NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Kamar rawat itu mendadak diselimuti atmosfer yang mencekam.

Ketegangan baru kembali menyeruak, mengikis sisa-sisa kedamaian yang sempat tercipta beberapa jam lalu.

Adrian mengepalkan tangan kirinya yang sehat hingga kuku-kukunya memutih.

Rasa bersalah yang meremukkan batinnya sejak pagi kini berbenturan keras dengan ego dan ketakutannya yang paling besar: kehilangan Fatma.

"Kalau aku tidak mau?" tantang Adrian dengan suara serak, menatap langsung ke netra Ustaz Damar.

Meskipun tubuhnya lemas dan wajahnya babak belur, gurat keras kepala seorang Adrian belum sepenuhnya hilang jika menyangkut kepemilikan.

"Aku sudah bertobat. Aku sudah mengakui kesalahanku di hadapan Allah dan di depan Fatma semalam. Aku bersedia berubah, aku bersedia dihukum. Tapi kalau dipaksa untuk menceraikannya, aku tidak mau!"

Ustaz Damar tidak gentar. Sorot matanya justru semakin menajam, memancarkan wibawa ketegasan hukum agama yang tidak bisa ditawar oleh materi ataupun air mata buaya.

Beliau melangkah satu kali ke depan, mengikis jarak dengan ranjang Adrian.

"Pernikahanmu haram, Adrian!" kalimat itu keluar dari bibir Ustaz Damar dengan begitu lugas, bergema layaknya vonis yang tak terbantahkan di dalam ruangan.

Deg!

Kata 'haram' itu menghantam dada Adrian dengan telak, membuatnya seketika terbungkam dengan napas tertahan.

"Pernikahan dalam Islam itu suci, dibangun di atas fondasi keridaan kedua belah pihak, bukan di atas penindasan, paksaan, apalagi ancaman yang merenggut kemerdekaan seorang wanita!" lanjut Ustaz Damar, suaranya bergetar menahan amarah yang terstruktur.

"Kamu mengancamnya agar mau naik ke pelaminan, lalu kamu menyiksanya seolah dia adalah budak belianmu. Tobatmu adalah urusanmu dengan Allah, tetapi status hukum pernikahanmu adalah perkara syariat. Menolak melepaskan Fatma dalam kondisi seperti ini sama saja kamu sengaja menjerumuskan dirimu dan Fatma ke dalam lembah maksiat seumur hidup!"

Adrian beralih menatap Fatma dengan pandangan memohon, berharap wanita itu akan membelanya atau setidaknya memberikan pembelaan. Namun, Fatma justru memalingkan wajahnya ke arah jendela. Air mata Fatma menetes dalam diam.

"Mas Adrian..." suara Fatma terdengar sangat lirih namun sarat akan ketegasan yang mutlak.

"Tolong jangan buat dirimu semakin berdosa. Jika syariat Allah sudah menyatakan hubungan kita ini haram karena cara memulainya yang salah, maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk bertahan dalam satu atap."

Keheningan yang mencekam kembali merayap di sela-sela dinding kamar rawat.

Adrian menatap Fatma dengan tatapan yang kosong, campur aduk antara rasa hancur, amarah yang tertahan, dan kepasrahan yang dipaksakan oleh keadaan.

Kata 'haram' yang keluar dari mulut Ustaz Damar seolah mengunci semua argumennya.

Adrian menarik napasnya dalam-dalam, dadanya naik turun dengan sesak.

"Baiklah, akan kujatuhkan talak satu kepadamu, Fatma Adiba," ucap Adrian dengan suara bergetar, setiap kata yang keluar terasa seperti belati yang mengiris tenggorokannya sendiri.

Namun, sebelum Fatma sempat mengembuskan napas lega, tatapan Adrian mendadak berubah menjadi tajam dan penuh obsesi.

"Tapi ingat, setelah ini, aku tidak mau kamu bersanding dengan lelaki lain. Terutama kamu, Ustaz!" seru Adrian sembari menunjuk Ustaz Damar dengan tangan kirinya yang bebas dari perban.

Mendengar ancaman bernada cemburu buta itu, Ustaz Damar justru tertawa kecil.

Gelengan kepalanya menunjukkan betapa beliau mengasihani kedangkalan berpikir pria di hadapannya.

"Kamu tidak bisa memaksanya lagi, Adrian," sahut Ustaz Damar dengan tenang namun menohok.

"Setelah masa idahnya selesai, Fatma adalah wanita yang merdeka. Dia berhak menentukan jalannya sendiri, berhak memilih siapa pun pendampingnya kelak yang bisa menuntunnya ke surga, dan kamu tidak lagi memiliki hak seujung kuku pun untuk melarangnya."

"Aku bisa memaksanya karena ini!" potong Adrian cepat.

Dengan gerakan cepat menggunakan tangan kirinya, Adrian merobek laci nakas di samping ranjangnya.

Ia menarik selembar kertas yang sejak kemarin sore ia simpan dengan rapi—surat perjanjian hitam di atas putih yang telah ia tanda tangani sebelum dirinya drop.

Adrian membentangkan kertas itu di hadapan Ustaz Damar dan Fatma dengan tangan yang gemetar.

"Lihat ini! Ini surat perjanjianku yang akan masuk ke pondok pesantren lusa nanti! Aku menyerahkan diriku seutuhnya untuk dididik di pondok pesantren milik Abahmu, Fatma!" seru Adrian dengan mata yang memerah.

"Aku melepaskan statusku, pekerjaanku, dan duniaku demi menebus kesalahanku di sana. Di dalam surat ini juga tertulis, selama aku menjalani masa pertobatan dan belajar di pondok, kamu tidak boleh menerima pinangan dari laki-laki mana pun sampai aku dinyatakan lulus oleh Abah! Aku memegang janji ini, Fatma!"

Fatma tertegun melihat lembar kertas yang bergetar di tangan Adrian.

Ia menatap surat itu, lalu beralih menatap suaminya—atau kini, mantan suaminya—yang tengah menggunakan sisa-sisa egonya untuk mengikatnya dalam ketidakpastian.

Ustaz Damar menarik napas panjang. Ketegangan yang memuncak di dalam kamar rawat itu perlahan ia redam dengan wibawa dan ketenangannya.

Beliau melangkah mendekat, lalu dengan perlahan namun tegas, diambilnya surat perjanjian yang membentang gemetar di tangan kiri Adrian.

Beliau menatap lembaran kertas itu sekilas, lalu beralih menatap lurus ke dalam manik mata Adrian yang dipenuhi keputusasaan.

"Urusan ini, aku yang akan mengajarimu di pondok nanti, bukan Fatma," ujar Ustaz Damar, suaranya berat dan penuh penekanan.

"Jadi sekarang, kamu harus mengikuti apa yang aku katakan kalau kamu memang berniat untuk rujuk dan memperbaiki semuanya di masa depan."

Adrian tertegun, napasnya tertahan mendengar kata 'rujuk' disebut oleh pria yang paling ia cemburui.

"Tunjukkan kalau kamu bukan lelaki pengecut, Adrian. Atau kamu benar-benar akan kehilangan Fatma untuk selamanya," lanjut Ustaz Damar.

Beliau menjeda kalimatnya sejenak, menatap Adrian dengan sorot mata yang mendadak berubah, menampakkan sisi kemanusiaannya yang selama ini tersembunyi rapat di balik jubah dakwahnya.

"Aku, adalah lelaki normal yang juga mencintai Fatma," ucap Ustaz Damar dengan kelugasan yang mengejutkan.

Bagai disambar petir di siang bolong, Adrian melebarkan matanya.

Rahangnya mengeras, dan rasa panas seketika membakar dadanya.

Benar dugaannya selama ini. Pria di hadapannya ini memiliki perasaan yang sama terhadap istrinya.

Bukan hanya Adrian yang terkejut setengah mati. Fatma yang duduk di atas ranjang perawatannya pun seketika membeku.

Jantungnya berdegup liar karena syok yang luar biasa.

"Ustaz..." panggil Fatma, suaranya bergetar hebat, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut sang guru.

Ustaz Damar menoleh perlahan ke arah Fatma. Tatapan matanya yang biasanya tegas dan dingin kini melunak, memancarkan ketulusan yang terpendam selama bertahun-tahun.

"Iya, Fatma. Dari dulu aku sangat mencintaimu," aku Ustaz Damar jujur, tanpa ada yang ditutup-tuti lagi di hadapan Adrian.

"Aku mencintaimu jauh sebelum laki-laki ini datang dan merenggutmu dengan ancamannya.

Namun selama ini aku memilih mundur dan menjaga batas kesucian karena menghormati takdir. Dan sekarang, saat hubungan kalian tidak lagi terikat oleh syariat, aku berdiri di sini bukan hanya sebagai gurumu, tapi sebagai seorang lelaki yang siap bersaing secara sehat jika dia... tetap menjadi pengecut yang enggan bertobat."

Kamar rawat itu seketika hening mencekam. Dua orang lelaki kini berdiri dan terduduk dalam garis persaingan yang nyata, sementara Fatma hanya bisa meremas selimutnya dengan air mata yang kembali mengalir, terjebak di antara masa lalu yang kelam dan masa depan yang penuh tanya.

Ceklek...

Pintu kamar rawat kembali terbuka, namun kali ini bukan perawat atau dokter yang melangkah masuk.

Sosok tegap Bryan berdiri kokoh di ambang pintu.

Tatapan matanya yang biasanya dingin, waspada, dan profesional sebagai seorang pengawal, kini melunak, memancarkan kesungguhan yang teramat dalam.

"Saya juga mencintai Nyonya Fatma," ucap Bryan kelantang, suaranya yang berat memecah keheningan kamar.

Pengakuan yang tak terduga itu membuat seisi ruangan kembali terkejut.

Adrian melotot tak percaya menatap mantan anak buahnya, sementara Ustaz Damar hanya menaikkan satu alisnya, menilai keberanian pemuda bertubuh besar itu.

Bryan melangkah maju beberapa senti, menundukkan kepalanya takzim ke arah Fatma sebelum kembali menatap Adrian dan Ustaz Damar.

"Dan saya juga mau ikut ke pondok pesantren. Saya ingin mendampingi serta menjaga keselamatan Nyonya, sekaligus memperbaiki diri saya sendiri di sana."

"Bryan..." lirih Fatma, suaranya nyaris habis.

Fatma menggelengkan kepalanya perlahan, menatap nanar ke arah tiga pria yang kini berdiri di hadapannya.

Hatinya mencelos. Di tengah rasa sakit fisik akibat luka cambukan di punggungnya dan beban mental dari perceraian yang baru saja terjadi, ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa tiga pria di dekatnya menyimpan rasa yang sama.

Sisa-sisa trauma masa lalu, rasa bersalah, dan kebingungan kini bercampur aduk menjadi satu di dalam kepalanya.

"Sudah... sudah. Aku mau istirahat," ucap Fatma dengan nada lelah yang teramat sangat.

Ia memalingkan wajah, enggan melihat persaingan ego yang mulai membakar atmosfer kamar rawatnya.

Mendengar keluhan lirih Fatma, Ustaz Damar langsung mengambil tindakan.

Dengan kelembutan seorang guru yang penuh perhatian, beliau menarik kain selimut rumah sakit, lalu menutup tubuh Fatma dengan hati-hati hingga sebatas dada.

"Istirahatlah, Fatma. Aku akan menemanimu di sini," ucap Ustaz Damar dengan suara yang meneduhkan, menegaskan posisinya untuk tetap berada di sisi wanita yang dicintainya.

"Aku juga!" seru Adrian dari ranjang sebelah. Meskipun tangannya dibalut perban dan statusnya kini bukan lagi suami, ia menolak untuk bergeser seujung kuku pun dari ruangan itu.

"Saya juga, Nyonya," timpal Bryan tak mau kalah, kembali mengambil posisi siaga di dekat tirai pembatas.

Fatma hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat di balik selimut.

Di dalam ruangan yang sunyi itu, ia membiarkan dirinya tenggelam dalam istirahat, sementara tiga pasang mata pria yang mencintainya tetap terjaga, saling melempar tatapan tajam dalam perang dingin yang baru saja dimulai.

1
ahs@
sakit jiwa,c adrian....
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!