Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELUARGA BARU
Setelah memenangkan suasana bima mengajak Andi, Bayu dan Dimas untuk membantunya memasak.
"Bang Bayu kumpul kayu dulu kita mau bakar ikan
Kebetulan aku ada tangkap ikan tadi pagi
Ucapan bima
"Aku harus lakuin apa bim?
Tanya Andi ke bima.
"Oyah bang Andi bersihkan ikan di sungai.
"Baiklah
"Truss aku bima ?
Tanyakan Bayu ke bima
"Bang Bayu bantu aku di dapur siapkan bahan-bahannya
Aku juga mau masak nasi untuk kita.
"Baik dek Bima.
Mereka berempat seperti keluarga yang harmonis, memasak sambil bercanda.
"Baru kali ini aku merasa tidak ada Beban dalam hidup
Ucap Dimas dalam hatinya
"Aku seperti terbebas dari cengkraman duri yang lebat
Ucapan Bayu dalam hatinya.
"Terimakasih tuhan, aku sudah menemukan keluarga baru.
Andi pun mengucapkan rasa syukur dalam hatinya
Mereka bertiga baru merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
"Baiklah ikannya sudah siap.
Ucap bima.
"Wah enak sekali.
"Eh Andi hapus air liur mu,
Ucap Dimas
"Hahahaha mereka semua ketawa
"Makan yang banyak bang, karna setelah ini ada yang harus kita lakukan
"Baiklah Bim.
Setelah makan mereka semua istirahat sejenak,
Bayu bertanya kepada bima.
"Oyah Bim tadi kamu bilang ada yang harus kita lakukan setelah makan.
"Yaa memang ada, tapi kita istirahat dulu karna sebentar lagi kita harus keliling kampung.
"Buat apa kita keliling kampung bima?
Tanya dimas
"Aku mau mengajak Abang-abang sekalian pergi minta maaf kepada warga kampung.
Mereka bertiga kaget
"Apaaaaa...
"Tapi bima kami takut
"Iya bima aku juga takut
"Ya bima, ada dua hal yang kami takutkan
Takut di amuk warga dan juga takut di bawa paksa kembali ke bos
"Klau soal itu tengah aja bang ada aku di sini.
"baiklah kalau bima sudah berkata seperti itu kami percaya
"pas jam 10 kita berangkat.
"siap Bim.
pas jam 10 siang mereka mulai berkeliling dari rumah kerumah untuk minta maaf dengan di temani bima.
Sampaikan di warung Bu ayu dan pak Doni.
"Assalamualaikum.
"waalaikumsalam
melihat bima datang dengan para preman bu ayu hawatir bima sudah bergabung dengan para pereman itu, Dan lari masuk untuk memanggil pak Doni.
Bukan hanya bu ayu, warga kampung yang melihat mereka sebelumnya juga berpikir seperti itu.
"pak pak cepat kemari.
bu ayu teriak teriak memanggil pak Doni
"ada apa Bu?
"itu pak bima datang dengan preman jangan-jangan
"sudahlah Bu kita temui dulu nak bima, dia sudah menunggu di luar
Nak bima ada apa kemari?
Mau beli makanan atau apa nak?
Dengan ramah pak Doni bertanya ke bima, walaupun dalam hatinya gugup.
"tidak paman, saya sudah makan sebelum kesini.
Ini saya datang bersamaan abang-abang saya
Abang-abang saya ada mau bilang sesuatu sama paman dan bibi.
"benarkah ucapan Bu ayu
"ayo sana ucapan bima
"Bu kami minta maaf atas perbuatan yang telah kami lakukan selama ini , maafin kami ya Bu
Mereka bertiga bergantian mengucapkan maaf ke Bu ayu dan pak doni,
Mereka sangat bersungguh-sungguh.
sampai Bu ayu dan pak Doni merasa Ibah kepada Mereka.
"baiklah tapi ingat kalian tidak boleh kembali lagi seperti dulu, jadilah anak baik-baik bergaul lah dengan orang baik paham
ucap pak Doni.
"baik kami paham terimakasih pak Bu.
mereka sangat legah karna sudah meminta maaf ke semua warga kampung.
"ternyata melegah kan ya setelah minta maaf.
ucap andi.
"iya aku juga merasakan hal yang sama
ucap Dimas
"aku juga merasa plong hehe Ucap bayu
"baiklah sekarang sudah jam 2 kita harus pulang, aku ada janji sama kedua murid ku.
"haa murid, murid apa bima,?
"nanti kalian akan lihat sendiri.
saat mereka hendak berjalan pulang, mereka di hadang oleh Jay dan kawan-kawan nya yang di tugaskan bos untuk mencari andi, Bayu dan Dimas
"Kalian berhenti.