NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuh Layaknya Besi, Hukuman Sang Penguasa

​BRAAAAK!

​Tendangan ketiga akhirnya menghancurkan engsel berkarat itu. Pintu kayu apartemen terlepas dan terpelanting menghantam dinding ruang tamu dengan suara memekakkan telinga.

​Dari balik debu yang mengepul, lima pria berbadan kekar melangkah masuk. Mereka mengenakan jaket kulit hitam, dan masing-masing menggenggam sebilah golok baja yang memantulkan cahaya dingin di bawah sinar lampu lorong. Pemimpin mereka adalah seorang pria bermata satu dengan bekas luka codet melintang di wajahnya. Di dunia bawah tanah kota ini, ia dikenal sebagai Gopar, anjing pemburu paling ganas milik Keluarga Wijaya.

​"Hei, sampah! Berani-beraninya kau bersembunyi setelah melukai orang-orang Tuan Muda Bima!" Gopar meludah ke lantai, matanya menyapu ruangan sempit itu dengan tatapan merendahkan. "Seret dia keluar, potong kedua tangannya, dan bawa adiknya yang cacat itu ke klub malam. Tuan Muda bilang dia ingin 'bersenang-senang' sedikit!"

​Mendengar kata-kata itu, suhu di dalam ruangan seketika anjlok. Udara seolah membeku, mencekik paru-paru kelima preman tersebut.

​Dari ambang pintu dapur, sesosok bayangan melangkah maju.

​Arya berdiri di sana, kedua tangannya santai berada di saku celana. Namun, sepasang matanya memancarkan kegelapan yang lebih pekat dari jurang neraka terdalam. Niat Membunuh murni dari seorang Kaisar Immortal meledak tanpa suara.

​Bagi Lin Tian yang pernah membantai jutaan kultivator pembangkang di Alam Atas, kemarahan sejati tidak pernah meledak dalam bentuk teriakan. Kemarahannya adalah keheningan absolut sebelum badai pemusnahan.

​Menyentuh sisik terbalik seekor naga ilahi berarti kematian. Dan di kehidupan fana ini, Maya adalah sisik terbaliknya.

​"Kalian baru saja mengucapkan kalimat terakhir dalam hidup kalian," ucap Arya tenang. Suaranya tidak bergema, tetapi entah bagaimana menembus langsung ke dalam gendang telinga dan jiwa kelima pria itu.

​Gopar tertawa keras, mencoba mengusir rasa dingin yang tiba-tiba merayap di tengkuknya. "Bocah sombong! Kau pikir mengalahkan dua kroco kemarin membuatmu menjadi jagoan? Habisi dia!"

​Empat preman di belakang Gopar langsung menerjang maju bak serigala kelaparan. Ruang tamu apartemen yang sempit membuat mereka tidak perlu repot mencari posisi. Tiga bilah golok baja serentak menebas udara, mengincar bahu, leher, dan pinggang Arya.

​Kecepatannya mematikan di mata orang awam, namun di bawah Mata Wawasan Dao milik Arya, gerakan mereka seratus kali lebih lambat dari siput yang cacat.

​Alih-alih menghindar, Arya justru melangkah maju menyongsong kilatan pedang itu.

​TRANG! TRANG! TRANG!

​Suara benturan logam yang nyaring bergema. Namun, pemandangan yang tersaji selanjutnya membuat Gopar nyaris menjatuhkan senjatanya.

​Tiga bilah golok baja itu menebas tepat di bahu dan dada Arya, namun jangankan membelah daging, senjata-senjata tajam itu bahkan tidak mampu merobek kaus katun murah yang dikenakannya! Sebaliknya, kekuatan benturan itu membuat bilah golok mereka melengkung dan memantul keras, merobek telapak tangan para preman itu hingga berdarah.

​Tubuh Arya, yang baru saja melewati Pencucian Sumsum dan menembus Ranah Kondensasi Qi Lapis Pertama, kini sekeras pelat tembaga purba. Senjata fana biasa tidak akan pernah bisa melukai kulitnya!

​"M-Monster..." salah satu preman berbisik dengan bibir bergetar, matanya dipenuhi teror absolut.

​"Terlalu lambat. Terlalu lemah," ucap Arya sedingin es.

​Sebelum para preman itu bisa menarik kembali senjata mereka, tangan kanan Arya bergerak. Ia tidak menggunakan tinju atau telapak tangan, melainkan hanya menjentikkan dua jarinya di udara.

​WUSSS!

​Sebuah gelombang udara yang terkompresi oleh Qi Sejati melesat dari ujung jarinya, setajam pedang tak kasatmata. Gelombang itu menyapu lutut keempat preman tersebut dalam satu tarikan napas.

​KRAK! KRAK! KRAK! KRAK!

​"AAARRRGGHH!"

​Jeritan penderitaan yang memilukan seketika pecah. Keempat preman berbadan kekar itu ambruk ke lantai secara bersamaan. Tulang tempurung lutut mereka telah hancur berkeping-keping menjadi debu tulang, tidak akan pernah bisa disembuhkan oleh teknologi medis modern manapun. Sepanjang sisa hidup mereka, mereka hanya akan merangkak seperti anjing.

​Gopar mundur terhuyung-huyung, punggungnya menabrak dinding koridor. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahi dan punggungnya. Pria yang telah membunuh belasan orang ini akhirnya merasakan apa itu ketakutan sejati.

​Pemuda di depannya ini bukanlah manusia, dia adalah Dewa Iblis yang turun ke bumi!

​"T-Tunggu! Tuan! Maafkan mataku yang buta ini! Aku hanya mengikuti perintah!" Gopar menjatuhkan goloknya dan berlutut dengan keras, tidak mempedulikan harga dirinya di dunia bawah tanah.

​Arya melangkah perlahan mendekati Gopar. Setiap langkah kakinya seolah menginjak jantung sang preman, ritmenya selaras dengan detak kematian.

​"Aku sudah mengatakan pada pelayan Tuan Mudamu kemarin, bahwa aku akan datang dalam tiga hari untuk memanen nyawanya." Arya menunduk, menatap wajah pucat pasi Gopar. "Tapi sepertinya Keluarga Wijaya sangat tidak sabar mencari jalan menuju akhirat."

​Arya mengangkat kakinya, lalu menginjak bahu kanan Gopar.

​KRATAK!

​"Aaaakhhh!" Gopar melolong saat tulang belikat dan lengan kanannya diremukkan secara paksa. Rasa sakitnya menembus hingga ke sumsum tulang, membuat pandangannya mulai menggelap.

​"Aku membiarkanmu hidup bukan karena belas kasihan. Aku membiarkanmu merangkak kembali ke majikanmu sebagai pengantar pesan," bisik Arya, auranya mengunci jiwa Gopar. "Beri tahu Bima Wijaya. Malam ini, Keluarga Wijaya akan dihapus dari peta kota ini. Suruh dia memanggil semua koneksi, pelindung, dan ahli bela diri yang ia miliki. Aku, Lin Tian, akan menghancurkan mereka semua di saat mereka merasa paling kuat."

​Arya menendang tubuh Gopar hingga terlempar keluar dari apartemen, mendarat dengan keras di lorong. "Sekarang, enyah dari pandanganku sebelum aku berubah pikiran."

​Meninggalkan para preman yang mengerang kesakitan saat menyeret tubuh mereka keluar, Arya menutup sisa pintu yang hancur. Matanya menatap ke luar jendela, ke arah gedung-gedung pencakar langit di pusat kota. Di kehidupan masa lalu, ia tak berdaya ditindas. Di kehidupan ini, tidak ada satu pun yang bisa menghalangi jalan pedangnya.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!