"Oi, apa kabar lu sama Kino?" tanya Lia menyibak rambut nya.
"Baik-baik aja emang kenapa, Ya?" tanya Gisel mengibaskan kursi untuk duduk.
Lia mengedik kan bahu "Kemarin gue liat dia jalan sama cewe, gandengan lagi"
"Masa sih, Kino ga sejahat itu kok. Gue percaya"
"Halah, Lo tuh terlalu percaya ke Kino, ujung-ujungnya ntar Lo disakitin gimana" Lia sedikit membentak.
Gisel menghembuskan napas "Biarin aja kali Ya, lagian selama ini Kino selalu datang kok pas gue panggil, lagian Kino emang ganteng jadi wajar"
"Terserah Lo deh, awas Lo nangis ya. Ga akan gue bantu"
*SKIP DITAMAN SEKOLAH
Gisel sedang duduk menyeruput air minumnya yang dibelikan Lia tadi sebelum dirinya ditinggalkan sendirian.
Lia selalu sibuk organisasi, dan Kino satu organisasi sama Lia.
Gisel menunggu Kino yang janji untuk menemui dirinya saat jam istirahat.
"GISEL!!" Seru Kino.
Gisel menoleh kebelakang, dilihatnya Kino yang sedang berkeringat sekali.
Kino duduk disamping Gisel.
"Maaf ya sayang, aku tadi ada urusan mendadak sama ketua eskul"
"Iya gak apa-apa, ini kamu minum dulu. Aku lap in ya, keinget an banget. Abis ngapain sih kamu"
"Biasa, pacar kamu ini kan rajin olahraga hahaha"
"Iyain deh hahah"
TING
sebuah pesan muncul di layar handphone Kino.
•| LIA SAYANG ❤️
•| Kapan sih aku lebih penting daripada Gisel sialan itu, buruan aku tunggu di perpustakaan biasa
Hati Gisel seakan sakit melihat pesan tersebut.
Kino tidak menyadari pesan masuk itu karena posisinya dekat dengan Gisel.
Gisel memeluk Kino.
"Kenapa Gisel?"
"Sejak kapan kamu panggil aku 'gisel'?
"Bukannya udah sering ya aku panggil kamu begini"
"Iya deh hehe, Aku mau peluk kamu"
Kino mengangguk, mereka berpelukan. Kino mencium kening Gisel.
Diujung sana, Lia mengepalkan kedua tangannya kesal.
*SKIP DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SORE HARI
"PUTUSIN GISEL!!!" bentak Lia
Kino mengusap wajahnya gusar, "Kamu kan tau, aku sama Gisel itu udah lima tahun. Orang tua kami juga udah Deket banget"
"NGGA BISA! AKU GA PEDULI! MAU SAMPE KAPAN AKU MANASIN GISEL BIAR PUTUSIN KAMU HAH?!"
"STOP LIA STOP!"
"NGGA! AKU GA MAU! PUTUSIN GISEL SECEPATNYA!!!"
Gisel mendengar pertengkaran mereka disudut ruangan didalam perpustakaan. Terjadi selama ini, Lia juga cinta kepada Kino.
Teganya Lia melakukan hal memalukan ini.
Gisel tersenyum samar. Apakah keputusannya bagus atau tidak ya.
Gisel berjalan mendekati keduanya namun terhenti karena mereka sedang bermesraan.
Gisel memundurkan langkahnya menjauh.
MALAM HARI RUMAH GISEL
"Mari kita putus"
"Kenapa sayang?"
"Aku ga bisa jadi nomor dua"
"Maksud ka—"
"Lia, kamu pacaran sama Lia"
Gisel masuk kedalam rumah
"GISEL! DENGERIN AKU DULU"
"Sorry Kino, "