NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

melihat senyummu

Perjalanan pulang terasa jauh lebih tenang dibanding saat mereka berangkat tadi.

Shintia duduk diam di kursi penumpang sambil sesekali melirik jalanan di luar kaca mobil. Entah kenapa pikirannya masih penuh dengan Raffa, Sikapnya, tatapannya juga.

Dan tentang cara pria itu bicara seolah mereka sudah saling mengenal lama.

Sedangkan Raffa terlihat fokus menyetir. Sesekali pria itu melirik Shintia lalu tersenyum kecil sendiri.

“Nanti kalau aku pergi, jangan lupa makan teratur,” ucapnya tiba-tiba.

Shintia langsung menoleh.

“Kamu ngomong kayak mau merantau tiga tahun.”

“Kan aku peduli.”

“Baru kenal dua hari.”

“Perasaan gak bisa dihitung pakai kalender.”

Shintia menghela napas panjang pasrah.

“Capek aku lawan kamu.”

“Berarti menang aku.”

“Ih pede banget.”

Raffa terkekeh pelan.

Tak lama kemudian mobil hitam itu berhenti di depan rumah Andreas. Raffa turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Shintia.

“Terima kasih sudah mau diajak jalan,” ucapnya santai.

Shintia berdiri sambil memegang tas kecilnya.

“…Makasih juga.”

Raffa menatapnya cukup lama sampai Shintia salah tingkah sendiri.

“Apa?” tanya gadis itu cepat.

“Lucu.”

“Apaan sih.”

Raffa tersenyum kecil lalu mengangkat tangannya pelan mengacak pucuk kepala Shintia singkat.

Refleks Shintia langsung melotot.

“RAFFA!”

Pria itu malah tertawa puas.

“Oke, aku pergi dulu.”

Shintia mendelik kesal sambil membenarkan rambutnya sendiri. Namun sebelum masuk mobil, Raffa sempat berkata pelan...

“Jangan lupa simpan nomor aku.”

Lalu pria itu masuk kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Andreas. Shintia berdiri beberapa detik di halaman rumah sambil memandangi mobil hitam itu menjauh.

Dan sialnya… Hatinya terasa sedikit kosong.

“Apaan sih…” gumamnya pelan sambil menepuk pipinya sendiri.

Begitu masuk rumah, suasana terlihat lebih sepi dari tadi pagi.

Mama sedang melipat pakaian di ruang keluarga sementara Ayah duduk santai membaca berita di tablet.

“Kak Andreas mana?” tanya Shintia sambil duduk di samping mamanya.

Mama menoleh sekilas.

“Keluar.”

“Kerja?”

“Katanya ada urusan.”

Shintia mengernyit kecil.

Hari ini Sabtu.Setahunya bank libur.

Andreas biasanya paling malas keluar rumah kalau bukan urusan penting. Bahkan sejak kematian tunangannya dulu, kakaknya jauh lebih sering menghabiskan waktu sendirian.

Makanya tadi pagi saat Andreas terlihat santai membiarkannya pergi bersama Raffa saja sudah cukup mengejutkan.

Namun sekarang malah keluar lagi, aneh.

“Mungkin meeting,” sahut Ayah santai.

Shintia hanya mengangguk kecil walaupun rasa penasarannya belum hilang.

Belum sempat ia naik ke kamar… Ponselnya tiba-tiba berdering. Nama Tari muncul di layar.

Shintia langsung mengangkat.

“Halo?”

“SHINTIAAA!” suara heboh Tari langsung terdengar dari seberang telepon.

Shintia refleks menjauhkan ponsel dari telinga.

“Astaga, kenapa teriak-teriak?!”

“Temenin gue ke mall sekarang!”

“Hah? Malas.”

“Ayolah! Gue butuh temen.”

“Tari…”

“Pokoknya lima belas menit lagi gue jemput!”

Tut.

Sambungan langsung diputus. Shintia melongo tidak percaya.

“Dasar manusia barbar.”

Mama langsung tertawa kecil melihat ekspresinya.

“Tari lagi?”

“Iya Ma.”

“Ya sana pergi.”

Akhirnya dengan malas-malasan Shintia naik ke kamar lalu berganti pakaian. Namun selama bersiap, pikirannya tetap tidak tenang.

Beberapa kali ia tanpa sadar membuka kontak baru di ponselnya.

Raffa.

Nama itu terpampang jelas di layar. Shintia buru-buru mengunci ponselnya lagi.

“Kenapa malah diliatin sih…” gumamnya malu sendiri.

Tak lama kemudian Tari datang menjemput dengan motor.

Begitu melihat Shintia keluar rumah, gadis itu langsung menyipit curiga.

“Lo kenapa?”

“Hah?”

“Muka lo beda.”

“Beda apaan?”

“Kayak orang habis jatuh cinta.”

Shintia langsung tersedak sendiri.

“NGACO!”

Tari tertawa puas.

“Eh serius deh. Ada apa?”

“Gak ada.”

“Bohong.”

Shintia cepat-cepat memakai helm. Ia jelas tidak mungkin cerita soal Raffa.

Kalau Tari sampai tahu ada laki-laki super tampan datang ke rumah Andreas, mengaku pacarnya, lalu mengajaknya ke pantai… Bisa heboh satu kampus.

Jadi sepanjang perjalanan ke mall, Shintia mati-matian mengalihkan topik pembicaraan.

Mereka akhirnya sampai di mall yang cukup ramai.

Tari langsung sibuk menyeret Shintia masuk ke beberapa toko pakaian.

“Yang ini lucu gak?”

“Bagus.”

“Kalau yang ini?”

“Bagus.”

Tari langsung melirik curiga.

“Lo kenapa sih? Dari tadi bengong.”

“Enggak.”

“Shintia…”

“Apa lagi…”

Tari menyipitkan mata.

“Fix. Ada laki-laki.”

“GAK ADA!”

“Wah keras banget nolaknya.”

Shintia langsung berjalan cepat masuk ke toko lain agar sahabatnya berhenti menginterogasi.

Namun saat mereka melewati area café di lantai dua… Langkah Shintia tiba-tiba berhenti. Matanya membesar.

“Tari…” gumamnya pelan.

“Hm?”

“Itu…”

Tari ikut menoleh ke arah yang ditatap Shintia.

Dan detik berikutnya, Tari langsung ikut terdiam.

Di dalam café dekat jendela… Andreas terlihat duduk berhadapan dengan seorang wanita.

Wanita itu cantik.

Rambut panjang bergelombang dengan pakaian elegan berwarna krem. Senyumnya lembut saat berbicara dengan Andreas.

Dan yang paling mengejutkan… Andreas terlihat tersenyum kecil.

Bukan senyum formal, bukan senyum basa-basi.

Tapi senyum hangat yang sudah lama sekali tidak pernah Shintia lihat.

“Ya Allah…” bisik Shintia pelan.

Tari langsung menoleh heboh.

“Itu kakak lo?!”

Shintia mengangguk pelan masih syok. Ia benar-benar tidak menyangka.

Sejak kematian tunangannya karena kecelakaan beberapa tahun lalu, Andreas seperti menutup dirinya rapat-rapat.

Kakaknya tetap hidup normal, tetap bekerja, tetap menjaga keluarga mereka.

Tapi Shintia tahu… Ada bagian dari Andreas yang ikut mati hari itu.

Makanya melihat pria dingin itu duduk bersama wanita lain terasa begitu asing.

Dan anehnya…

Mata Andreas terlihat jauh lebih hidup.

“Itu pacarnya?” bisik Tari semangat.

“Gak tahu…”

Shintia memperhatikan dari jauh.

Wanita itu mengatakan sesuatu lalu Andreas tertawa kecil.

Kecil sekali.

Namun cukup membuat dada Shintia menghangat.

Karena akhirnya…

Akhirnya kakaknya terlihat membuka hati lagi.

Tanpa sadar sudut bibir Shintia ikut terangkat pelan.

Tari langsung menyenggol lengannya.

“Eh senyum-senyum.”

“Aku seneng aja…”

“Hm?”

“Udah lama kakakku gak kayak gitu.”

Tari ikut melunak.

Ia memang tahu sedikit tentang masa lalu Andreas.

Dan sekarang melihat pria itu perlahan bangkit lagi terasa seperti kabar baik.

Namun di tengah rasa hangat itu…

Pikiran Shintia tiba-tiba melayang pada seseorang lain.

Raffa.

Entah kenapa wajah pria jahil itu muncul lagi di kepalanya. Cara Raffa tertawa, cara pria itu menatapnya di pantai tadi. Dan cara suaranya berubah serius saat berkata...

“Aku gak akan nyakitin kamu.”

Deg.

Shintia buru-buru menggeleng kecil.

“Kenapa lagi?” tanya Tari heran.

“Enggak…”

Namun pipinya mulai memanas lagi tanpa alasan jelas.

Dan itu membuat Tari langsung melotot curiga.

“NAH KAN! ADA COWOK!”

“DIEM TARI!”

"biasa aja nyonyah..."

"habisnya kamu bawel mulu, cowok mulu."

"iya lagian kamu ngelamun mulu."

Shintia tidak menjawab, pergi dan cuek.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kenapa Shintia belum mendaftarkan diri? Raffa sedikit kecewa😟 donggg
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh ciiieee Shintia seperti nya sudah jatuh cinta sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan: Ciieee Asyik dong 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
gk cape ya Raffa gombal mulu sama shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ya ampun... Raffa jail banget sama Shintia😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Raffa ajak Shintia ke Pantai😆😆
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan galak² Shintia nnt jatuh cinta dg Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh seperti ny Raffa emng jatuh cinta dg Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa blg kekasih Shintia ke Andreas 😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia gk tahu klo Raffa itu CEO yaa😆
Sharah ArpenLovers Khan
Cieee Shintia di blg cantik 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!