Berawal dari sini, dimana ayah dan ibu bercerai, dan hak asuhku dimenangkan oleh ibuku. Sebenarnya aku lebih suka dengan ayah, karena ibuku terlalu sibuk untuk mengurus rumah.
Sekarang aku hampir lulus smp. Kepala sekolah menyuruh untuk mengundang orang tua agar datang ke acara perpisahan. Sampai dirumah, aku memberikan undangan dengan wajah tak suka, ibuku menerimanya, dan berkata "Nak.... pasti capek ya?? makan dulu gih, udah ibu masakin"Kata ibuku. Aku hanya mengelengkan kepala, dan pergi begitu saja. Sebenarnya dulu sampai sekarang, aku membenci ibuku.
Tiba saatnya acara perpisahan. Aku berkumpul dengan teman teman populerku, sambil bercanda-canda. Beberapa menit kemudian ibuku datang dengan pakaian lusuh, dan menghampiriku. Teman temanku tertawa tawa karena melihat ibuku yang sangat lusuh itu. Aku pun berlari keluar sekolah karena malu, dan ibuku pun mengejar. Aku berlari ke arah jalan raya tanpa mempedulikan sekitar. Hingga aku terjatuh karna sesuatu, dan aku merasakan sangat sakit di bagian mataku. Lalu aku pingsan.
Beberapa jam kemudian, aku terbangun dan hanya melihat atap rumah sakit. Dokter pun muncul, dan memeriksa keadaanku. Aku bertanya kenapa aku ada disini, dan dokter pun menjawab
"Nona mengalami kecelakaan, dan mengalami luka parah dibagian mata karena tertusuk sesuatu. Itu menyebabkan mata nona buta, tapi ibu nona mendonorkan matanya untuk nona" Kata dokter itu.
Lalu aku menanyakan keberadaan ibuku.
"Ibu nona sudah tiada, karena terkena hantaman keras dari truk yang melaju sangat cepat. Beberapa jam lalu ibu nona sadar, dan berkata untuk mendonorkan matanya untuk nona, dan itulah kata kata terakhirnya" Kata dokter.
Aku menangis sejadi jadinya karena aku selalu mengabaikan ibuku.
"Dok... Itu nggak benerkan??? Bohongkan dok??? AKHHHH.... IBU MAAFIN AKU!!!" Teriakku.
Mungkin kalau aku tidak berlari, mungkin ibu masih hidup, dan aku mungkin tidak pernah sadar kalau ibu sangat menyayangi aku.
TAMAT~~
SELAMAT HARI PEREMPUAN SEDUNIA!!