NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 SEBUAH PERTEMUAN (Bagian Ketujuh)

Zaki masih menatap Nisa yang masih saja menatap ke arah toilet itu di saat roda kereta mulai berjalan pelan.

"Mbak? Mbak Nisa?!"

"Eh, i-iya... Iya Mas Zaki..."

"Istighfar Mbak..." ucapnya pada Nisa, mencoba untuk menyadarkan wanita di depannya itu.

Sambil terasa putaran roda kereta yang semakin cepat melaju, dan stasiun kecil itu sudah tak terlihat lagi dari dalam gerbong, Nisa pun akhirnya tampak kembali normal. Dan Zaki pun perlahan bisa merasakan energi Sekar Mayang mulai lepas dan menghilang.

Zaki menatap sesaat ke arah luar jendela, lalu kembali menatap wajah Nisa.

"Mas, kamu... Bisa lihat juga?" tanya wanita manis yang hampir saja terkena kejahilan Sekar Mayang itu.

Dengan senyuman tipis di bibirnya, Zaki pun menjawab, "Iya Mbak... Kita sama..."

Nisa tampak sedikit serius wajahnya saat mendengar jawaban itu, dan Zaki pun mau tidak mau, harus siap juga dengan reaksi berikutnya dari Nisa.

"Hah? Apa Mas Zaki? Ka-kamu... Bisa..."

"Sebentar ya Mbak Nisa, aku mau ke toilet dulu." Zaki segera bangkit lagi dari bangkunya, dan meninggalkan Nisa dengan segala pertanyaan di pikiran wanita manis itu.

Ketika sudah berada di dalam toilet, Zaki tak melakukan apa-apa. Dirinya justru berdiri diam menatap wajahnya sendiri di sebuah kaca berukuran sedang yang memang tersedia di dalam sana.

Lalu, ia memejamkan matanya. Secara sadar penuh ia mengaktifkan kembali sensor dan kemampuan ghoibnya.

"Sekar Mayang..." panggil Zaki pada perewangannya itu melalui batinnya.

Tak butuh waktu lama, Sekar Mayang pun hadir dalam dimensi ghoib itu...

"Hihihi..." tawa pelan Sekar Mayang terdengar jelas.

"Kenapa?" tanya Zaki.

"Kenapa? Kenapa apa Zaki ku sayang?"

"Jangan panggil aku dengan sebutan sayangmu... Aku kesal sama kelakuanmu tadi!"

"Hihihi... Kenapa kesal?"

"Bisa-bisanya kamu tanya balik padaku?"

Zaki semakin merasa kesal dengan tingkah perewangannya itu. Yang kini hadir tepat di sebelah kirinya, meskipun Zaki dalam kondisi memejamkan ke dua matanya.

"Apa tujuanmu sebenarnya berbuat seperti itu?" Zaki kembali bertanya.

"Hihihi... Kan sudah kukatakan padamu, aku ingin menilai seberapa baiknya wanita itu bagimu."

"Apa maksudmu?"

"Hihihi... Kamu terlalu polos Zaki..."

Zaki jadi heran sekarang dengan ucapan Sekar Mayang itu...

"Apa sih? Jujur ya, aku gak suka kalau kamu seperti itu Sekar Mayang. Tolong, hentikan semua itu. Jangan lagi berbuat begitu padanya, dan kepada siapa pun setelah ini!"

"Hihihi... Baiklah, baiklah... Tapi, ada satu hal yang ingin aku beri tahu padamu, tuanku yang tampan..." ucap Sekar Mayang sambil terasa tangannya menyentuh dagu Zaki sesaat.

Zaki tak merespon, hanya diam menunggu apa yang akan dikatakan oleh perewangannya itu.

Lalu, Sekar Mayang berkata, "Dia... Menyukai dirimu Zaki..."

Terasa sedikit kaget hatinya Zaki mendengar itu. Tapi, tetap dia mencoba tenang, dan merespon dengan kepala dingin.

"Ya sudah, biarkan saja kalo memang dia suka padaku. Mungkin hanya karena pertama kali jumpa, tak lebih." ucap Zaki.

"Oh... Tidak semudah itu tuanku yang tampan..." respon perewangannya itu.

Sekar Mayang terasa berjalan di belakang tubuh Zaki, lalu berpindah ke sisi sebelah kanan. Sambil terasa juga sentuhan ke dua tangan perewangannya itu memegangi pundak Zaki.

"Justru karena aku bisa melihat jauh tentang hati wanita itu, aku harus menjagamu sejak awal pertemuanmu dengan dirinya. Karena itulah aku berbuat seperti tadi padanya."

"Tunggu, tunggu... Walau kamu punya kemampuan kayak gitu, tetap aku tak suka. Itu gak sopan! Jadi jangan begitu lagi!" pinta Zaki kemudian.

"Hihihi... Baiklah Zaki ku yang tampan..."

Lalu... Aura kehadiran Sekar Mayang perlahan memudar, dan hilang. Kini hanya Zaki sendirian yang berada dalam toilet gerbong itu.

Ia menatap wajahnya sendiri sekali lagi di kaca. Dan beristighfar dalam hatinya. Sambil menghembuskan napasnya yang terasa berat.

Selanjutnya, ia mencoba untuk tenang sebelum keluar dari dalam toilet itu. Dan keluar perlahan, lalu berjalan menuju ke bangku E-14.

Nisa kembali menatap dirinya saat sudah duduk dengan santai...

"Mbak, gak usah kaget ya..." ucap Zaki kemudian.

"Em... Iya Mas..."

"Alam semesta ini udah diciptakan dengan sangat sempurna sama Sang Maha Pencipta Mbak. Seolah alam dunia ini punya frekuensi tertentu yang selalu cocok dengan diri kita." Zaki mencoba memberikan sebuah pemahaman dalam dirinya, mungkin Nisa juga sudah tahu tentang hal ini, tapi hatinya merasa tetap harus berbicara pada Nisa.

"Itulah sebabnya, kenapa setiap manusia pasti akan selalu mencari dan menemukan lingkungan yang cocok dengan dirinya. Kalau pun dia gak mencari lingkungan yang cocok itu, maka alam semesta yang akan menemukan dirinya." tambah Zaki panjang lebar.

Nisa tampak mencermati apa yang diucapkan, lalu menjawab, "Em, begitu ya Mas..."

"Iya Mbak..."

Setelah obrolan itu, Nisa tampak menerawang jauh ke masa lalunya. Wajahnya menatap lurus ke arah luar jendela gerbong. Seolah apa yang dia lihat di luar sana adalah lapisan demi lapisan episode dalam hidupnya.

Dan Zaki pun juga menatap ke arah luar jendela. Tapi dirinya tidak tampak melamun seperti Nisa. Tapi, ada sedikit pertanyaan dalam pikiran Zaki saat itu.

Apa benar yang diucap Sekar Mayang?

Kenapa Sekar Mayang bisa lebih banyak tahu tentang orang lain sebelum dirinya tahu?

Semua itu berputar dalam pikirannya beberapa saat. Dan akhirnya Zaki kembali bicara pada Nisa yang masih tampak melamun.

"Mbak Nisa..."

"I-iya Mas..."

"Jangan banyak melamun kalau lagi kondisi haid ya..."

Sontak ucapan itu membuat Nisa sedikit malu dan heran, lalu bertanya, "Loh, Mas Zaki, kok bisa tau kalo saya lagi haid?"

Zaki melihat sekitar, memastikan tak ada yang mendengar ucapan mereka berdua, memajukan posisi duduknya, dan bilang, "Aura dirimu terasa lemah Mbak..."

"Maksudnya? Lemah gimana Mas?"

"Iya, seorang wanita jika sedang kondisi gak bersih atau haid, aura tubuhnya menjadi lebih lemah dari pada saat kondisi bersih atau bisa melaksanakan ibadah."

"Oh... Begitu..."

"Hehehe... Ya udah Mbak, maaf ya aku udah banyak omong. Aku udah tau kok, kalau Mbak Nisa juga udah paham soal itu."

"Eh, hehe... Iya Mas, gak apa-apa kok. Saya anggap semua yang kamu ucap barusan, sebagai pengingat diri saya sendiri. Karena sejatinya manusia adalah---"

Seolah ada kesinambungan antara dirinya dan Nisa, Zaki segera menyahut, "Tempatnya lupa dan dosa kan Mbak?"

Lagi-lagi Nisa terlihat sedikit terkejut, dan dia memberikan respon dengan anggukan sambil tersenyum, "Hehe... Iya Mas..." jawabnya kemudian.

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!