Usiaku sudah hampir mau masuk kepala empat, tapi aku belum juga menikah. Bukan karena aku tidak ada yang mau, tapi karena kesalahan yang aku buat sewaktu aku masih muda. Iya dulu waktu zaman aku masih muda, aku terjerumus dalam pengaulan bebas.
Aku memilih untuk tidak menikah, dari pada suamiku nanti menyesal sudah tidak dapat isteri perawan. Tapi apa yang aku pilih tidak sesuai,orang tuaku Abi dan ummi menjodohkan aku dengan anak temannya.
"Nessa, Abi dan ummi sudah menjodohkan kamu nak, dengan anak teman kami, namanya Bagas Al Farid, usianya 28 tahun dan dia mempunyai usaha batik."kata Abi Menjelaskan semuanya
Aku yang mendengarnya shock, bukan karena dia mempunyai usaha sendiri yaitu batik. Tapi karena usianya yang sangat jauh dari ku, 10 tahun. Aku tidak mungkin menikahi seorang pria yang usianya sangat beda jauh dari ku.
Aku pun berpikir untuk menemuinya dan membuat dia menolak aku.
"Umi," panggil aku setelah melihat umi mengantar Abi ke depan. Abi ku mempunyai toko barang-barang elektronik dan sedangkan aku dari dulu tidak bekerja tapi aku sering membantu Abi di toko.
"Ada apa Nessa"tanya umi
"Umi aku boleh minta nomor ya Bagas,"tanya aku dengan umi
"Untuk apa?"tanya umi balik
"Tidak untuk apa-apa, aku cuma ingin lebih mengenal Bagas"ucap aku untuk menyakinkan umi
"Tidak bisa Nessa, bukannya umi tidak mau memberikan nomor ya Bagas, tapi nanti Abi marah."
" Tapi umi, aku cuma ingin bicara dengan Bagas sekali saja."ucap aku
Umi pun diam dan menatap wajah ku." Baiklah, umi akan memberikan nomor Bagas untuk mu, tapi ingat jangan macam-macam" kata umi
aku hanya tersenyum mendengar perkataan umi, " Maaf kan aku umi, bukannya aku tidak mau menikah tapi Bagas masih kecil dan tidak mungkin aku menikah dengan seorang pria yang umurnya sangat jauh dari aku. Aku takut umi seandainya aku sudah tidak mampu melayani dia sebagai seorang istri. Dia akan meninggalkan aku dan menikah lagi."ucap aku dalam hati
Umi pun memberikan nomor Bagas dengan aku. Aku pun kembali kekamar sedangkan umi sibuk dengan kegiatannya.
Aku pun menelepon Bagas, 3 kali panggilan tidak di angkatnya. Atau jangan- jangan Bagas sibuk, dan aku sudah menganggunya. lebih baik nanti saja aku menelepon dia lagi. Aku pun ingin keluar kamar untuk membantu umi. Tapi baru aku melangkah, handphone ku berbunyi dan pas aku lihat di sana rupanya Bagas yang meneleponku.
" Assalamualaikum" ucapku waktu mengangkat telepon dari Bagas
" Wa'alaikumsalam" jawab Bagas
" Maaf Bagas, aku Nessa anak pak Umar, orang yang mau di jodohkan dengan kamu"kata aku langsung pada intinya
" Oh mbak Nessa, apa kabar mbak?"tanya Bagas
" Kabarku baik,kamu Bagas?" tanya aku kemudian
" Aku juga baik, ada apa ya mbak meneleponku" tanya Bagas
"Bagas, kalau kamu ada waktu kita bisa ketemuan kan. Ada hal yang mau aku omongin penting" kata aku
" Baiklah, hari ini aku bisa" ucap Bagas
" Terimakasih nya, nanti aku WA kamu saja alamat tempat kita ketemuan"
" Iya," ucap Bagas
" Assalamualaikum" kata aku mengakhiri pembicaraan kami
" Wa'alaikumsalam" jawab Bagas
Aku pun bersiap- siap untuk pergi menemui Bagas.
POV Bagas
Hari ini aku lagi mengadakan pertemuan bedengan dengan seorang klien yang sangat penting. Tapi dari tadi handphone aku tidak pernah berhenti, aku tidak tahu dari siapa.
Selesai pertemuan tersebut aku langsung membuka handphone, Alangkah senangnya hatiku waktu aku tahu siapa yang meneleponku.
Dia adalah Nessa Maharani, seorang perempuan yang membuat aku jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidup aku. Aku ingat pertemuan pertama kami 10 tahun yang lalu, waktu itu aku masih anak kuliahan dan baru sementer satu.
Aku pulang dari kampus dan tiba-tiba aku di hadang oleh musuh ku. Cuma masalah sepele karena aku mendekati pacarnya, apa salah punya wajah ganteng.
Dan waktu itu aku kalah dari jumlah di tolong oleh ibu-ibu yang baru pulang dari pengajian. Dan disanalah untuk pertama kalinya aku melihat dia, orang yang suaranya sangat nyaring.
"Kamu tidak apa-apa dek" tanya dia
Aku yang terpaku melihat nya hanya diam,wajah yang sederhana walaupun tidak cantik tapi melihat wajahnya kita akan merasakan nyaman.
"Dek, benaran kamu tidak apa-apa" tanya suara orang tadi
Bagas terkejut dengan suara orang tersebut " Iya mbak, tidak apa-apa" jawab Bagas
" Iya sudah tidak apa-apa, kalau begitu aku permisi dulu" orang Tersebut pergi meninggalkan Bagas yang masih bengong.
Setiap hari kejadian tersebut masih teringat jelas di dalam otak Bagas. Sampai-sampai Bagas yang terkenal playboy tidak pernah lagi pacaran. Yang ada di dalam hati dan pikiran nya cuma satu yaitu seorang wanita yang telah menolongnya.
Setelah Bagas cukup berhasil membangun usaha dia sendiri, Bagas pun berusaha untuk mencari seorang wanita yang telah mencuri semua dalam dirinya. Bagas pun menyewa seorang detektif, untuk mencari tahu siapa wanita tersebut. Tapi di dalam hati Bagas dia selalu berdoa agar wanita yang membuat dia bucin belum menikah. Karena kalau sudah menikah Bagas akan merasakan sakit yang sangat dalam.
Akhirnya bahwa kenyataannya Nessa tidak perawan. Yang penting sekarang Nessa sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi.
Dan akhirnya Bagas meminta bantuan orangtuanya untuk menjodohkan dia dengan Nessa. Bagas yang sekarang bukan Bagas yang dulu, Bagas sudah belajar soal agama lebih dalam.
Benar kata orang jika kita jatuh cinta semuanya akan berubah dari diri kita bahkan dari orang-orang di sekitar kita.
Bagas mendapatkan alamat yang sudah di kirim oleh Nessa. Dia pun pergi untuk menemui Nessa.
Nessa sampai duluan di tempat pertemuan antara dia dengan Bagas.
Dari jauh Bagas melihat Nessa yang duduk sambil sesekali melihat handphone nya. Nessa tidak menyadari kalau Bagas sudah mendiri di depannya.
"Assalamualaikum" sapa Bagas
"wa'alaikumsalam"jawab Nessa sambil melihat siapa yang menyapanya.
" Mbak, apa kabar aku Bagas" kata Bagas Mengenalkan dirinya.
"Baik,kamu Bagas?"tanya Nessa
"Iya, aku Bagas mbak"jawab Bagas yang matanya tidak pernah terlepas dari Nessa.
"Ayo, duduk Bagas,"ajak Nessa,"Bagas mau mesan apa, nanti aku pesani" tanya Nessa kemudian
"Minum saja mbak,"jawab Bagas
Nessa pun memesan minuman untuk Bagas.
"Bagas, langsung saja kenapa aku mau mengajak kamu ketemuan? itu karena Bagas aku mohon batalkan lamaran ini, lihat kamu masih muda masih banyak yang mau. Bagas pernikahan bukan mainan yang tiba-tiba akan bubar, pernikahan adalah ikatan suci antara 2 orang."ucap Nessa
Bagas terkejut mendengar nya, bukan begini yang mau Bagas dengar dari Nessa. Nessa tidak tahu dengan semua yang di rasakan oleh Bagas.
"Bagas, aku tidak mau seperti itu aku mau kelak suamiku akan menerima aku apa adanya. Aku juga tidak mau di dalam rumah ku hadirnya wanita lain. Bagas kalau aku bilang iya, aku takut kamu nanti kecewa. Bagas aku mohon batalkan semuanya sebelum terlambat" kata Nessa menjelaskan nya.
Bagas pun berdiri "Maaf mbak, pernikahan akan tetap terjadi. Kalau mbak mau membatalkan nya, mbak bisa bawa calon mbak dan temukan aku dengan dia, Assamualaikum mbak" ucap Bagas dan pergi meninggalkan Nessa yang hanya diam mendengar ucapan Bagas.
Nessa pun kembali duduk" Maaf Bagas bukannya aku tidak mau, tapi kamu sangat sempurna sedangkan aku tidak sempurna" ucap Nessa dalam hati.
Bagas yang sudah sampai dalam mobil sangat marah dan memukuli stirnya." Aku sangat mencintai mu, tidak ada siapa pun di hatiku dari dulu ataupun Sekarang. Aku akan membuat kamu jadi milikku dengan rela atau terpaksa"ucap Bagas
Bagas pun menelepon mamanya dan Bagas ingin minta supaya pernikahan dia dengan Nessa di percepat.
"Aku akan buat kamu menjadi milik ku dengan cara apa pun juga"ucap Bagas
Nessa pun pulang kerumahnya, rupanya Abi sudah pulang
"Assalamualaikum, Abi....umi..."ucap Nessa pas melihat orang tuanya duduk di ruang tamu.
"Nessa, ayo duduk di sini dulu nak, Abi mau bicara"ucap Abi
Nessa pun mendekati Abi dan uminya,"Ada apa Abi?"tanya Nessa
"Nes, Keluarga Bagas tadi menelepon abi. Mereka akan mempercepat proses pernikahan kalian, Bagas yang minta" kata Abi.
Aku yang mendengarnya sangat terkejut" seharusnya tidak seperti ini, seharusnya Bagas membatalkan nya bukan mempercepat nya"ucap aku dalam hati
"Terserah Abi,aku nurut saja abi...umi aku mau ke atas dulu, mau istirahat"kata aku dan berdiri meninggalkan Abi dan ummi.
Pas aku masuk kekamar, aku pun langsung menelepon Bagas. Tapi beberapa kali aku meneleponnya tapi panggilan aku langsung di matikannya. Aku hanya bisa menarik napas dan sekarang yang tidak habis aku pikiri adalah kenapa dia tetap ngotot ingin menikah dengan aku, sedangkan aku yakin dia pasti tahu siapa aku dengan segudang masa laluku.
Aku pun membaringkan tubuhku, memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.
"Apa aku lari saja?, tapi kalau aku lari dari pernikahan ini bisa-bisa nanti Abi shock, dan umi sedih. Aku binggung"kata Nessa sendiri
Selagi Nessa galau dengan pernikahan ini, tiba-tiba handphone nya berbunyi.Nessa pun membuka pesan chat dan terkejutnya Nessa, rupanya yang mengchat dia adalah Bagas.
"Assalamualaikum, mbak Nessa calon bidadari surgaku maaf kalau aku tadi tidak mengangkat telepon darimu. Bukannya aku tidak mau tapi aku takut nanti aku terbawa emosi dengan mbak. Habisnya setiap kita ketemuan mbak selalu bilang aku tidak mau menikah dengan mu. Dan aku selalu kesal mbak mendengar nya, aku yang melamar mbak berarti aku yang mau menikah dengan mbak karena aku mencintaimu Nessa Maharani. Kalau mbak memikirkan soal usia mbak, dan masa lalu mbak aku sudah mengetahui semuanya. Aku tidak memperdulikan soal itu mbak, yang aku inginkan mbak menjadi seorang isteri yang taat dengan suami dan tahu bagaimana hak dan kewajiban seorang isteri. Kalau mbak masih menolak aku, kita berdua akan tetap menikah Wa'alaikumsalam mbak."
ini adalah pesan yang di kirim oleh Bagas, Nessa yang membacanya sangat terkejut apalagi Bagas sudah mengutarakan semua isi hatinya.
Nessa pun membalas pesan Bagas," Assamualaikum, sebelumnya aku minta maaf Bagas, aku tidak tahu bagaimana perasaan kamu dengan aku. Tapi maaf aku tidak bisa membalasnya, beribu kali aku bilang tidak kamu tetap akan memaksakan pernikahan ini. Bagas aku mau jujur sama kamu, Sebenarnya aku sudah punya pacar. Maaf ya kita tidak bisa melanjutkan semua ini, dan aku juga tidak ada perasaan apa-apa dengan kamu. Carilah seorang perempuan yang bisa menjadi isteri untukmu. Wa'alaikumsalam Bagas".
Aku pun mengakhiri ketikan pesanan aku, aku berdoa semoga Bagas mau mengerti dan membatalkan pernikahan ini. pas aku lihat rupanya pesan aku sudah di baca oleh dia.
Bagas menerima balasan pesanan dari Nessa dan pas Bagas membacanya dia sangat terkejut.
"Ini anak memang mau cari mati, lihat saja kita akan tetap menikah dengan paksaan atau tidak" kata Bagas marah
"Nessa sayang,mamanya Bagas tadi menelepon umi, katanya pernikahan kalian di percepat 2 Minggu lagi"kata umi waktu aku turun dari tangga
Aku yang mendengarnya sangat shock"Bagas..."ucap aku dalam hati
Aku pun bergegas ke luar rumah, tanpa izin dulu dengan umi. Aku pergi ke tempat kerjanya Bagas, aku harus bicara dengan dia.
"Mbak Nessa" panggil suara tersebut
Nessa pun menoleh tapi dia merasa tidak mengenal orang yang memanggil dia tadi.
"Siapa"tanya Nessa
"Aku,Yudhi asistennya mas Bagas"jawab orang tersebut yang ternyata adalah Yudha asistennya Bagas.
"Yudhi aku ingin ketemu dengan Bagas, dia ada kah di dalam atau dia lagi sibuk."tanya Nessa
"Mas Bagas tidak sibuk, ayo ikut aku mbak"kata Yudhi
Nessa pun melangkah pergi dengan Yudhi, mereka tadi Ketemu di lantai bawah. Sedangkan kantor Bagas ada di lantai 3. Nessa hanya diam tapi hatinya tidak tahu bagaimana lagi ada rasa yang tidak dapat dilukis tapi rasa itulah yang harus di hindari.
Tok...tok...tok...
"Masuk"
"Ayo mbak masuk"ajak Yudhi, Nessa pun mengikuti Yudhi masuk keruangan Bagas disana Nessa bisa melihat Bagas yang lagi sibuk dengan kertas kerjanya dengan kacamata yang melekat di hidung nya menambah kadar ketampanan Bagas.
"Astagfirullah" ucap Nessa dalam hati
"Mas ada yang mau menemui mas Bagas" kata Yudhi
"Siapa Yudhi?tanya Bagas dia pun menengok siapa yang ada di depannya.
"Mbak Nessa!"ucap Bagas terkejut
"Mas,mbak aku tinggal dulu"kata Yudhi pergi meninggalkan mereka berdua
"Ayo mbak duduk" ajak Bagas
" Bagas, ada yang mau q omongin,"ucap Nessa langsung
"Iya, tapi duduk dulu mbak" ajak Bagas kembali, akhirnya Nessa duduk di depan Bagas
"Bagas, langsung saja aku kesini mau minta kamu batalin pernikahan ini, kan sudah aku jelaskan kalau aku sudah punya pacar" ucap aku langsung tanpa basa-basi.
"Ayolah, mbak duduk dulu kita bicara baik- baik,"kata Bagas
"Bagas tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, aku ingin kamu membatalkan pernikahan ini. Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau membatalkannya."ucap Nessa sambil terduduk dan terisak
Bagas yang melihat Nessa seperti ini hanya diam, dia pun ikutan duduk.
"Baik, kalau mbak masih mau membatalkan pernikahan ini, aku setuju tapi aku ingin mbak melakukan shalat istikharah selama 3 hari. Kalau dalam 3 hari jawaban mbak masih tetap sama, aku tidak akan memaksa mbak lagi"kata Bagas sambil menarik napas.
Nessa melihati wajah Bagas untuk memastikan apakah semua yang di katakan Bagas bohong. Tapi tidak kelihatan bahwa apa yang dikatakan Bagas bohong.
" Baiklah Bagas, tapi kalau dalam 3 hari tidak ada jawaban. Aku ingin kamu membatalkan pernikahan ini" ucap Nessa tapi ada perasaan sakit waktu Nessa mengatakan hal itu.
Bagas hanya mengangguk mendengar perkataan Nessa."Biarlah semua seperti ini menjadi debu tertiup angin, Mungkin aku harus melepaskan mbak Nessa. Melepaskan semua apa yang aku rasa selama 10 tahun ini." ucap Bagas dalam hati
" Baiklah Bagas, maaf sudah menganggu kamu, assamualaikum" ucap Nessa
"Wa'alaikumsalam,"jawab Bagas
Nessa pun pergi meninggalkan Bagas yang diam melihat kepergian Nessa.
Nessa pulang dengan perasaan lega di hatinya, walaupun belum terlalu lega.
Bagas yang masih ada di kantornya masih terdiam dan malas melakukan apa pun juga. Impian untuk menikah dengan Nessa harus terkubur hidup-hidup.
Nessa pun melakukan shalat istikharah, waktu mimpi malam pertama yang dilihatnya tidak terlalu jelas tampak seorang pria yang berdiri membelangkanginya.
Malam kedua wajah pria tersebut hampir kelihatan, tapi belum terlalu.
Dan malam ini adalah malam terakhir untuk Nessa melaksanakan shalat istikharah. Nessa berdoa semoga bukan Bagas calon imamnya, karena Nessa tidak mau itu terjadi.
Dan shalat istikharah terakhir bagi Nessa, Nessa tahu apa pun keputusan yang akan di ambil olehnya untuk kebaikan dirinya. Tapi keinginan supaya cowok tersebut bukan Bagas, tidak menjadi kenyataan.
Nyatanya di malam terakhir Nessa shalat istikharah dan yang muncul dalam mimpinya adalah Bagas. Nessa bangun dari mimpinya, dia tidak habis pikir kenapa harus wajah Bagas yang ada di dalam mimpinya.
🌼 Keesokan harinya 🌸
selesai melaksanakan shalat subuh, Nessa pun bersiap-siap untuk menemui Bagas. Nessa harus menjawab lamaran Bagas, dan sudah tahu apa yang akan dia jawab.
Nessa pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor Bagas, dia harus menyelesaikan masalah ini.
Bukannya dia tidak mau menikah dia mau menikah, tapi banyak perbedaan antara dirinya dengan Bagas.
Nessa pamit Dengan Abi dan umi, alasannya dia ada janji dengan Arumi. Nessa pun bergegas ke kantor Bagas, dia harus datang duluan dari Bagas.
Nessa menunggu Bagas di depan pintu masuk kantor, tadi dia sudah minta izin dengan satpam nya. Nessa menunggu Bagas Dengan sangat gelisah dia takut Bagas akan marah mendengar keputusan nya. Nessa mondar-mandir kesana kemari.
"Assalamualaikum,"ucap suara dari belakang Nessa
Nessa sangat terkejut dan dia menoleh rupanya sudah ada Bagas yang berdiri dengan di belakang nya.
"Wa'alaikumsalam,"jawab Nessa." ya Allah,tampan banget, astagfirullah"ucap Nessa dalam hati.
"Apa yang di lakukan Nessa disini?, apa dia sudah menemukan jawaban atas shalat istikharah nya?, aku minta dia memilih yang benar"ucap Bagas dalam hati nya.
"hm.., ada apa mbak mencari aku?" tanya Bagas Kemudian
"Bagas ada waktu, ada yang mau aku bicarakan"ucap aku sambil memandangi wajahnya
"Baik, ayo kekantor aku! hari ini aku tidak ada pekerjaan"kata Bagas sambil pergi meninggalkan Nessa.
Nessa pun mengikuti Bagas yang jalan duluan ke kantornya.
sesampainya di dalam ruangan kantornya, Bagas menyuruh Nessa untuk duduk.
"Bagas, aku sudah melakukan shalat Istikharah dan
maaf Bagas aku tidak bisa menikah dengan mu"ucap Nessa sambil menundukkan kepalanya.
Bagas yang mendengarnya hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Bagaimana pun Nessa akan tetap menolaknya.
"Baiklah, mbak aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kalau mbak mau membatalkan nya, baiklah kita akan membatalkan pernikahan ini" ucap Bagas
Nessa yang mendengarnya langsung berdiri dan memberikan tangannya "Terimakasihnya Bagas, maafkan aku Bagas, kalau begitu aku langsung pulang, assamualaikum" ucap Nessa sambil berjalan meninggalkan Bagas.
Bagas hanya terdiam mendengar perkataan Nessa, ada rasa yang tidak dapat di lukiskan di hati ini.
Nessa pulang dengan sangat bahagia karena Mendengar perkataan Bagas.
" Assalamualaikum," ucap Nessa
" Wa'alaikumsalam" jawab umi
" Abi..umi...ada apa? tanya Nessa seperti tidak tahu apa-apa
" Bagas tiba-tiba membatalkan pernikahan, Abi dan umi tidak tahu apa yang terjadi" ucap umi lemah
" Abi..umi mungkin Bagas memang bukan jodohnya aku, sudahlah abi...umi insya Allah akan datang jodoh yang terbaik untuk aku" ucap Nessa
Tapi tiba-tiba abi pergi meninggalkan Nessa dan umi kekamarnya. Nessa yang melihatnya sangat sedih." Pasti abi..umi kecewa dengan apa yang terjadi?, maaf abi...umi.."ucap Nessa dalam hati
1 bulan semenjak kejadian itu, semuanya berubah abi kelihatan diam dan tidak banyak bicara. Lain abi lain Bagas dia memutuskan akan pergi untuk sementara ketempat neneknya yang ada di Malasyia.Dan usahanya disini akan dia serahkan dengan Yudha untuk sementara.
Selama 1 bulan ini Bagas berusaha untuk melupakan Nessa.Tapi hasilnya tetap nihil, ingin rasanya Bagas menculik Nessa dan membuat Nessa Menjadi miliknya. Tapi dia tidak mau melakukannya karena Bagas tidak mau menjadi jahat di depan Nessa.
Bagas sudah menyiapkan semuanya, dia akan tinggal lama di sana.
"Nessa" ucap umi
"Ada apa umi" tanya Nessa sambil mengaduk adonan tepung yang akan dia buat kue.
" Umi dapat kabar dari mamanya Bagas, kalo Bagas akan pergi ke Malaysia dan akan lama tinggal disana" ucap umi dan pergi meninggalkan Nessa yang terdiam mendengar kabar tersebut.
" Kenapa coba aku harus sedih?, kan itu maunya Bagas bukan maunya aku" ucap Nessa dalam hati tapi walaupun Nessa bilang begitu tapi dia masih ke pikiran Bagas.
semalaman Nessa memikirkan Bagas yang akan pergi meninggalkan Indonesia. Ada rasa yang tidak bisa di ucapkan oleh Nessa, rasa yang sebenarnya sudah lama tumbuh di hati Nessa. Tapi rasa takut Nessa yang membuat rasa itu tertutupi.
Nessa pun melaksanakan shalat tahajud, agar hati dan pikiran nya tenang. Dan biar keputusan yang dia ambil sekarang untuk kebaikan semua orang.
selesai shalat subuh, Nessa bersiap-siap untuk pergi. Karena Nessa takut dia akan ke hilangan kesempatan ini. Nessa pun meminta izin dengan Abi dan umi untuk keluar sebentar, dan di sinilah sekarang Nessa berdiri di depan rumah Bagas.
Nessa menekan bel rumah tersebut, setelah tadi minta izin dulu dengan satpam di depan rumah.
Dan pas pintu rumah tersebut terbuka tampaklah seorang wanita tua yang melihat Nessa dari bawah sampai ke atas.
" Iya mau mencari siapa?"tanya wanita tersebut
" Maaf, aku mau ketemu dengan Bagas. Bagasnya ada buk"tanya Nessa
" Oh..Mas Bagas ada, nama kamu siapa nak?"tanya wanita tersebut
" Aku Nessa" ucap Nessa mengenalkan diri
" Baiklah, ayo masuk mbak Nessa"ajak wanita tersebut
Nessa pun mengikuti wanita tersebut untuk masuk ke dalam rumah tersebut.Dan Nessa di persilahkan untuk duduk dulu.
Si mbok ke kamar atas untuk memberi tahu Bagas, bahwa ada yang mencarinya.
Tok...tok....
"Iya masuk," Ucap Bagas dari dalam kamar.
"Mas ada yang mencari mas katanya namanya Nessa" kata si mbok.
Bagas yang lagi sibuk di depan kaca, terkejut waktu si mbok bilang ada Nessa di rumah sepagi ini.
" Mbok, suruh Nessa tunggu! Aku akan turun untuk menemuinya" Ucap Bagas Dengan si mbok.
Mbok pun menutupi pintu kamar Bagas. Dan turun ke bawah untuk menemui Nessa.
" Mbak Nessa, kata mas Bagas dia akan turun.Jadi
mbak Nessa di suruh tunggu." Ucap si mbok.
" Iya mbok" Jawab Nessa
Nessa duduk sambil sekali-sekali melihat handphonenya. Tadi Nessa lupa menanyakan dimana orang tua Bagas.
Selagi Nessa asyik melihat handphonenya, dia tidak sadar kalau di depannya sudah berdiri Bagas.
"Apa kabar mbak?" Tanya Bagas.
"Aku baik, Bagas" Jawab Nessa gugup.
Bagas pun duduk di depan Nessa dan sekali-kali Bagas melihat wajah Nessa.
"Bagas ada yang mau ku bicarakan, itupun kalau kamu tidak sibuk" Tanya Nessa.
"Aku tidak sibuk mbak nanti siang aku akan berangkat ke Malaysia" Ucap Bagas.
"Bagas kamu ke Malaysia bukan karena pembicaraan kita waktu itukan" Tanya Nessa lagi.
"Pembicaraan yang mana mbak" Tanya Bagas.
"Pembicaraan soal pernikahan kita" Jawab Nessa.
"Lupakanlah mbak, mbak juga sudah menolaknya. Aku sadar bahwa aku bukan pendamping yang sesuai untuk mbak"Ujar Bagas sambil menatap wajah Nessa.
"Bagas aku bukannya..." Ucap Nessa binggung karena dia tidak tahu mau bicara apa dengan Bagas.
"Sepertinya tidak ada yang harus di bicarakan lagi mbak, aku lupa kalau aku ada urusan penting" Kata Bagas dan berdiri.
Nessa yang mendengar perkataan Bagas diam dan memandangi Bagas yang mau pergi meninggalkan dirinya.
Nessa berdiri dan tanpa di duga dia memeluk Bagas dari belakang, Bagas terkejut dengan apa yang di lakukan Nessa.
"Mbak ini..."
"Bagas maafkan aku, aku takut kecewa...aku takut semuanya hanya semu belaka. Aku capek terus di sakiti dalam menjalin sebuah hubungan. Apalagi banyak perbedaan antara kita" kata Nessa.
Bagas pun membalikkan badannya dan sambil memegangi wajah Nessa " Lihat aku Nessa, aku memang tidak bisa berjanji apa pun soal pernikahan ini. Tapi yang harus kamu tahui aku mencintaimu sudah sangat lama. Aku tidak peduli bagaimana masa lalu kamu, yang aku inginkan Sekarang adalah masa depan yang akan kita bangun." Ucap Bagas.
" Iya Bagas, aku percaya aku mohon jangan pergi Bagas aku takut" Kata Nessa terisak
Bagas ketawa Mendengar perkataan Nessa" Siapa yang mau pergi" Tanya Bagas.
"Bukannya tadi kamu bilang mau ke Malasyia"Tanya Nessa balik.
" Aku tidak akan pergi kemana- mana karena cintaku di sini" Jawab Bagas Tersenyum.
" Jadi kamu, Bagas kamu menyebalkan" Ucap Nessa sambil mencubit tangan Bagas.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada orang- orang yang memperhatikan mereka berdua dan Tersenyum.
Notes...
Kita bisa memilih dengan siapa kita menikah tapi hati kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta.....