Aku tak ingin dimadu, Mas ( cerita fiksi ini sudah diperbaiki)
Cerpen Ilusi Tak Bertepi
Hanna dan Ismail berdiam diri saling membelakangi. Terdengar pantulan gesekan tasbih Ismail memecah kesunyian di kamar pasangan suami istri itu yang pernikahannya baru se umur jagung. Tapi lupa tanya berapa usia jagungnya tadi.
Hanna gawainya dan terdengat pula suara notifikasi sebuah sosmednya. Dan ia memutar lagu banda asal Bangka Belitung.
Iramanya nyaman JOMBLO HEPI dari band tanah Melayu. Saat lirik siulan ya Hanna mengikutinya bahkan ia merebah santai posisinya dan ia tak sekaku tadi.
Sementara Ismail menoleh ke arah istrinya yang sedang bernyanyi penuh kesantuyan ya santai se enjoy - enjoynya.
' Takkan kubiarkan rasa kecewa
Membuat ku diam dan tak bersuara
Ku yakin di suatu saat nanti
Ada cinta abadi
Jomblo happy memang pilihan hati
Bukan karena tak mampu untuk cari kekasih
Jomblo happy memang pilihan hati
Biar ku bisa bebas terbang ke sana sini '
Demikian yang dinyanyikan Hanna penuh suka cita. Ismail kebingungan melihat Hanna seolah tak terjadi apa - apa. Ia ingin mendengar jawaban Hanna. Semua harus di putuskan sekarang.
Karena di depan orang tuanya sudah menungu. Tak berapa lama terdengar suara Fortuner memasuki halaman perumahan Ismail yang belum lunas menunggu berapa tahun lagi karena baik ia dan Hanna menyukai style perumahan ini.
Ismail mengintip dari jendela kamarnya lalu ia menoleh ke arah Hanna.
" Papa udah dateng ya ?" Tanya Hanna membuka obrolan yang tadi macet setelah pernyataan yang Ismail paparkan penuh penjiwaan.
Ismail tak menjawabnya sepertinya ia ketularan diam yang tadi menyerang istrinya. Dan Hanna langsung menarik tangan Ismail keluar kamar menemui orang tau mereka.
Orang tua Ismail kaget kedatengan besannya. Dan besan - besan itu di peluk kebingungan entah apa maksud anak mempertemukan keduanya.
" Silahkan Mas Ismail katakan apa yang kamu katakan tadi ," Biasa Hanna cukup menyapa Ismail dengan kata Mas tapi kali ini ia selipkan namanya dan baru pertama Hanna memanggilnya begini.
Ismail diam dan merapikan pecinya.
" Papa dan mama, Saya ingin menikah lagi dengan adik kelas saya yang merupakan mantan pramugari dan ia ingin hijrah belajar di pondok saya. Saya harus menikahinya biar enak dia belajar di sana tidak malu dan canggung karena kasihan di sana bila sendiri ia akan malu dan tidak istiqomah ," kemantapan keputusan Ismail.
Ornag tua Hanna saling pandang lalu mereka melepas keputusan pada Hanna.
" Sedikit pun ku tak merasa malu
Tanpa ada kekasih di hatiku
Bukan berarti ku tak punya rasa
Untuk menjalin cinta oh ,"
" Ku tak pernah merasa kesepian
Atau mengangap sebuah cobaan
Hidupku ini penuh dengan cinta
Dan ku sangat bahagia ,"
" Jomblo happy memang pilihan hati
Bukan karena tak mampu untuk cari kekasih ,"
" Jomblo happy memang pilihan hati
Biar ku bisa bebas terbang ke sana sini ,"
" Aku masih ingin terbang ke bulan
Dan memeluk semua bintang-bintang
Aku masih ingin terus berjalan
Tanpa ada ikatan oh ,"
" Takkan kubiarkan rasa kecewa
Membuat ku diam dan tak bersuara
Ku yakin di suatu saat nanti
Ada cinta abadi ,"
" Jomblo happy memang pilihan hati
Bukan karena tak mampu untuk cari kekasih ,"
" Jomblo happy memang pilihan hati
Biar ku bisa bebas terbang ke sana sini
Jomblo happy happy
Jomblo … ,"
Semua garuk kepala mendengar jawaban Hanna yang entah dari mana ia hafal lagu band itu, karena ia memang penggemarnya.
" Syurga itu enggak lewat depan rumah maduku, bang jadi jangan bikin alasan itu demi menggapai nafsumu. Tundukkan pandangan, di luar sana banyak gembel tua yang menjanda nah nikahi mereka demi kamu memberi makan sedang aku membantu merawat mereka ,"
" Kisah yang dulu abang beri pelacur masuk syurga karena memberi anjing air minum bukan dengan ia jadi korban nafsu poligami, banyak cara buat masuk syurga lho ya ,"
" Sekarang detik ini juga rumah kita bagi dua, punyaku lebih besar karena Rayhan bersamaku. Kelak dia baligh baru berlama ikut dengan abinya yang doyan poligami ,"
Panjang lebar jawabn Hanna membuat Ismail menelan ludah. Akhirnya mereka sepakat menjaul rumah itu semurah berapa yang penting jual lalu bagi tiga dengan dua bagian untuk Hanna.
Juga segala usaha Ismail setelah menikah harus jadi uang detik itu juga. Dan Hanna menarik semua dana yang ia sumbangkan ke pondok yang nanti di huni istri baru Ismail.
Hanna sumbangkan uang itu ke sebuah panti asuhan. Nikah gak nikah itu urusan Ismail yang penting urusan gono - gini selesai hanya untuk restu istri pertama.
Kini Ismail tinggal mengurus surat cerai, apa pun hasilnya ia sudah kehilangan perempuan yang mengurusnya hanya demi mantan pramugari tadi.
Dan 6 bulan kemudian. Dengan tenang Hanna menyisir rambut putra tunggalnya. Rayhan terus mengunyah roti yang sudah dipolesi uminya dengan selai stroberry tadi.
Kini Rayhan sudah tampan. Hanna mengecup dahi si tampan kecil ini dan menggendong bocah pendiam itu.
" Sayang, mama mohon nantilah cari kontrakan ," harap mamanya Hanna yang menahan langkah putri bontotnya itu.
Hanna memberi senyum untuk mamanya dulu sebelum ia memberi jawaban yang ia harapkan bisa menangkan hati Nuraini mamanya itu.
" Hanna tidak mau membebani mama, Hanna kerja kok ma jadi bisa bayar kontrakan itu hanya ratusan ribu ,"
" Bayar kontrakan kamu bisa, tapi Rayhan bukankah harus ada pengasuh juga kebutuhan pokok kalian ,"
Hanna terdiam.
" Ma jika di rumah terus Hanna kefikiran Mas Ismail terus, butuh waktu melupakan dia Ma ,"
Nuraini mengusap pundak putrinya.
" Kerjalah jika kamu mau kerja dan tinggalah di sini, biarkan mama mengjaga Rayhan dan isilah waktumu dengan berkerja sayang, mama yakin kamu bisa ,"
Hanna dan Nuraini berpelukan.
" Dia tidak selingkuh, Han. Jika selingkuh lebih menyakitkan cara Ismail salah tidak berusaha dari awal, tapi langsung mengatakan hasratnya ,"
" Papa sebagai laki - laki ngerti, tapi papa gak mungkin mengatur rumah tangga kalian. Atur hatimu banyak - banyak ngaji, apalagi bos cilik kakek ini suka ngikutin uminya ngaji ," Bram mencium pipi kiri kanan Rayhan yang kegelian diulah Kakeknya.
" Iya pa, Hanna tak akan mengurangi ibadah Hanna segalau apa pun hati Hanna. Hanna sudah berikhtiar kini Hanna menyerahkan semua pada Allah ,"
" Ngomong - ngomong kamu kerja di mana Han ?" Tanya Bram.
" Di cofee shop Hanna sendiri Pa dan sore ikut di Masjid ngajar anak usia dini mengaji ,"
" Ikut perusahaan papa aja ,"
" Gak enak Pa kerja di perusahaan orang tua, kerja jelek tapi gaji lancar. Kalau usaha sendiri atau kerja sama orang itu lebih baij bagi Hanna ,"
Akhirnya Hanna batal cari kontrakan. Ia tetap tinggal bersama orang tuanya. Dan sudah en bulan ia menyandang status barunya.
Sebenarnya Hanna takut menyandang status ini tapi ia sakit hati melihat orang yang ia cintai memadu kasih dengan sosok yang terkenal di mana - mana kecantikkannya. Pramugari.
Dan ia pilih mundur, ia berusaha menutup sakit hatinya. Sebahagia apa orang melihat Hanna, sejatinya hatinya terluka lara.
Dan dihari ini Cofee shop Hanna kehabisan bahan. Membuat Hanan di temani dua karyawannya mendatangi pusat perbelanjaan.
Saat kembali ke mobilnya mengambil gawainya yang tertinggal ia melihat di seberang Mas Ismail memasuki sebuah rumah sakit swasta.
Hati Hanna getol ia bergegas menyusul Ismail dan Istrinya. Hanna mengenakan masker berjalan mendekati Istri Mas Ismail.
Hanna melihat Mantan Suaminya terbaring tak berdaya dengan wajah kurus dan pucat pasi. Semacam orang sebulan tak makan kurus sekali.
Saat tim medis mendorong tempat Mas Ismail rebahan itu Hanna menyusul namun ia ditahan seorang perawat.
" Maaf Ibu dilarang memasuki area isolasi ini ,"
" Kok diisolasi sih mba, dia teman saya ,"
" Takut Ibu tertular ,"
" Tertular apa Sus ?"
" Pasien Ismail dan Istrinya mengidap hiv aids tapi Pak Ismail dengan fisik yang lemah membuatnya lebih parah ,"
" Apa ? Hiv aids ?"
Hanna terdiam mendengar pernyataan Suster itu. Dan Suster itu langsung meninggalkan Hanna. Ia tak habis fikir orang yang ia cintai terkena Hiv)Aids.
Dulu Mas Ismail sehat wal afiat seingat Hanna dan mereka sewaktu masih menjadi suami istri ya menerapkan kehidupan sehat tapi kenapa kini harus menderita sakit mematikan itu.
Hanna melangkah dengan lesu. Ia sesekali menoleh ke arah ruang isolasi tadi. Ia berharap bisa mendapat kesempatan bertemu Mas Ismail. Hanna berharap keajaiban datang menyembuhkan Mas Ismail.
Seminggu kemudian Hanna bersama orang tuanya membawa Rayhan Ke Rumah sakit tempat merawat Ismail dan Istrinya. Hanna berpura tak tahu apa - apa, ia menyimak setiap penejelasan Dokter tentang larangan berinteraksi langsung dengan Ismail dan Istrinya.
Dan kini tiba giliran Hanna melakukan video call dengan Ismail sambil ia menggendong Rayhan.
" Abiiiii ... Abiiiiii ... ," Teriak Rayhan melihat Abinya.
Ismail dan Hanna tak dapat berkata apa - apa. Mereka terisak bersama cukup lama. Segera Nuraini mengambil Rayhan dari gendongan Uminya.
Membiarkan Hanna dan Ismail larut dalam perasaan yang tertahan sekian lama.
" Dik maafkan Mas sudah melukai hatimu, Mas tak dapat mengontrol nafsu Mas. Selama menikah tak ada Istrinya Mas belajar di Pondok, itu trik Mas biar bisa poligami ,"
" Maafkan Mas, Dik. Kini Mas mendapatkan karmanya, Mas menyesal. Dik maafkan Mas, bila ini waktu terakhir kita bertemu jagalah Rayhan ,"
" Jaga shalatmu, Dik. Titip orang tua Mas, maafkan Mas Dik ,"
" Aku sudah memaafkanmu Mas, maafkan diriku sangat mecintaimu Mas. Mas pasti sembuh, Mas harus kuat ,"
Ismail mengangguk dan panggilan video call selesai lalu segera Hanna pulang. Hanna terus memeluk dan mencium putranya. Ketika memasuki halaman Rumah Bram, gawai Hanna berdering.
" Hallo Hanna ," sapa Umminya Ismail.
" Hallo Umi ada apa ?"
" Nak, Mas Ismailmu, Mas Ismail udah gak ada ,"
... ... ...? Hanna jatuh pingsan. Setelah siuman Hanna mengajak kedua orang tuanya melayat kerumah mendiang mantan suaminya. Di perjalanan Hanna menangis sejadi - jadinya mengingat kejadian memilukan enam bulan lalu.
Di mana berat hati menyetujui Ismail poligami karena Hanna ingin bersama mereka fokus pada Rayhan jika anak sudah besar maka Hanna pasti mengizinkannya karena moment bersama anak pertama dimasa kecil itu beda. Sangat berharga.
Ada kebahagiaan bila orang tua memantau perkembangan anaknya bersama. Banyak cara untuk mantan pramugari itu hijrah tidak harus menjadi orang ketiga.
Hanna mengeluh bila disaat begini Ismail tak pandai menjaga sikap. Apalagi selama masa idah Hanna mencari tahu tentang mantan pramugari itu dan ia dicap wanita doyan gonta ganti pasangan.
Tapi itu semua sia - sia dimusyawarahkan pada Ismail, ia fokus semua demi hijrah perempuan bernama Miftahul itu. Nama tak seperti tabiatnya. Ah merasa jengkel mengingat itu bagi Hanna.
Kini nasi sudah jadi bubur. Apa perkataan Hanna benar wanita cantik yang dipuja itulah pembawa malapetaka sampai merenggut nyawa.
Jika Hanna masih menjadi istri Ismail besar kemungkinan ia akan terjangkit juga virus mematikan itu. Dan Rayhan hidup sendiri sungguh memilukan.
Banyak cara menyikapi poligami, Allah punya rencana dibalik sikap tolakan istri yaitu penolakan Hanna pada permintaan Ismail.
Akhirnya perbuatan nafsu itu menjelekkan namanya pemilik pondok asal menikah beralasan hijrah. Banyak cara jika benar mau hijrah bukan menyebar virua mematikan. Dan banyak cara menuju surga, tak kan bahagia menyimpan duka dihati istri pertama.
Ketahuilah perjuangannya disisi kita jangan nasi menjadi bubur baru mau mengingat kebaikan istri yang didua.
Kini Hanna melihat tubuh Ismail terbujur kaku. Tubuh yag dulu kala sakit ia rawat. Kembali tangisan Hanna pecah mengiklaskan mantan suaminya.
🌺TAMAT🌺
Maaf ini hanya cerita pendek fiksi jangan dibuat baper ya ambil hikmahnya🙏