NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunang-Kunang Berani Bersaing dengan Bulan

​Di dalam aula utama yang megah, keheningan mematikan menyelimuti udara. Asap dan debu dari gerbang besi yang hancur perlahan menyebar, membingkai sosok Arya yang melangkah masuk seolah-olah ia adalah Dewa Iblis yang merobek kekosongan turun dari Sembilan Langit.

​Mata Arya Mahendra sedingin kolam es purba berusia sepuluh ribu tahun. Tatapannya menyapu seisi ruangan, mengabaikan dekorasi emas dan lampu kristal yang bernilai miliaran, hingga pandangannya jatuh pada Bima Wijaya yang kini pucat pasi, gemetar hebat di sudut ruangan.

​"Arya... K-Kau..." Gigi Bima bergemeretak, kegilaan dan ketakutan bercampur di pupil matanya yang menyusut. "Ayah! Bunuh dia! Cepat suruh Tetua Gu membunuhnya!"

​Hendra Wijaya menelan ludah paksa, menekan teror yang meremas jantungnya. Ia segera menangkupkan tangan, membungkuk dalam-dalam ke arah pria tua berjubah abu-abu di sampingnya. "Tetua Gu, eksistensi Keluarga Wijaya kini sepenuhnya bergantung pada tangan sakti Anda. Mohon, musnahkan iblis kecil ini!"

​Tetua Gu mendengus dingin. Ia perlahan bangkit dari kursi kayu jatinya. Saat ia berdiri, tulang-tulangnya berderak nyaring seperti kacang yang disangrai, memancarkan gelombang Qi murni yang membuat udara di sekitarnya terdistorsi. Jubah abu-abunya berkibar keras meski tidak ada angin yang berhembus.

​"Bocah bermulut kuning, kau memang memiliki sedikit bakat surga," ucap Tetua Gu. Suaranya serak dan berat, dipenuhi arogansi seorang ahli yang telah lama memandang rendah manusia fana. "Mampu memadatkan Qi Pelindung Tubuh di usia semuda ini, kau pasti jenius dari salah satu Sekte Tersembunyi. Tapi di hadapan Kursi Ini, kau hanyalah seekor katak di dasar sumur yang tidak tahu tingginya Langit dan tebalnya Bumi!"

​Arya menghentikan langkahnya. Kedua tangannya masih bertaut santai di belakang punggung. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Tetua Gu dengan sorot mata yang biasa ia gunakan untuk menatap serangga mati.

​"Seekor semut cacat di Tahap Akhir Kondensasi Qi fana berani menyebut dirinya 'Kursi Ini' di hadapanku?" Suara Arya terdengar hambar, tanpa sedikit pun riak emosi. "Bahkan Leluhur Pendiri sektemu tidak layak membawa sepatu untukku. Berlutut, hancurkan Dantian-mu sendiri, dan aku akan menyisakan mayat yang utuh untukmu."

​"Lancang! Kau mencari mati!"

​Mata Tetua Gu seketika melebar, meledakkan Niat Membunuh yang pekat ke udara. Sebagai Tetua Tamu Sekte Harimau Besi, kapan ia pernah dihina sedemikian rupa oleh seorang junior tak dikenal?

​BUM!

​Tetua Gu menghentakkan kakinya. Lantai marmer di bawahnya hancur berkeping-keping menjadi bubuk batu. Tubuhnya melesat maju bagaikan kilatan petir, kecepatannya meninggalkan rentetan bayangan samar di udara. Kesepuluh jarinya membentuk cakar ganas yang diselimuti oleh cahaya Qi berwarna keabu-abuan.

​"Seni Rahasia Sekte Harimau Besi: Cakar Pemecah Gunung!" teriak Tetua Gu. Udara meledak di bawah tekanan cakarnya, menghasilkan suara auman harimau ilahi yang memekakkan telinga. Gelombang kejut dari serangan itu bahkan membuat pilar-pilar ruangan bergetar hebat.

​Hendra dan Bima Wijaya menatap dengan mata berbinar penuh kelegaan. Mati kau, Arya! Di bawah serangan kekuatan penuh Tetua Gu, bahkan pelat baja padat pun akan robek menjadi ketiadaan!

​Namun, menghadapi pukulan mematikan yang bisa menghancurkan gunung dan membelah lautan fana itu, Arya sama sekali tidak mengubah ekspresinya. Ia hanya mengangkat tangan kanannya perlahan. Gerakannya tampak lambat bagaikan daun musim gugur yang melayang, namun secara ajaib mendahului kecepatan Tetua Gu dan mengunci pusaran energinya.

​Arya tidak mengepalkan tangan, apalagi menggunakan teknik bela diri tingkat tinggi. Ia hanya mengayunkan punggung tangannya dengan santai ke depan, layaknya mengusir lalat yang berdengung.

​"Hanya kunang-kunang yang berani bersaing dengan cahaya rembulan."

​PLAAAK!

​Suara tamparan keras bergema luar biasa nyaring, memecah auman harimau ciptaan Tetua Gu seketika.

​Pemandangan yang terjadi selanjutnya membuat jiwa Hendra dan Bima nyaris hancur berkeping-keping.

​Qi pelindung keabu-abuan kebanggaan Tetua Gu hancur lebur layaknya kaca rapuh yang dihantam palu godam raksasa. Wajah keriput Tetua Gu terpelintir secara mengerikan saat punggung tangan Arya mendarat dengan telak di pipinya.

​"Puah!"

​Tetua Gu memuntahkan seteguk darah esensi bercampur belasan gigi yang hancur. Tubuhnya terpelanting ke belakang dengan kecepatan sepuluh kali lipat dari saat ia menyerang. Ia menghantam dinding beton penahan mansion hingga retak membentuk jaring laba-laba raksasa, sebelum akhirnya jatuh berguling-guling di lantai layaknya anjing mati.

​Keheningan yang mencekik kembali turun.

​Tetua Gu, seorang ahli bela diri puncak yang ditakuti di seluruh penjuru kota, dilumpuhkan hanya dengan satu tamparan ringan!

​"Dantian-ku... Kau... Kau menghancurkan lautan Qi-ku..." Tetua Gu merintih putus asa. Matanya membelalak penuh horor menatap perutnya (Dantian) yang kini bocor, menguapkan seluruh energi spiritual yang telah ia kumpulkan dengan susah payah selama enam puluh tahun. Hanya dalam satu jentikan jari, fondasi kultivasinya musnah, mengubahnya dari seorang master menjadi pria tua renta yang tak berguna.

​Arya menurunkan tangannya, lalu melangkah pelan mendekati Bima Wijaya yang kini berlutut di lantai, celananya basah oleh cairan kekuningan. Niat Membunuh dari Kaisar Immortal Lin Tian kini mengunci setiap jengkal ruang di ruangan tersebut.

​"Kini, tidak ada lagi yang bisa menutupi langit untukmu," bisik Arya, suaranya menjatuhkan vonis absolut dari Penguasa Dao.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!