Tema A
Nama peserta : NANHI 🧚
🥀AKU PULANG🥀
Pagi yang cerah menampakkan kilauan cahaya kuning dari ufuk timur. Aku merasa ada keanehan pada lingkungan disekitar. Aku merasa heran, seraya mengernyitkan kening dengan mengedarkan pandanganku ke segala arah.
"Hah, ada apa dengan punggungku?" gumamku yang merasa kaget, setelah menoleh ke belakang.
Terdapat sayap yang menjuntai berwarna putih bersih, menempel di pungungku. Aku langsung memegang sayap putih itu, untuk memastikan penglihatanku. Ya ... ternyata memang benar adanya, aku mempunyai sayap.
Ini bukan mimpi, ini tidak akan pernah jadi mimpi jika halusnya bulu putih itu bisa ku rasakan di batin tangan ku.
Tidak ... jantungku mulai berdegup kencang. Peluh ku mulai keluar, saat retina mata ku menangkap sosok bercahaya yang menatapku dengan sayu.
Dia mendekat kearah diriku yang seakan menjadi batu. Aku tak melihat dia berpijak di tempat ku bersimpuh. Jaraknya denganku hanya terpaut lima langkah. Dia berlutut di hadapanku, mengulurkan ke dua tangan putihnya kearah diriku.
Mataku membulat saat melihat wajahnya yang sangat ku rindukan. "I-ibu ...?" Bulir asin itu mulai membelai pipiku dengan hangat. Aku tidak ingin berkedip, aku tidak ingin sosoknya menghilang dari hadapan ku lagi. Aku tidak ingin dia pergi meninggalkan ku yang tak berjiwa. "I-ibu ...? Ka-kau kah itu ...?"
Dia tersenyum, dia tersenyum kearah diriku yang kaku. Dengan sayup ku dengar dia berkata, "Sayang... selamat datang ...!" Ucapnya dengan lembut seakan memeluk hatiku dengan hangat.
Dengan ragu, ku sambut ulurun tangganya padaku. Perlahan dia membangunkan diriku untuk berpijak berdiri disampingnya. Aku tak bisa memalingkan mataku darinya. Dia begitu indah, dia begitu hangat, dia begitu ku kenal, dia adalah ibuku, ibu yang telah melahirkan ku.
Ku usap bulir asin itu dari pipiku. Dengan ragu, ku tanyakan sesuatu yang telah muncul di pikiranku sejak membuka mata.
"Ibu... Katakanlah sesuatu, aku tidak tau mengapa aku bisa di sini. Tempat apa ini, ibu?" Ku tatap lekat wajahnya, berharap jawaban darinya.
Dia menarik tangan ku pelan mendekat dalam dekapannya.
"Sayang... tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Di sini adalah tempat yang tidak akan membuatmu meneteskan air mata. Sudah cukup penderitaan yang kau alami di sana. Bahagialah di sini, nak. Di sini lah tempatmu yang sebenarnya."
Ku peluk erat dirinya dan berkata, "Aku pulang, Ibu ...!"
Selamat tinggal dunia, aku sudah cukup menelan Pahit yang telah kau berikan untukku. Aku sudah menyerah dengan semua derita yang jatuh menghantam takdirku. Sudah cukup semuanya, aku akan berhenti dan pergi ketempat ku sebenarnya. Dia yang ku sayangi akan bersama ku selamanya.
🌼TAMAT🌼
🥀🥀🥀🍂🍂🍂🌼