Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Semakin Bangkrut
Jenderal Lu Yansheng kembali ke kediaman jenderal dengan wajah semakin pucat. Bahkan tadi dia melihat di dapur restoran pun sudah tidak ada apa-apa.
Langkahnya menjadi sangat berat. Dia tidak tahu kenapa semua bisa seperti ini. Dulu, dia mana pernah merasa kekurangan sedikit pun. Biar dia berasal dari keluarga jenderal. Tapi masalah uang dia benar-benar tak perlu khawatir. Sekarang, dia bahkan harus memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan kediaman sebelum dia mendapatkan gajinya lagi bulan depan.
Nyonya tua Wang yang melihat Lu Yansheng segera menghampiri anaknya. Dia sangat bersemangat, dia pikir anaknya pasti mendapatkan sedikit uang dari restoran.
"Yansheng! bagaimana? berapa keuntungan restoran bulan ini?" tanya Nyonya tua Wang.
"Ibu..." Lu Yansheng menjeda ucapannya.
Pria itu memilih untuk duduk dulu, dan meminum seteguk air dulu.
"Yansheng! katakan! kita harus membeli gandum, persediaan gandum di gudang sudah tidak ada lagi. Sudah habis untuk pesta pernikahan mu kemarin itu. Semua daging, teh..."
"Ibu!" sela Lu Yansheng yang membuat nyonya tua Wang terdiam tapi dengan ekspresi bingung.
"Ada apa? kamu tidak membawa uangnya? belum di hitung oleh Pei He? dia itu kerjanya lama sekali!"
"Bukan Bu!" sela Lu Yansheng lagi, "sudah sejak aku kembali ke ibukota, para pekerja di restoran mengundurkan diri. Sudah tidak ada koki, tidak ada pelayan. Mereka orang-orang yang merasa berhutang budi pada Mei Huarin. Mereka memutuskan untuk meninggalkan restoran karena apa yang terjadi pada Mei Huarin!"
Lu Yansheng menundukkan wajahnya. Dia benar-benar merasakan perbedaan yang besar semenjak Mei Huarin pergi. Semua yang biasanya tertata sangat rapi jadi berantakan. Dia yang biasanya tidak perlu memikirkan masalah rumah tangga. Kini menjadi sakit kepala memikirkan bagaimana mencukupi semua masalah rumah tangga di kediaman jenderal.
Duk
Dalam kondisi seperti ini pun, nyonya tua masih menghentakkan tongkatnya.
"Mereka itu, sombong sekali. Hanya pekerja saja, begitu sombong. Tinggal kamu buat pengumuman saja, cari koki dan pelayan!" kata nyonya tua Wang.
"Bu, masalahnya. Juga sudah tidak ada yang mau datang ke restoran!"
"Masalah seperti ini, mana Pei He itu? kenapa dia tidak lapor!" pekik nyonya tua Wang.
"Pei He sudah datang. Tapi Chuying menyuruhnya pergi!" Lu Yansheng mengatakan itu dengan suara lemas.
"Hahh, tidak pelayan, tidak majikan semuanya tukang bikin kacau!" pekik nyonya tua lagi.
Dan ketika mereka masih pusing memikirkan semuanya itu. Paman Tang kembali datang dengan tergesa-gesa.
"Nyonya, tuan! para pemilik toko tempat mengambil perhiasan dan pakaian, juga arak yang di gunakan untuk perjamuan di pernikahan jenderal kemarin datang untuk menagih bayaran!"
Nyonya tua Wang sampai hampir jatuh. Untungnya pelayan setianya berdiri di belakang dan segera menangkap tubuh wanita tua itu.
"Nyonya..."
"Ibu"
"Bagaimana ini Yansheng?"
Lu Yansheng terdiam. Dia bahkan mengeluarkan banyak uang dari gudang untuk membeli bahan makanan. Dia meminta Paman Tang berhutang dulu di toko-toko itu. Tidak sangka mereka datang sangat cepat.
Lu Yansheng bersama dengan nyonya tua Wang akhirnya menemui tiga pemilik toko itu.
"Tuan jenderal, aku mengucapkan selamat atas pernikahan mu dengan selir barumu. Aku datang kesini ingin minta pembayaran arak dilakukan secepatnya. Pesanan kemarin sampai 70 botol. Kami juga butuh modal lagi, jadi aku harap jenderal segera membayar!"
Lu Yansheng cukup terkejut. Seingatnya dia hanya pesan 50 botol saja.
"Tuan pemilik toko, aku hanya pesan 50!"
"Yang 20, katanya ayah mertua anda yang pesan untuk di bawa ke penginapan! tapi katanya harus di masukkan ke tagihan di kediaman jenderal"
Duk
Nyonya tua Wang langsung memukul lantai. Dia tidak sangka kalau perdana menteri kerajaan Yuzhuan itu sungguh tidak sopan. Main pesan tanpa ijin, bahkan mengatasnamakan kediaman jenderal.
"Benar jenderal, dekorasi kemarin itu, selir jenderal yang datang untuk mengganti yang lebih bagus. Jadi harganya lumayan besar. Kalau di tunda sampah akhir bulan, biaya operasional kami juga bagaimana?"
"Apa? dekorasi lebih bagus. Kemarin itu benar-benar dari sutra semua, bukan imitasi?" tanya Nyonya tua Wang.
"Bukan nyonya, kemarin dari sutra semua!" sahut pemilik toko dekorasi.
Semakin lemas saja nyonya tua Wang mendengar semua itu.
"Dan saya, dari toko perhiasan. Nyonya selir juga mengambil set perhiasan yang sangat mahal. Set itu hartanya 200 tael!"
Mata nyonya tua Wang membelalak lebar. Dia nyaris pingsan mendengar semua itu.
"Benar-benar keterlaluan!" pekiknya yang sangat kecewa pada Shen Meiren.
"Ibu..."
"Dia benar-benar ingin menghancurkan keluarga jenderal, dia ingin membuat kediaman jenderal bangkrut!" kesalnya pada Shen Meiren.
Tiga pemilik toko itu saling pandang. Kalau begini terus, mereka yang akan rugi nanti.
"Tuan jenderal, nyonya. Bisa di bayar sekarang? karena jika tidak, kami akan membawa masalah ini ke pengadilan!"
Mata Lu Yansheng yang kali ini melebar. Dia sungguh tidak mungkin membiarkan kaisar tahu masalah ini.
"Sekarang..." Lu Yansheng bicara karena merasa harus mengalihkan perhatian tiga pemilik toko itu. Meski sebenarnya, dia juga belum bisa memikirkan cara membayar orang-orang itu.
Jumlahnya lebih dari 500 tael. Mungkin kalau di jaman modern. Jumlah itu lebih dari 500 juta. Dalam masa krisis seperti itu di kediaman jenderal. Jangankan 500 tael, 50 tael saja saat ini tidak ada yang sebanyak itu di perbendaharaan kediaman jenderal.
Melihat gelagat jenderal yang ragu. Tiga pemilik toko itu pun kembali saling pandang.
"Jenderal, kami juga tidak mau menyulitkan jenderal. Kami sudah dengar tentang titah Kaisar yang memisahkan kediaman Jinxi dan kediaman jenderal. Bahkan tentang restoran keluarga Lu yang sudah tutup. Aku dengar ladang di dekat gunung Jinling, adalah milik jenderal. Harganya saat ini mungkin lebih dari 500 tael. Berikan saja surat tanahnya pada kami. Kami akan bayar kelebihannya sebanyak 70 tael pada jenderal!"
Ucapan salah satu pemilik toko membuat tangan Lu Yansheng terkepal. Sudah separah itukah kediaman jenderal sampai dia harus menjual ladangnya.
"Yansheng, berikan saja. Daripada berhutang dan malu karena pasti akan tersebar dimana-mana!"
Nyonya tua sudah menyerah. Dia benar-benar sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi sekarang.
***
Bersambung...
kalau pun dibandingkan Mei sama Shen ya kayak langit dan bumi, Mei lebih segalanya dari Shen 🤭
Absen dulu, baru kita baca..
Terimakasih Kak Noer untuk updatenya.. ❤❤🤭🤭
Terimakasih Kak Noer untuk updatenya.. ❤❤❤❤
padan muka....