NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. PUTRI YANG DIKUTUK

Napas Rowan terasa berat ketika mendengar soal kutukan terlebih gadis yang sudah menolong banyak orang kerasukan roh jahat.

"Dikutuk?" ulang Rowan.

"Nona Cecilia memiliki kemampuan spiritual sejak lahir, karena keluarga Kerajaan Donovan dari Ratu pertama adalah seorang God of Maiden, Gadis Dewa. Dan setiap keturunan langsung Donovan akan memiliki kemampuan spiritual. Mereka dapat melihat roh, arwah, makhluk yang tidak dapat dilihat manusia biasa. Mereka adalah penghubung manusia dan Dewa, manusia dengan roh bahkan iblis. Dan Nona Cecilia memiliki kemampuan Sang Ratu. Karena itulah mereka menjadikannya kunci ritual," jelas Garrick.

Rowan terkesima dengan pemaparan Garrick ini. "Gadis Dewa? Jadi mereka ingin mengorbankannya?"

"Bukan dikorbankan, tapi menggunakan kemampuan ritual dari garis keturunan sang Ratu Pertama Donovan untuk membuka Gerbang Arwah secara paksa," jawab Garrick dengan nada kesal akan hal yang ia katakan ini. Jawaban itu terdengar pahit baginya.

"Cecilia membuka Gerbang Arwah? Manusia bisa melakukannya?" Rowan terkejut karena sejauh yang ia tahu, yang mampu membuka Gerbang Arwah hanyalah para Dewa atau Iblis itu sendiri.

"Bisa, itulah kenapa Ratu Pertama Donovan dan keturunannya disebut Gadis Dewa. Mereka memiliki energi dewa, itulah sebabnya mereka melakukan ritual yang berhubungan dengan dewa atau pun roh," jelas Garrick.

"Lalu apa yang terjadi saat Gerbang Arwah terbuka?" tanya Rowan.

"Saat gerbang terbuka Bukan hanya Abyss yang muncul tetapi ribuan, puluhan ribu, bahkan mungkin ratusan ribu roh keluar dari sana seperti badai." Mata Garrick seolah melihat pemandangan itu kembali.

"Menurut Nona Cecilia suara mereka memenuhi seluruh dunia. Jeritan, ratapan, permohonan, amarah. Semuanya bercampur menjadi satu. Dan Nona hanya seorang gadis muda tidak mampu menahannya beban di luar daya tampung indera manusia biasa," kata Garrick dengan nada sedikit melemah di akhir.

Rowan membayangkan situasi itu. Bahkan dirinya yang merupakan kesatria sekali pun mungkin akan kehilangan kewarasan jika banyak suara dengan banyak emosi memenuhi pendengaran tanpa henti, apalagi seorang gadis muda.

"Dan kemudian?" tanya Rowan.

Garrick terdiam beberapa saat. Lalu berkata pelan, "Nona berteriak kepada Abyss agar semua suara itu berhenti. Nona berteriak 'Diam'. Hanya satu kata. Namun kata itulah yang mengubah segalanya. Lalu seluruh kerajaan perlahan membatu."

Rowan membeku. "Semua?"

"Ya. Manusia, hewan, tumbuhan, bahkan angin sekali pun rasanya membeku. Tidak ada yang tersisa. Seluruh Donovan berubah menjadi kerajaan batu dalam hitungan detik," jawab Garrick dengan tangan mengepal dan wajah mengernyit sedih.

Angin berhenti. Suasana terasa begitu berat sekarang rasanya.

Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara. Bahkan Rowan kesulitan memroses cerita itu karena terdengar tidak masuk akal. Mustahil dan tidak logis.

Namun masalahnya ... Rowan sendiri pernah melihat Abyss. Pernah melihat dunia hampir hancur oleh entitas yang semua orang anggap dongeng pengaantar tidur selama ini.

Rowan pernah melihat keajaiban dan kengerian yang tidak dapat dijelaskan. Bahkan kehadiran Dewa itu sendiri dalam perang melawan Abyss.

Jadi cerita Garrick justru terasa sangat mungkin.

"Apa yang terjadi setelah itu?" tanya Rowan.

Garrick menjawab perlahan. "Saat itu aku dan kesatria lainnya sedang berada di luar negeri. Kami dikirim Raja untuk urusan diplomasi antar kesatria seminggu sebelum ritual terjadi. Ketika kami kembali tepat di hari kejadian, kami melihat cahaya gelap memenuhi kerajaan dan saat kami berkuda memasuki gerbang, semua membatu," jawab Garrick.

Garrick masih mengingat hari itu. Ia tidak akan pernah melupakannya. Bagaimana jalanan kosong. Tidak ada suara. Tidak ada kehidupan. Penduduk dan bangunan yang berdiri megah membatu. Bahkan burung di udara berubah menjadi batu dan jatuh di jalanan.

Pemandangan yang menjadi mimpi buruk hingga saat ini.

"Kami berlari ke istana. Dan menemukan Nona Cecilia terbaring di alun-alun di tengah semua orang termasuk Raja dan para bangsawan yanh berubah menjadi batu. Nona tidak sadarkan diri. Dan menjadi satu-satunya manusia hidup yang tersisa." Suara Garrick bergetar, menahan rasa sedih setiap kali mengingat semua orang yang ia kenal di sana membeku menjadi batu.

Rowan menunduk. Membayangkan betapa mengerikannya keadaan itu.

"Nona menceritakan semuanya saat sudah siuman.Dan kami hampir tidak mempercayainya. Namun kenyataan berada tepat di depan mata bahwa seluruh kerajaan membatu. Kemudian hal yang lebih aneh terjadi Ketika kami sedang kebingungan, saat itu kami melihat Abyss." Suara Garrick seperti tercekat.

Rowan langsung menatap pria paruh baya itu

"Dalam wujud perempuan dan diselimuti aura kegelapan. Dia mengatakan sesuatu," kata Garrick.

"Apa?" tuntut Rowan.

"Jika kami ingin mengembalikan semuanya dan membebaskan Donovan dari pembekuan. Maka kami harus mengumpulkan relik yang membuka Gerbang Arwah yang pecah dan terpencar entah kemana saat Abyss keluar dari gerbang. Menurut Abyss seluruh kehidupan Donovan kini berada di dalam Gerbang Arwah. Dan hanya relik-relik itu yang dapat mengembalikan mereka. Itulah alasan kami melakukan berburu relik. Kami mencuri relik selama ini karena ketika kami bicara baik-baik tidak berhasil pada mereka," kata Garrick.

Rowan terus mendengarkan.

"Nona adalah satu-satunya orang yang dapat mengembalikan rumah, keluarga, dan teman-teman kami di Donovan. Terlebih kami adalah kesatria Nona Cecilia yang sudah bersumpah akan selalu menjaganya. Dan itulah alasan aku serta yang tidak pernah meninggalkan Nona Cecilia. Karena dia adalah harapan kami yang tersisa," kata Garrick dengan nada memelan.

Rowan menatapnya.

Garrick tersenyum tipis. "Meskipun Nona berkali-kali menyuruh kami pergi. Berkata kalau semua adalah salahnya karena membuka Gerbang Arwah. Namun aku menolak. Begitu pula yang lain. Nona adalah Tuan Putri kami. Dan kami adalah kesatrianya. Sesederhana itu."

Rowan benar-benar memahami hubungan mereka. Bukan sekadar kesetiaan, melainkan keluarga, sekaligus satu sama lain saling membutuhkan untuk saling menguatkan. Mereka adalah saksi hidup atas bencana yang terjadi.

Setelah beberapa saat Rowan kembali bertanya. "Satu hal lagi. Sejak kapan Cecilia bisa melihat roh?"

Senyum kecil muncul di wajah Garrick. Pertanyaan itu membawanya pada kenangan lama.

"Sejak kecil. Nona sering berbicara sendiri. Aku pertama kali menganggapnya aneh. Mungkin hanya imajinasi anak-anak. Tetapi kemudian, suatu hari ketika Nona berumur lima tahun. Nona mengatakan sesuatu yang membuatku percaya," ujar Garrick.

Rowan menunggu.

"Aku sedang mengawalnya bermain di taman. Lalu Nona menatap ke sampingku. Dan bertanya 'Siapa perempuan itu?' Padahal aku sendirian. Aku menganggapnya bercanda." Garrick tertawa kecil mengingatnya.

"Lalu?"

"Nona Cecilia berkata 'Perempuan itu bernama Sofie. Dia bilang dirinya sudah tidak sakit lagi. Dan sekarang akan pergi ke tempat yang damai," lanjut Garrick.

Keheningan menyelimuti mereka.

Rowan bertanya pelan, "Siapa Sofie?"

Senyum Garrick menghilang dan menjawab, "Ibuku. Beliau sakit cukup lama. Keracunan miasma ketika mencari herbal di hutan. Dan saat itu ibuku rupa sedang sekarat. Nona Cecilia tidak mungkin mengetahui nama ibuku. Tetapi Nona mengatakannya dengan tepat. Dan bukan hanya itu, Nona juga mengatakan bahwa Sofie yang dia lihat bilang adikku sendirian sekarang dan menyuruhku cepat pulang karena dia terus menangis."

"Ibumu ..." Rowan tak kuasa meneruskan ucapannya.

Garrick mengangguk. "Aku langsung meminta izin pulang setelah mendengarnya. Dan ketika sampai ... ibuku sudah meninggal sehari sebelumnya, hari saat Nona mengatakan soal perempuan bernama Sofie itu."

Rowan tidak berkata apa-apa.

"Aku tidak pernah meragukannya lagi sejak saat itu. Karena tidak mungkin seorang anak kecil mengarang hal seperti itu. Nona Cecilia benar-benar melihat mereka yang telah meninggal. Dan berbicara dengan mereka," lanjut Garrick.

Hening untuk waktu yang cukup lama.

Rowan hanya menatap lapangan. Pikirannya dipenuhi banyak hal.

Tentang Donovan.

Tentang Gerbang Arwah.

Tentang Abyss.

Tentang Cecilia.

Gadis itu ternyata menanggung beban jauh lebih besar dari pada yang ia bayangkan.

"Lalu soal kutukan pada diri Cecilia-"

Namun sebelum Rowan sempat bertanya lebih jauh-

"Aaaaaahhhhhh!!"

Jeritan melengking terdengar dari dalam kediaman.

Rowan langsung berdiri secara spontan, begitu pula Garrick.

Keduanya saling bertukar pandang, lalu segera berlari menuju ke kediaman.

"Ada apa?!" Garrick bertanya.

"Terdengar dari dalam!" sahut Rowan

"Cepat!"

Para kesatria lain juga ikut bergerak, takut kalau ada bahaya dan serangan dari pihak luar.

Suara langkah kaki memenuhi halaman. Mereka berlari melewati koridor, ruang tamu, tangga utama.

"Aaaaahhhhhhh!"

Jeritan itu terdengar lagi. Lebih keras dan dekat, berasal dari lantai dua area kamar tamu.

Jantung Garrick langsung berdegup kencang. Karena hanya ada satu orang yang berada di sana.

Cecilia.

"Tidak ... Nona," gumam Garrick panik. Larinya semakin cepat.

Rowan berada tepat di belakang Garrick.

Para pelayan terlihat panik di koridor la tai dua. Beberapa bahkan menangis.

Salah seorang pelayan perempuan menunjuk lorong dengan tangan gemetar.

"Itu di sana!" beritahu sang pelayan ke arah kerumunan para pelayan di koridor depan kamar tamu.

Garrick tidak menunggu lagi. Ia menerobos kerumunan untuk mencapai pintu kamar Cecilia. Lalu mendengar sesuatu dari balik pintu; sebuah tangisan perempuan.

Namun bukan tangisan biasa. Melainkan tangisan yang dipenuhi ketakutan yang sangat dalam.

Dan semua orang yang datang membeku di tempat.

Karena di tengah kamar, Cecilia akhirnya terbangun. Namun gadis itu sedang terduduk di atas ranjang. Wajahnya pucat pasi denhan tubuh gemetar hebat. Air mata membanjiri pipi sang gadis.

Dan yang paling mengerikan adalah mata Cecilia tidak sedang melihat kamar itu.

Tidak sedang melihat mereka.

Tatapan Cecilia menembus sesuatu yang tidak dapat dilihat siapa pun. Seolah ia sedang melihat seseorang ... atau sesuatu yang berada tepat di depan ranjangnya.

Sesuatu yang tidak dapat dilihat orang biasa. Sesuatu yang membuat putri pemberani itu gemetar ketakutan.

Amat sangat ketakutan.

Dan tidak ada seorang pun di ruangan itu yang tahu ... apa sebenarnya yang sedang dilihat Cecilia saat ini.

1
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
serem bgt mbayanginya...
Jelita S
lanjut thor 😍
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
eaaalaahhh main tiyum² ajaaaaa..😅
Nisfu Romadhon: kan Lowan tuka k🫢🫢🫢🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!