ke perguruan tinggi" aku berkata
" ia papa tau kok" papa berkata
"jadi aku ingin mengambil fakultas kedokteran. Untuk meraih cita cita ku pah. Aku ingin sekali membantu orang lain." aku berkata
" kamu tau fakultas kedokteran tidak seperti kita yang bisa masuk ke sana, hanya orang orang yang jenius dan punya banyak uang, jadi mumpung masih sekarang kamu bisa ganti cita cita mu yang lain, kamu jangan berkata berharap cia" papa berkata dan papa langsung masuk kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Lagi lagi aku sedih sekali karena kedua orang tua ku tidak menyetujui akan keputusanku. Aku sangat bingung, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus mengikuti kata kedua orang tua ku dan apakah aku harus menggapai cita cita ku?
Kini akhirnya aku harus bercerita kepada sahabat ku dan kakakku. Di pagi hari yang sangat cerah ini aku rasanya ingin cepat cepat sampai di sekolah. karena ada sesuatu yang aku ceritakan kepada sahabat sahabatku. Aku punya 2 sahabat di sekolah ku namanya Lala, dan Sasa. Akhirnya tibalah aku dia sekolah tetapi aku tidak langsung menemui mereka karena mereka tidak satu kelas dengan ku. Aku membuat janji kepada mereka pada jam istirahat di kantin sekolah. Jam pun sudah menunjukkan pukul 9 itu tandanya jam istirahat pun berbunyi, tanpa pikir panjang aku langsung menuju kantin. Tetapi sahabat ku belum ada dikantin, dan tidak lama aku menunggu mereka pun datang.
"Hay ci, ada apa lo kelihatan nya sedih sekali?." Sasa berkata dan langsung duduk di sebelah ku disusul dengan Lala
"ia gue ingin cerita sama kalian tentang kuliah nanti." aku berkata
"ya sudah lo cerita saja" Lala berkata
"kalian tau kan gue ingin sekali menjadi dokter, jadi untuk kuliah nanti gue akan ambil fakultas kedokteran" aku berkata
"ia kita tau" Sasa berkata
"tapi mana dan papa tidak mengizinkan untuk mengambil fakultas kedokteran" aku berkata
"loh kenapa papa dan mama mu tidak mengizinkan mu?" Lala berkata
"iya kata mereka yaaa gitu untuk mendapatkan fakultas kedokteran itu susah, mahal dan blaaa blaaa. Gue bingung harus berbuat apa, masa ia gue berhenti mengambil fakultas pendidikan sementara..."aku berkata dan Lala langsung memotong pembicaraan ku
"menurut gue nih yaa ci, kita tidak mungkin kuliah di jurusan yang kita tidak minati, lo pasti mengerti kan?, jadi Lo gak mungkin ambil pendidikan guru kalo lo nggak suka sama itu" Lala berkata
"gue setuju apa kata Lala, jadi lo yakin aja sama keputusan yang udah lo ambil, dan lo harus mempertanggung jawabkan semuanya ci" Sasa berkata dengan tegasnya
"ia ci, jadi lo jangan patah semangat, semangat terus ci gue yakin lo bisa tapi lo harus banyak banyak berdoa juga" Lala berkata
"jadi menurut kalian gituh, terima kasih ya kalian sudah mendengarkan dan memberi solusi" aku berkata
"iya ci kita kan sahabat, sahabat itu selalu ada dimana kita susah maupun senang" Lala berkata
"ia ci hehehe,ehh makan yuk" Sasa berkata
"ohh iya lupa nih" kau berkata
Pendapat sahabatku seperti nya sangat mendukung ku. Aku harus mengikuti kata hati ku dan mencapai cita citaku.
Ya akhirnya aku tetap pada pilihanku. Apa pun yang terjadi!! walaupun mama dan papa tidak menyetujuinya. aku akan membuktikan kepada kedua orang tua ku. Yang aku lakukan untuk saat ini adalah semangat tekun dalam belajar selalu berdoa dan tidak sombong. Aku akan selalu berjuang untuk mencapai cita cita ku.
8 bulan kemudian pun sudah berlalu. Saatnya aku mengikuti ujian nasional. Ia aku mengikuti test SNMPTN yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Aku ambil fakultas kedokteran di unair dan gadjah mada.
Sudah sampai saat ini kedua orang tua ku belum menyetujui hasil keputusan ku. Aku sangat takut sekali kalau seandainya aku tidak masuk di kedua universitas itu.
1 bulan berlalu. Besok adalah pengumuman hasil SNMPTN. Seandainya aku tidak diterima yaa aku akan mengikuti fakultas pendidikan guru. kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam yang artinya dimana hari hasil SNMPTN. Aku sudah tidak sabar mengetahui hasil tersebut. Aku buka web dan tanggal lahir ku lalu ku enter. Dan ternyata hasilnya aku lulus di universitas gadjah mada. Alhamdulillah sangat terharu aku membacanya. Langsung saja aku bergegas membangunkan kedua orang tua ku Yang sedang tertidur lelap di malam hari. Alhamdulillah kedua orang tua ku sangat senang dan bangga padaku. Aku bisa membuktikan kepada kedua orang tua ku. Alhamdulillah perjuangan ku selama ini sudah berhasil. Aku akan terus berjuang lagi di kuliah nanti. makasih ya Allah sudah mendengar kan doa doa ku.
Dulu hanya mimpi dan khayalan akhirnya semuanya menjadi nyata. jika kita berjuang, mempertahankan apa yang sudah kita inginkan walaupun banyak sekali terjangan yang harus kita lewati dan tentunya kita selalu bersujud dan berserah diri kepada Allah SWT.