NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Pada Gadis Jogja

Obsesi Sang Mafia Pada Gadis Jogja

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Penyelamat / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Elang Erlangga, pewaris mafia paling berkuasa di Tiongkok, tumbuh dengan kebencian mendalam terhadap ibunya yang dianggap telah meninggalkannya sejak kecil. Demi menemukan sang ibu dan mendapatkan jawaban atas masa lalunya, Elang pergi ke Yogyakarta, satu-satunya petunjuk yang dimilikinya.

Namun pencarian itu justru membawanya pada kenyataan yang mengejutkan. Semua yang selama ini ia yakini ternyata hanyalah kebohongan.

Di tengah pencariannya, Elang diselamatkan oleh Meisya Azkia Rahma, gadis desa berjilbab yang hangat, sederhana, dan pemberani. Kehadiran Meisya perlahan mengubah hidup Elang yang selama ini dipenuhi kegelapan.

Sayangnya, Meisya telah memiliki seseorang yang dicintainya.

Rasa terimakasih dan ingin membalas budi, perasaan kagum yang berubah menjadi obsesi. Ia rela melakukan apa saja untuk memiliki gadis yang telah menyelamatkan hidupnya itu.

Ketika cinta berubah menjadi obsesi, mampukah Meisya mempertahankan kebebasannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

"Assalamualaikum!" Ucap Meisya memberikan salam pada orang di rumah.

"Waalaikumsalam!" Jawab sang nenek yang keluar dari kamar nya, sambil merambat pada dinding, karena tongkat nya yang kemarin patah karena terjatuh. Meisya segera menghampiri neneknya, menuntun nya ke sofa di ruang tamu.

"Lihat mbah, Mesya bawa apa?" tanya Meisya dengan wajah sumringah. Lalu memberikan bungkusan panjang yang ia tenteng sedari tadi. Dengan perlahan Meisya membuka kertas pembungkus itu, dan nampak lah sebuah tongkat kokoh terbuat dari kayu berbentuk seperti gagang payung, karena Nenek nya enggan menggunakan tongkat yang dari besi atau aluminium pada umumnya.

"Masyaallah ndok, ngapain kamu habiskan uang gaji mu untuk membelikan si mbah tongkat, si mbah bisa pake tongkat kayu seadanya saja, uang mu simpan buat kebutuhan mu lainnya."

"Ih, si mbah ini, kan Mei-mei udah bela-belain beli lo buat si mbah, harus di pakai. Ngak setiap hari juga Mei-mei belikan mbah tongkat, jadi di terima ya mbah! Biar mbah jalan nya gak perlu merambat lagi ke dinding. Dan si mbah bisa nengokin kebun belakang lagi." Kata Meisya.

"Ya, makasih kalau begitu. Semoga Allah kasih rezeki yang melimpah buat kamu ya ndok, di beri kemudahan dalam semua urusan." Kata Mbah wati, mendoakan.

Meisya tersenyum lembut. "Aamiin, Loh! Elang kemana mbah? Kok ngak keliatan dari tadi?" Tanya Meisya, sambil celingukan mencari sosok Elang.

Mbah wati tersenyum. "Elang ada di kebun belakang, lagi bantu in pakde mu mencangkul, Si mbah seneng banget, semenjak Elang di sini, si mbah gak perlu hawatir lagi dengan urusan kebun. Apalagi keadaan si mbah yang seperti ini."

"Si mbah sih, ngeyel kalau Mei-mei bilangin, gak usah lagi ke kebun, kan kebun sudah ada yang urus. Mei-mei ke kebun dulu ya, mau kasih handphone baru buat Elang!" Kata Meisya yang mulai beranjak dari sofa.

"ya Allah, untung kamu kepikiran belikan Elang handphone. Kasihan anak itu, kalau senggang hanya baca buku atau ngak ya pantengin pegunungan atau sawah. Berapa harga handphone nya, biar si mbah yang ganti uang mu. Kan Elang lebih sering bantu mbah di kebun. Anak nya cepat sekali belajar"

"Gak usah mbah. Handphone ini biar Meisya yang belikan. Uang si mbah simpan saja, untuk keperluan lainnya." Tolak Meisya, lalu melangkah meninggalkan Neneknya sendiri di ruang tamu.

*

*

Meisya menghampiri Elang yang sedang mencangkul di sawah, karena kini Elang sering terpapar sinar matahari langsung, kulit nya jadi agak ke kuning Langsat tan, tak seperti sebelumnya yang seputih susu. Sampai-sampai Meisya yang perempuan saja sampai kalah putih nya dari Elang.

"Elang!!" Teriak Meisya setelah berada di area kebun belakang. Elang yang sedang mencangkul pun menghentakkan kegiatan nya, dan langsung menoleh ke arah Meisya. Meisya mengerakkan tangganya untuk memberi isyarat agar Elang mendekat.

Elang meletakkan cangkulnya keringat membasahi tubuhnya yang atletis membuat penampilan Elang semakin maskulin. Sampai-sampai tanpa sadar Meisya menelan ludahnya dengan susah payah, karena terpesona dengan penampilan Elang saat ini. Namun dengan cepat Meisya segera tersadar, bahwa dia sudah memiliki kekasih yang teramat mencintai nya.

Elang mendekat ke arah Mesya. "Ada apa sya?" Tanya Elang. Meisya segera mengulurkan tangan nya yang sedang memegang tas kertas kecil yang berisi handphone baru untuk Elang. "Ini untuk mu!" terimalah!" Kata Meisya.

Elang menerima bingkisan itu dan membuka nya langsung di hadapan Meisya. Elang mengeryit ketika mengetahui bahwa itu adalah sebuah handphone dengan merek murah menurut Elang. Namun Elang tetap tersenyum, ini adalah kali pertama dia mendapatkan hadiah yang tulus dari seseorang. Padahal elang masih memiliki handphone nya di tasnya, dia itu dulu di serang, bukan di jambret, atau di palak. Seperti nya Meisya salah mengartikan nya.

"Terimakasih, ini pasti mahal?" Tanya Elang.

"Ya, sebenarnya lumayan sih, tapi gak papa, selama ini kamu sudah bekerja keras membantu kami. Jadi kamu layak untuk menerima nya. Kata Meisya sembari tersenyum. Elang pun ikut tersenyum dan memegang handphone itu dengan erat.

*

*

*

Pagi ini Meisya sudah berdandan rapi, bahkan dia juga mengajak Elang untuk pergi bersama nya. Elang tidak tahu menahu, sebenarnya dia mau di ajak kemana oleh Meisya. Namun Elang hanya nurut saja, tanpa protes.

Meisya dan Elang keluar dari rumah bersama, jalan beriringan, penampilan Elang saat ini sungguh sangat memukau, dengan kemeja warna mint dan di padukan dengan celana putih dan sepatu sneaker dengan warna senada dengan celana nya. Dan jam tangan hitam. Membuat penampilan Elang terlihat memukau. Dan sangat serasi dengan Meisya yang cantik dan mungil dengan penampilan ala muslimah modern yang trendi.

Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Dwika melihat mereka yang berjalan bersama layak nya seorang kekasih, dalam pandangan Dwika. Padahal nyatanya mereka berjalan dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Dan tak juga bergandengan tangan seperti seorang kekasih. Namun tetap saja membuat Dwika tak suka.

Dwika hendak ingin menghampiri kedua nya, tetapi karena jarak nya terlalu lumayan jauh. Sehingga mereka berdua lebih dulu masuk ke dalam bus.

Meisya dan Elang melangkah bersama, menaiki bus tranjateng menuju Jogja karta. Tepat nya di Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Elang mengeryit bingung ketika mereka telah sampai di depan chandi Prambanan yang menjulang tinggi. Untuk apa Meisya mengajak nya ke tempat itu. Namun siapa sangka Meisya tetap melangkah melewati area masuk wisata chandi tersebut.

Meisya dan Elang telah sampai di desa Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, seleman, Daerah istimewa Jogjakarta. mereka berhenti di rumah sederhana bercat biru telur bebek. Elang semakin tak mengerti mengapa Meisya mengajak nya ketempat tersebut.

Elang memegang tangan Meisya agar Meisya berhenti melangkah. "Sya, untuk apa kita kesini? Apakah ini rumah dokter?"

Meisya menggeleng pelan, Lapu Elang bertanya lagi, "rumah saudara kamu?" Namun Meisya juga menggeleng kan kepala lagi.

Elang menghela nafas panjang, "lalu kita ini berada di tempat siapa? Dan untuk apa kamu membawa ku ke tempat ini?" Tanya Elang penuh tanya.

Meisya tersenyum, "sebentar lagi kamu pasti akan mengetahui nya, kita berada di mana?" kata Meisya penuh dengan misteri. Membuat Elang semakin penasaran di buatnya.

"Permisi... !!" Teriak Meisya sembari mengetuk pintu rumah itu sebanyak tiga kali.

Dan dengan perlahan pintu itu terbuka menampilkan wanita cantik yang tinggi dengan kulit kuning Langsat dan rambut panjang yang menjuntai sampai punggung nya.

Elang terperanjat melihat sosok wanita cantik tersebut. Mematung menatap wanita itu. Jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya, perasaan nya campur aduk tak karuan. Wanita yang selama ini dia cari-cari. Ternyata bersembunyi di tempat ini.

Ribuan kata-kata yang ingin terlontar oleh mulut nya, namun tak dapat keluar sepatah pun. Banyak pertanyaan berseliweran di dalam benaknya. Namun dia hanya mampu untuk memendam nya sendiri. Menjadi misteri yang entah kapan akan terpecahkan.

1
Komsiyah Komsiyah
wis suwe aku ra mangan tiwul
Tina
Ngebayanginnya pasti enak banget 😭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: enak dong kak, main sini kak.
total 1 replies
Tina
Ketemu es semplo yg dibahas kemarin 😭
Tina
Nonton bareng kita ya Elang, aku bawa cemilan nih 🤭
Alyaaa_Lryyy.
yaelahh mokondo bgtt dwinka, dtg pas btuh doang pgen gw geprek rsanya😏
Sishrye
Thor kapan nih Chelsea kena azab?
Sishrye
thorr..makamkan😭
Sishrye
sukurin😂
Tina
Dasar Dwika, pen jambak
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: jambak aja kak, aku rela kok🤭
total 1 replies
Val07
Harusnya nama bpaknya chao jingong, ngmg seenak jigongnya aja. 😡 Yakin ini akal2an bpaknya buat nama emak elang buruk. ga mungkin emaknya menghilang ninggali anak tnpa sebab
Val07
Gila.
Sinting, ayahnya sndiri yg menjadikan anaknya hewan buas😡
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: sabar kak sabar
total 1 replies
Alyaaa_Lryyy.
bisik bisik tetangga memang sangt meresahkan tapi seru🤭😂
Sishrye
baru denger nama es semplo thor🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: es semplo itu seperti kolak yah hampir serupa lah🤭
total 1 replies
Sishrye
ini cowok minta dilakban bibir nya 😑
Sishrye
musuh dalam selimut kah chelsea ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: bisa jadi
total 1 replies
Sishrye
what????
sahabat nya sendiri?
seketika teringat Maya dan mulan Jameela😑
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: siapa mereka
total 2 replies
Sishrye
tapi duitnya hasil morotin maysha kan🤦
Alyaaa_Lryyy.
dwika kyny belum rasain di tampar pke kaki ny, hobi bgt nyusahin 😭
Tina
Bulol
Tina
memang itu anakmu Bu 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!