ɢᴜʏᴜʀᴀɴ ʜᴜᴊᴀɴ ᴛᴇʀᴅᴇɴɢᴀʀ ʙᴇɢɪᴛᴜ ᴅᴇʀᴀsɴʏᴀ ᴅɪ ʟᴜᴀʀ ᴋᴀᴍᴀʀ. ᴍᴀʟᴀᴍ sᴇᴍᴀᴋɪɴ ᴍᴇɴᴄᴇᴋᴀᴍ ᴅɪ ᴛᴇɴɢᴀʜ ᴘᴇᴍᴀᴅᴀᴍᴀɴ. ᴛɪʙᴀ-ᴛɪʙᴀ ᴍᴜɴᴄᴜʟʟᴀʜ sᴜᴀʀᴀ ʟᴀɴɢᴋᴀʜ ᴋᴀᴋɪ ʏᴀɴɢ ʙᴇʀᴊᴀʟᴀɴ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴛᴇʀᴛᴀᴛɪʜ-ᴛᴀᴛɪʜ. ᴅᴀʟᴀᴍ ᴛᴜʙᴜʜ ʏᴀɴɢ ʙᴇʀʙᴀʟᴜᴛ ᴘᴇɴᴜʜ ʟᴜᴋᴀ. ᴅɪᴀ ᴍᴇʟᴀᴍʙᴀɪᴋᴀɴ ᴛᴀɴɢᴀɴɴʏᴀ sᴇᴀᴋᴀɴ ᴍᴇᴍɪɴᴛᴀ ᴘᴇʀᴛᴏʟᴏɴɢᴀɴ. ᴅɪᴀ ᴍᴇʀɪɴᴛɪʜ ᴅᴀɴ ʙᴇʀᴋᴀᴛᴀ....
ᴛᴏʟᴏɴɢ... ᴀᴋᴜ! sᴇʟᴀᴍᴀᴛᴋᴀɴ... ᴀᴋᴜ!
******
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk!"
BRAK!
Pintu kamar Jane terbuka lebar begitu mendengar suara teriakan gadis itu dari dalam kamar.
"Jane! Kamu tidak apa-apa, nak?"tanya sang bibi yang merasa khawatir begitu mendengar teriakan kencang dari keponakannya tersebut.
Jane yang masih mengatur napasnya yang terengah-engah itu tidak mampu menjawab pertanyaan sang bibi. Dia sungguh tidak menyangka mimpi itu akan datang kembali. Bahkan kali ini Jane benar-benar bisa melihat dengan jelas wajah arwah tersebut. Jane sungguh tidak menyangka jika...
"Jane, kamu benar baik-baik sajakah, nak?"tanya sang bibi kembali yang melihat Jane hanya terpaku terdiam.
"Eh... ya bibi Elisa, aku tidak apa-apa,"ucap Jane mulai tersadar jika sedari tadi sang bibi menunggu dirinya yang masih memikirkan tentang sosok misterius tersebut.
"Kamu selalu bermimpi buruk setiap malam. Apakah ada sesuatu yang menggangu mu, nak?"tanya sang bibi penasaran akan apa yang dialami oleh keponakannya tersebut.
Namun Jane hanya tersenyum dan memperlihatkan jika dirinya baik-baik saja dihadapan sang bibi. Jane tidak mau membuat bibinya yang selama ini begitu baik kepadanya menjadi cemas.
"Tidak bi, aku baik-baik saja, hanya saja semalam nonton film horor jadi kebawa mimpi deh,"ujar Jane menutupi apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Bibi Elisa menghela napas panjang.
"Kamu harus mengurangi kebiasaanmu menonton film horor, Jane. Kamu sering mengigau karena hal itu,"ujar bibi Elisa memperingatkan Jane.
"Iya, bibi, aku mengerti,"ucap Jane.
"Ya sudah, kamu segera bangun, sarapan sudah bibi siapkan, segera mandi. Bibi tunggu di meja makan. Sebentar lagi bus sekolah akan menjemputmu,"ujar bibi Elisa sebelum meninggalkan Jane seorang diri di kamarnya.
"Baik, bi, aku akan segera datang,"ucap Jane sedikit berteriak agar bibinya mendengar ucapannya.
Jane pun bergegas menuju ke kamar mandi dan segera bergabung dengan bibinya di meja makan.
Jane sudah hampir seminggu tinggal di rumah sang bibi, Elisa Jayson, yang merupakan seorang janda tanpa anak. Jane sendiri telah menjadi seorang yatim piatu sejak dia berusia 15 tahun. Selama ini Jane tinggal di rumah kedua orang tuanya yang meninggal akibat kecelakaan. Yang mana kecelakaan itu sebenarnya juga menimpa diri Jane. Hanya saja saat itu nyawa Jane terselamatkan. Namun naas, nyawa kedua orang tuanya justru melayang karena kecelakaan tersebut.
Jane kini diasuh oleh sang bibi, adik kandung dari ibunya. Akan tetapi Jane merasa ada yang aneh dengan kediaman bibinya tersebut. Jane merasakan ada sosok lain yang menempati rumah tersebut. Khususnya di sebuah kamar yang sekarang sedang ditempati oleh Jane.
Ada satu keistimewaan yang didapatkan oleh Jane semenjak kecelakaan itu menimpa dirinya. Jane memiliki kemampuan untuk melihat makhluk astral. Dia mampu mengetahui keberadaan makhluk tersebut di rumah bibinya. Dari bibinya juga Jane pernah mendengar jika rumahnya terasa menyeramkan. Sang bibi pernah beberapa mengalami kejadian yang aneh dan membuatnya merasa ketakutan.
Jane pun tidak tega mendengar apa yang sedang dialami oleh bibinya tersebut. Maka Jane pun kini berusaha untuk membantu sang bibi. Jane akan melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dia miliki. Jane ingin rumah sang bibi terbebas dari hal-hal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Oleh karena itu Jane memberanikan diri untuk membantu sang bibi menangani kasus ini. Meskipun sang bibi tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Jane akan memberitahu bibinya nanti setelah dia mengetahui apa penyebab hantu itu masih bergentayangan di rumah sang bibi. Terutama dikamar yang Jane tempati saat ini. Sepertinya di sanalah tempat terkuat dia beraksi.
••••••••••
"Sepertinya bibi akan pulang terlambat. Kamu benar tidak apa-apa sendirian?"tanya sang bibi yang sedang menelepon Jane. Rupanya bibi Elisa sedang terjebak hujan deras malam itu sehingga membuatnya tidak bisa pulang kerja tepat waktu.
"Tidak masalah bi, aku akan baik-baik saja dirumah,"sahut Jane dengan nada tenang.
"Kalau ada apa-apa segera ke rumah sebelah saja. Bibi akan usahakan segera sampai di rumah nak,"ujar bibi Elisa.
"Bibi tidak perlu mencemaskanku. Bibi yang harus berhati-hati saat berkendara,"pesan Jane balik kepada sang bibi.
"Baiklah, Jane. Jaga dirimu,"pesan bibi Elisa.
Jane menutup saluran telepon rumah. Dia mengintip dari balik jendela. Hujan begitu deras mengguyur malam itu. Jane menatap ke arah pintu kamarnya. Sepertinya ini malam yang tepat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, batin Jane.
Jane menghela napas panjang. Dia mencoba menguatkan dirinya untuk menemui makhluk itu. Hantu yang selama ini telah menghantui dirinya dan juga sang bibi selama ini. Jane harus menyelesaikan permasalahan yang mengusik ketenangan rumah sang bibi.
Jane masuk ke dalam kamarnya. Jane menatap ke arah cermin yang ada di meja riasnya. Dan Jane tahu begitulah cara dia berkomunikasi dengan hantu tersebut.
"Aku tahu kamu ada di sini. Maka datanglah sekarang. Tunjukkan kepadaku, apa yang membuatmu menjadi hantu penasaran seperti ini,"ucap Jane meski dengan nada gemetar. Dia mencoba memberanikan diri untuk bertemu dengan sosok itu kembali.
DUAAAARRRRRR!!!!!
Suara petir yang menggelegar menyambar membuat Jane terkejut dibuatnya.
"Astaga!"pekik Jane saat tiba-tiba saja terjadi pemadaman di rumahnya. Jane berusaha mencari sesuatu di laci meja riasnya.
Namun, tiba-tiba Jane merasakan bulu kuduknya berdiri. Jane merasakan tengkuknya terasa dingin. Seperti baru saja ada angin dingin yang menerpa tubuhnya.
"Jane.........."
Sayup-sayup Jane mendengar suara lirih memanggil namanya.
"Jane........."
kembali suara itu terdengar. Jane meneguk air ludahnya dan mencoba memberanikan diri melihat ke arah cermin yang ada di hadapannya.
"Kyaaaaaaaaaaa!"pekik Jane seketika membuat dirinya terjatuh terduduk di lantai.
Betapa tidak terkejut si Jane saat melihat wajah dari sosok yang telah dia panggil itu kini benar-benar datang di hadapannya. Gadis berwajah pucat itu menatap Jane dengan tatapan yang begitu dingin.
Dok! Dok! Dok!
Dok! Dok! Dok!
Terdengar suara gedoran di jendela kamar Jane. Tampak bayangan tinggi besar yang berusaha membuka jendela kamar Jane tersebut.
Jane melihat wajah gadis itu tampak ketakutan dan segera berlari mencari tempat persembunyian. Jane pun tidak kalah paniknya. Melihat gadis itu bersembunyi maka Jane pun ikut bersembunyi di balik pintu kamarnya.
BRAAK!!!!!!!!!!!
PRAAAAAANNNNKKKK!!!
Kaca jendela Jane pun akhirnya berhasil dipecahkan oleh orang tersebut. Ternyata tidak hanya satu orang yang menerobos masuk ke kamar Jane. Ada beberapa orang pria yang masuk dengan membawa senjata tajam di tangannya. Jane semakin ketakutan saja dibuatnya.
Apakah ini semacam perampokan?
Belum selesai rasa penasaran Jane. Salah seorang lelaki itu menemukan gadis hantu yang bersembunyi di dalam kolong tempat tidurnya tersebut.
"Itu dia!"ucap salah satu pria tersebut.
"Seret dia keluar!"perintah yang lainnya.
Gadis itu meronta-ronta saat dirinya ditarik dengan paksa oleh kedua lelaki di sana.
"Selesaikan dia. Seperti ayahnya yang telah semena-mena kepada pekerja seperti kita!"perintah salah satu lelaki itu kepada teman-temannya.
Mata Jane terbelalak manakala dia melihat apa yang terjadi dengan gadis tersebut. Jane menutup mulutnya rapat-rapat agar dia tidak sampai berteriak melihat perbuatan keji dan sadis yang dilakukan para pria itu kepada si gadis hantu.
"Ampun.... tolong aku.... selamatkan aku....."rintih gadis itu yang sudah mendekati ajalnya akibat pukulan dan beberapa luka tusukan yang dilakukan oleh para pria tersebut. Gadis itupun meregang nyawa dengan tubuh penuh luka dan darah pun menggenang di dalam kamar itu.
Jane yang melihatnya pun tidak kuasa. Dia merasa sangat tidak tega dengan siksaan yang diterima oleh gadis tersebut.
Jane melihat beberapa pria itu membawa tubuh tidak bernyawa dari sang gadis keluar rumahnya. Jane mengikuti mereka dan melihat apa yang terjadi. Di bawah guyuran hujan yang deras di malam itu. Jane melihat tubuh sang gadis di kubur di samping sebuah sumur tua yang ada di belakang rumahnya.
Namun tiba-tiba saja....
"Masih ada orang di sana!"teriak salah satu pria itu yang ternyata menyadari adanya keberadaan Jane di sana.
"Aku.... tunggu....aku...apakah aku terlihat oleh mereka?"tanya Jane dengan nada ketakutan.
"Kejar dia!"perintah pria yang lainnya.
Jane bergegas berlari masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat. Bagaimana bisa mereka melihat dirinya, Jane tidak mau dirinya ikut meregang nyawa seperti nasib gadis tersebut.
Namun apalah daya kekuatan Jane tidak sebanding dengan pria-pria tersebut. Jane tersungkur karena mendapatkan dorongan kuat dari balik pintu.
"Akhirnya kita dapatkan dia,"ucap salah satu pria itu dengan nada sinis.
"Selesaikan saja,"ucap yang lainnya.
"Siap!"ucap yang lain dengan semangat.
Jane melihat senjata tajam yang mereka miliki. Jane bergidik ngeri dan dia berteriak sekencang-kencangnya saat mereka bersiap untuk melukai dirinya.
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk!!!!"
"Jane.... Jane... Nak, kamu sudah sadar nak!"ucap Bibi Elisa yang tampak khawatir menatap Jane yang baru saja tersadar dari pingsannya.
Jane menatap ke sekelilingnya. Dia merasa bahwa tempat yang dia tempati saat ini sangatlah asing.
"Tenang, nak, ini adalah rumah sakit. Kamu semalam bibi temukan telah pingsan di dekat sumur tua di belakang rumah. Ada beberapa tulang tengkorak yang ditemukan di tempat kamu melakukan penggalian tersebut. Polisi sudah mengurus tulang-tulang itu. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu, nak?"tanya bibi Elisa yang merasa bingung dengan apa yang terjadi.
Jane pun menceritakan yang sebenarnya terjadi di malam hujan deras yang dingin tersebut. Jane telah melihat kejadian yang dulu pernah terjadi di rumah tersebut kepada sang bibi.
Mungkin kejadian itu telah terjadi puluhan tahun yang lalu. Namun, yang pasti tulang tengkorak itu sudah dikebumikan dengan layak. Jane berharap dengan terkuaknya misteri ini maka akan membuat arwah itu menjadi tenang dan tidak lagi menggangu di kediaman sang bibi.
•••••••••
Jane menatap ke arah luar dari jendela kamarnya. Hujan tampak mengguyur deras sejak sore hari itu. Jane tampak jenuh setelah mengerjakan banyak tugas sekolah nya.
Tiba-tiba Jane melihat sesosok gadis itu berdiri di bawah guyuran hujan di luar rumah bibi Elisa. Jane mengucek matanya berkali-kali dan tidak menyangka gadis itu akan datang lagi. Namun kali ini gadis itu hanya datang untuk melambaikan tangannya ke arah Jane.
DUUUAAAARRRRRRRR!
Suara petir membuat Jane tersadar jika gadis itu telah menghilang dibalik guyuran derasnya hujan.
*******
Kata Kunci: Hantu ~ Malam Hujan yang Dingin ~ Kamar
👻 TAMAT