NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Kebohongan yang Mulai Runtuh

Suasana vila di kawasan Puncak itu terasa mencekam.

Udara dingin pegunungan yang biasanya menenangkan justru terasa menyesakkan bagi Kesya.

Wanita itu berdiri membeku di tengah ruang tamu mewah dengan wajah pucat pasi.

Tangannya gemetar hebat.

Di hadapannya, Adrian duduk di kursi roda dengan sorot mata dingin yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Tatapan itu tidak lagi menyimpan kepercayaan.

Tidak ada lagi kelembutan.

Yang tersisa hanyalah kekecewaan dan kemarahan yang selama ini tertahan.

Sementara Dimas berdiri di samping Adrian sambil memegang tablet berisi rekaman CCTV yang baru ditemukan.

"Kau masih ingin berbohong?" tanya Adrian pelan.

Nada suaranya tenang.

Namun justru ketenangan itulah yang membuat Kesya semakin ketakutan.

"A-Adrian, dengarkan aku dulu..."

"Dengar apa?"

Adrian menyela.

"Tiga tahun aku mempercayaimu."

Kesya menelan ludah.

"Kau mengatakan bahwa kau mempertaruhkan nyawamu demi menyelamatkanku."

"Karena memang begitu..."

"Bohong!"

Suara Adrian menggema memenuhi ruangan.

Kesya tersentak.

Untuk pertama kalinya sejak mereka saling mengenal, Adrian benar-benar kehilangan kesabarannya.

Pria itu menunjuk layar tablet.

"Kalau kau yang menyelamatkanku, lalu siapa wanita di rekaman ini?"

Tubuh Kesya langsung membeku.

Video itu terus diputar.

Menampilkan sosok Naya yang berlari menerjang hujan deras.

Menampilkan Naya yang berusaha membuka pintu mobil yang ringsek.

Menampilkan Naya yang menyeret tubuh Adrian menjauh dari ledakan.

Dan yang paling menyakitkan...

Menampilkan Kesya yang datang setelah semuanya selesai.

Wajah Adrian mengeras.

"Jawab aku."

Kesya mulai menangis.

"Aku... aku bisa menjelaskan..."

"Kalau begitu jelaskan."

Wanita itu mundur beberapa langkah.

Pikirannya kacau.

Selama tiga tahun, ia yakin rahasia itu tidak akan pernah terbongkar.

Namun sekarang semuanya berada di depan mata Adrian.

Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

"Aku memang bukan orang yang menarikmu keluar dari mobil."

Kalimat itu akhirnya keluar.

Jantung Adrian seperti diremas.

Meskipun ia sudah mengetahui kebenarannya, mendengar pengakuan langsung dari Kesya tetap terasa menyakitkan.

"Jadi kau mengakuinya."

Air mata terus mengalir di pipi Kesya.

"Aku hanya memanfaatkan kesempatan."

Tatapan Adrian berubah semakin dingin.

"Kau mencuri identitas penyelamatku."

"Aku mencintaimu!"

Kesya berteriak.

"Aku melakukan semuanya karena mencintaimu!"

"Kau menyebut ini cinta?"

Suara Adrian terdengar rendah.

"Cinta tidak dibangun di atas kebohongan."

Ruangan kembali sunyi.

Kesya terisak.

Namun Adrian tidak lagi merasa iba.

Tiga tahun.

Selama tiga tahun ia hidup dalam kebohongan.

Lebih buruk lagi...

Selama tiga tahun ia mengabaikan wanita yang benar-benar menyelamatkan nyawanya.

Naya.

Nama itu kembali memenuhi pikirannya.

Bayangan Naya yang menangis di malam pernikahan.

Naya yang dipaksa menandatangani perjanjian.

Naya yang terluka karena kopi panas.

Naya yang selalu menundukkan kepala setiap kali berbicara dengannya.

Rasa bersalah kembali menghantam dadanya.

Sangat keras.

Dimas yang sejak tadi diam akhirnya membuka sebuah map cokelat.

"Tuan Adrian."

"Apa lagi?"

"Kami menemukan sesuatu."

Dimas mengeluarkan beberapa lembar rekening koran.

Tatapan Adrian langsung berubah tajam.

"Apa itu?"

"Transfer dana."

Dimas meletakkan dokumen itu di meja.

"Dalam tiga tahun terakhir, Nona Kesya menerima beberapa transfer dalam jumlah besar dari rekening anonim."

Kesya langsung panik.

"Waktu itu aku..."

"Diam!"

Bentakan Adrian membuat wanita itu gemetar.

Dimas melanjutkan.

"Jumlah totalnya mencapai miliaran rupiah."

"Miliaran?"

"Ya, Tuan."

Adrian menyipitkan mata.

Instingnya langsung bekerja.

Ini bukan sekadar kebohongan cinta.

Ada sesuatu yang lebih besar.

Sesuatu yang selama ini tersembunyi.

"Siapa pengirimnya?"

"Kami masih menyelidikinya."

Kesya terlihat semakin pucat.

Tatapan Adrian tidak pernah lepas darinya.

"Kau bekerja untuk siapa?"

"Aku tidak bekerja untuk siapa pun."

"Kau berbohong lagi."

Kesya menangis semakin keras.

Namun kali ini Adrian sama sekali tidak terpengaruh.

Pria itu bisa melihat ketakutan yang berbeda di wajah wanita tersebut.

Bukan takut kehilangan dirinya.

Melainkan takut pada seseorang.

Seseorang yang jauh lebih berbahaya.

Seseorang yang belum mereka ketahui identitasnya.

Tiba-tiba...

Ponsel Dimas bergetar.

Pria itu segera mengangkat panggilan.

Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah drastis.

"Tuan Adrian."

"Ada apa?"

Dimas tampak ragu.

Namun akhirnya ia berkata,

"Tim keamanan baru saja menghubungi saya."

Jantung Adrian mendadak tidak tenang.

"Masalah apa?"

Dimas menarik napas panjang.

"Seseorang mencoba masuk ke kediaman Anda satu jam yang lalu."

Tubuh Adrian langsung menegang.

"Siapa targetnya?"

Dimas menatap layar ponselnya.

Lalu perlahan menjawab,

"Nyonya Naya."

Brak!

Adrian langsung berdiri setengah dari kursi rodanya dengan wajah berubah pucat.

Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan tiga tahun lalu, rasa takut benar-benar menguasainya.

Karena kali ini...

Yang berada dalam bahaya adalah wanita yang telah menyelamatkan hidupnya.

Bersambung ke Bab 10

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!