Dunia putih dengan penghuni kulit putih bahkan jauh lebih putih dari pada salju,kulit putih yang indah dan merupakan ciri khas penduduk nya.
Bisakah tangan kita menyentuh awan hal itu mungkin sudah dialami oleh sebagian orang entah kejadian apa yang mereka lalui namun di sini awan mengelilingi penduduknya tak pernah merasakan panas karena di dunia putih selalu lembap dan dingin.
Suatu ketika seorang pilot yang mencoba pesawat jet pribadi dari tuan Kelly mengalami kecelakaan dan Revano jatuh ke dalam dunia putih.
Di sana ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik dengan tanda putih di dahi nya rambutnya terurai ia menolong Revano dan membawa Revano kerumah nya.
Revano melihat rumah Vela Seperti tumpukan es salju yang membentuk rumah kotak serta atap berbentuk setengah lingkaran.
Dan di sekeliling nya ada awan Revano berfikir apakah dia sedang berada di surga dan bertemu bidadari.
Bidadari yang sangat cantik tengah berada di depan nya dengan membauri luka yang ada di lutut Renavo dengan ramuan herbal, tak berselang lama luka Renavo pun sudah tidak bisa terlihat lagi.
Renavo menanyakan segala kepada Vela, Vela menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh Renavo.
Dunia putih adalah dunia yang sama seperti di daratan beda nya kita hanya memiliki kekuatan magic dan tinggal di atas awan.
Vela meminta Revano selepas sembuh ia harus kembali ke dunia nya namun Revano bahkan tak tau dia sekarang ada dimana bagaimana bisa dia kembali ketempat asal nya.
"Aku bahkan tak tau ini ada di mana bagaimana bisa aku pulang apakah dimana pintu keluar nya," ucap Revano.
"Setiap penduduk disini pengendali teleportasi dimana semua nya punya pengendalian ruang waktu dan dapat berpindah kemanapun termasuk beda dunia namun untuk masalah beda dunia, perlu di cas dulu ibarat handphone Vela harus melakukan perjalanan kurang lebih tiga hari ke gunung Beku.
Dan untuk menghemat energi sel biru untuk teleportasi tak boleh di gunakan terlebih dahulu.
"Perjalanan tiga hari dengan wanita cantik, aduh mimpi apa ini ku kira aku akan jomblo seumur hidup namun apa yang baru saja terjadi," benak Renavo.
--Malam --
Ayah Vela mendengarkan semua cerita tentang manusia daratan ini yang tersesat dan Ayah Vela setuju dengan rencana Vela membantu Renavo.
Ayah Vela adalah seorang yang bekerja sebagai konstruksi bangunan ( kalau di sini bahasa nya sama saja sih kuli bangunan ) membuat rumah salju.
Mereka meminta izin untuk mencari energi biru kepada ayah Vela, setelah beberapa lama mereka memukai perjalanan mereka terhambat dengan raksasa baik Qolma yang nampak nya jatuh cinta kepada Renavo.
Qolma ingin membantu mereka berdua menyebrangi langit berlubang yang tak punya ujung .
Langit berlubang ini yang di hindari oleh Vela sebab itu perjalanan menjadi 3 hari dari sehari.
Mendapatkan tawaran Seperti ini menjadi hal yang sangat menggembirakan Vela tidak tau kalau mahluk raksasa seperti Qolma tidak pernah bekerja dengan tidak mengharapkan imbalan.
Vela menyetujuinya dan raksasa Qolma membantunya melewati langit berlubang itu dengan memberikan tumpangan di bahu nya
Dan melewati langit berlubang itu sampailah di tempat gunung Beku dengan raksasa, yang mendampinginya.
Bertemu lah Vela dengan biksu yang akan melakukan ritual sel biru biksu ini di bantu oleh tabib dengan cahaya biru dari tangan tabib dan jimat dari biksu.
Semua berjalan lancar hanya perlu 6 jam Vela tidak bergerak seperti orang mati tidak makan dan minum.
Selama proses ini Revano hanya ditemani oleh raksasa Qolma dan Qolma mulai menanyakan segala hal.
"Dari suku langit mana kamu hidup?," ucap Raksasa Qolma.
Sementara Renavo masih ketakutan dan hanya menjawab dengan suara yang sangat kecil yang otomatis tidak terdengar oleh Qolma.
"Bukan, aku bukan penduduk langit," ucap Renavo dengan ketakutan.
"Kamu tidak perlu takut dengan aku mah Oke cantik berhati baik dan selalu menolong orang tidak pernah mengharapkan imbalan," ucap Raksasa Qolma menatap Renavo dengan pandangan suka.
Renavo meminta maaf atas perlakuannya yang tidak sopan dan Qolma mau memaafkan hal itu karena ia benar-benar menyukai Renavo dari wajahnya dari postur tubuh nya, pokoknya titiknya intinya ia menyukai Renavo.
Namun yang dirasakan Renavo benar-benar berbeda menganggap Qolma sebagai teman nya, ia menyukai Vela dari awal pertama bertemu Vela sangat cantik baginya Ia adalah bidadari dan perempuan tercantik yang pernah ia temui selain ibunya.
Waktu berlalu dan akhirnya Vela menyelesaikan pemenuhan sel biru di dalam tubuhnya Iya diberi jimat oleh bhiksu agar dijauhkan dari kesialan.
Saat itu biksu yang menangani pemenuhan sel biru tidak menyadari bahwa Vela pergi dari tempatnya ke gunung beku dengan seorang raksasa licik Qolma.
Biksu itu melihatnya dari kejauhan Vela dan Renavo dan Raksasa Qolma( yang sebelumnya sempat bersembunyi dari biksu dan tabib yang tau siapa dia sebenarnya) melangkah pergi.
Biksu berdoa memohon keselamatan dari mereka berdua.
Di sepanjang perjalanan Vela yang tak pernah mendengar berita apa-apa tentang raksasa Qolma meyakinkan bahwa Qolma raksasa yang baik.
Vela bertanya dimana rumah kamu, Apakah kamu tak punya keluarga, dan siapa kamu dari keturunan mana.
Qolma tidak menjawab pertanyaan yang mengganggu itu dan ia tak mau membocorkan informasi apapun apalagi kepada mahluk yang dia benci yang mungkin menjadi saingan nya.
Saat perjalanan berlalu melewati langit berlubang sebelum Qolma mengungkapkan isi hatinya Renavo mengungkapkan nya terlebih dahulu namun bukan untuk Qolma tapi Vela.
Qolma langsung menunjukkan ekspresi marah nya dan ingin menyerang Vela, mereka berdua bingung kenapa tiba-tiba Qolma marah.
///Arrrg ///
Qolma menyerang Vela untung nya Vela sempat mengelak nya dan tak melukai nya sedikit pun.
"Tenanglah Qolma apa yang membuat mu marah," ucap Revano berteriak.
"Seperti nya kemarahan nya tak dapat dihindari kita harus pergi secepat nya dari sini," Revano menarik tangan Vela.
Dan hal ini membuat Qolma semakin marah dan mulai ingin menginjak Vela yang ada di belakangnya.
Vela pun segera mengeluarkan sel biru dan mereka ber-teleportasi ke rumah Vela.
Vela pun tak bisa berhenti berfikir kenapa tiba-tiba Qolma marah,Vela melihat ke arah Revano dan menyadari bahwa Qolma marah karena menyukai Revano.
Namun mengetahui fakta ini ada rasa aneh di dalam hati Vela Seperti di tusuk dengan jarum, Vela sebelumnya belum pernah merasakan hal ini.
Vela ingin segera membuka pintu teleportasi nya untuk mengantar Revano pulang namun Revano menolaknya dan ia berkata akan tetap disini sampai jawaban perasaan nya terjawab.
Vela tak tau harus berbuat apa,ia sebelumnya belum pernah merasakan perasaan aneh seperti ini
perasaan senang saat melihat Revano dan tak ingin Revano pergi.
Vela akhirnya dengan segala kesadaran nya ia berkata 'tidak ' mengingkari apa yang ada di hati nya perbedaan dunia dan segala peraturan di dunia ini akan menyulitkan.
Jika Vela ingin meninggalkan Dunia putih ini ia harus melepas semua sel biru yang ia miliki tidak memiliki sel biru berarti kemampuan nya ber-teleportasi akan hilang dan ia pasti tak bisa menemui ayah nya.
"Kalau kamu menolak ku, tak apa tapi aku tak ingin hari ini pergi bisakah kamu membawa ku ketempat yang paling indah disini," ucap Revano.
Vela mengiyakan permintaan Revano dan malam nya ia mengajak Revano ketempat air mancur bercahaya, air mancur ini berwarna warni terus mengalir indah sekali kunang-kunang disekitar nya menambah keistimewaan tempat itu.
Namun tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari jauh keributan yang riuh dan Vela segera melihat nya dan Qolma sedang mengacak-acak desa.
Para Warga desa Berlarian saat itu Vela tanpa persetujuan dari Revano membuka pintu teleportasi dan mendorong Revano kedalam nya.
"Ingat aku dengan kalung itu, sampai jumpa," Vela melambaikan tangan melihat Revano pergi.
Kalung itu sebelumnya telah di berikan oleh Vela saat mereka ingin pergi ketempat air mancur berwarna.
Para warga ber-teleportasi ada yang di bagian belakang dan ada yang di bagian samping dan ada yang ber-teleportasi ke bagian bahu dari Qolma dan mencubit nya,menarik rambut nya.
Sementara itu Vela menyelamatkan anak-anak yang tertinggal dari orang tua nya karena kemampuan sel biru anak-anak belum bisa ber-teleportasi dengan sempurna.
Revano kembali lagi ke dunia nya di depan rumah nya namun saat itu di dunia darat masih siang.
Rumah Revano di penuhi ucapan belasungkawa karena mereka semua menganggap Revano jatuh ke dasar lautan dan meninggal.
Revano melangkah kan kaki nya mengetuk pintu rumah nya ingin sekali ia memeluk ibu nya dan mengatakan 'aku baik-baik saja.'
Ibu Revano membuka pintu dan kaget melihat anak nya pulang dengan selamat tak lagi ia merasa frustasi dan langsung memeluk erat anak nya.
Revano mengarang cerita bahwa ia sebelum jet nya mengalami kecelakaan ia berhasil menyelamatkan diri nya dengan bantuan pelampung.
Ibu nya tak bisa lagi mengontrol air mata nya dan memeluk anak nya se-erat-erat nya.
Kenyataan perbedaan waktu memang nyata saat di dunia nyata siang di dunia putih Waktu nya malam.
Bukan hanya itu hari saja sebenarnya berbeda,1 hari disana dua hari di bumi.
Warga masih terus mencari cara menaklukan Qolma dengan mengikat kaki Qolma dengan tali.
Vela melihat Qolma dan mengehentikan warga dia merasa Qolma hanya tak tau cara menyampaikan kemarahan nya dan berkata semua ini salah saya.
Dimana Qolma merasa kalau marah harus membuat musuh nya takhluk dan memukuli nya padahal kita tak boleh seperti itu, Vela membantu Qolma dengan sekuat tenaga.
Para warga yang masih marah rumah nya di acak-acak tidak bisa menerima hal itu dia tak mau tinggal diam dan menyuruh warga lain untuk menyerang Qolma.
Qolma pun terikat tak berdaya Vela mengutarakan solusi nya agar Qolma tak perlu di hukum dengan hukuman ( pemusnahan ) namun di hukum dengan kerjasama Qolma harus bertanggung jawab atas yang ia lakukan.
Warga masih tak terima dengan solusi dari Vela dan Vela seharusnya di hukum juga karena ini merupakan sebab dari perbuatannya Vela dan teman nya.
Saat semakin ricuh biksu dari gunung beku datang dan mengatakan" Tak ada satupun warga langit boleh menghukum warga langit lain nya," ucap Biksu dan tabib terhormat.
Masalah selesai dengan perjanjian bahwa Qolma harus bertanggung jawab atas kerusakan dan setelah itu raksasa Qolma harus tinggal dengan biksu dan Tabib untuk belajar moral dan etika langit.
Di malam hari Revano hanya memandang kalung nya tiba tiba muncullah Vela.
"Hi aku datang," ucap Vela sambil melambaikan tangan tersenyum dengan ceria.
Percakapan berlalu dan Vela mengucapkan salam perpisahan kembali mereka membuat janji kelingking untuk bertemu setiap bulan di hari syefian atau hari kebahagiaan di akhir bulan di dunia putih.
----Tamat--