Perkenalkan Nama ku Xia,awal kehidupan ku tidak mengenal yang namanya cinta ataupun simpati kepada orang orang apa lagi yang namanya menyukai seseorang yang ku anggap spesial,semua sama rata,kalau bukan teman yah mereka pasti musuh,
Aku bukan gadis spesial yang di Kejar Kejar mereka yang tidak punya kerjaan,owh ia umurku sekarang 22 tahun,cukup tua bukan untuk seseorang yang belum mengenal yang namanya Cinta,
Awal mula ceritaku ketika seorang pria yang menabrak ku ketika aku sedang berangkat bekerja paruh waktu,tidak tau matanya di taroh mana,sampai sampai orang segede aku tidak kelihatan,
Dia tidak turun melihatku hanya melotot dan mengumpat padaku,yang terdengar samar samar
"Hey,,gadis Bodoh,apa kamu ga punya mata?,jangan berjalan di depan mobil yang melaju kencang"
Itu hal yang aku ingat,sebelum aku pingsan,
tau-tau aku sudah di ruangan ICU,(tidak ada darah yang mengucur, seperti dalam film film drama Korea,(lebay Bukan)
Aku dirawat karena luka dalam,yang entah itu terbentur apa,
Setelah beberapa hari siuman,aku hanya melihat satu orang yang selalu menemaniku,
Dan kalian tau aku tidak tau sama sekali dia siapa,
karena kondisiku tidak bisa bergerak atau berbicara aku hanya mengikuti setiap geraknya dengan mataku
fikiran ku masih normal,tapi badanku tidak bisa di ajak kompromi,
Yang aku tahu dia sangat merawat ku,dan kadang dia datang dengan mengenakan pakaian seragam sekolah,
Ingin sekali ku menanyakan siapa dia,
tapi lidahku keluh,belum bisa mengeluarkan kata kata,yang bisa aku lakukan hanya menatapnya,
Setiap hari tanpa absen sehari pun dia selalu datang,dengan senyuman manisnya,menyapaku,bertanya,apakah aku sudah makan,apakah aku sudah minum obat,atau hanya sekedar bercerita harinya di luar sana,
Aku ingin menjawabnya tapi lidahku keluh,hanya terdiam menatapnya
Aku ingat dia pernah berkata
"Nuna,di luar jendela ada pelangi yang sangat indah,aku ingin menunjukkannya padamu.."
Dia tersenyum sambil memegang tanganku,terasa sangat hangat,
Tapi setelah beberapa hari hanya suster yang aku lihat mondar mandir di depanku,
aku selalu berharap ketika ada yang membuka itu adalah dia,
Entah kenapa setelah beberapa Minggu dia selalu hadir,membuatku nyaman,dan tidak merasa kesepian lagi ,
Dan suatu Hari,,
Kepalaku sudah mulai bisa ku gerakkan,tapi belum bisa berbicara,hanya bisa mengangguk pelan,
Pintu kamar terbuka,dan aku melihatnya masuk dengan senyuman manisnya,
Aku lega,yah aku lega,sepertinya aku merindukannya,"bukan...tapi sangat merindukan nnya,
"Nuna,,!!
Gimana kabar kamu,maafkan aku karena harus pergi dan tidak bilang sama kamu,itu sangat mendadak,,!"
Itu yang pertama dia ucapkan,saat di dekatku,dia menggenggam tanganku,sambil tersenyum,
"Kamu sudah makan,,?"
Dia bertanya sambil memeriksa keadaan sekitar tempat tidur,
Aku menggelengkan kepalaku
tiba- tiba dia berteriak histeris
"Nuna,kamu udah bisa gerakkan kepala?"
Dia Kelihatan sangat senang,
aku mulai tersenyum walaupun hanya sedikit,
"Nuna ternyata senyummu sangat manis"
dia berkata lagi sambil memegang pipiku,
Aku merasa menjadi wanita yang spesial, walaupun yang ada di sampingku jelas-jelas adalah remaja yang masih sekolah,
Setelah beberapa Minggu aku mulai bisa berbicara dan mengangkat tanganku,cuma saja suaraku belum mau keluar,
Dia dengan telaten mengurusi ku,padahal aku tau tugas sekolah saja sudah berat "kenapa masih harus Merawatku"
"Hal yang pertama aku tanyakan ketika sudah bisa berbicara walaupun masih terbata bata"
"Sssiapa kkka..mu?"
Dia menjawab
"Aku Wook"
hanya itu jawabannya
Aku ingin tau lebih banyak tentangnya,tapi suaraku tidak mau keluar,jadi hanya itu percakapan kami,dan berakhir hanya dengan mengatakan namanya.
"Wook,,yah nama yang indah"
Sepertinya aku mulai menyukai dia.