Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyentuhnya
Dengan terpincang, Sera melanjutkan langkahnya menuju ke tempat dimana mobilnya tengah terparkir di depan sana.
Graven menghela nafasnya, melihat bagaimana wanita itu sedang mengomel sambil berjalan tertatih dan terlihat sesekali meringis menahan perih, bahkan tidak melihat jika Graven sudah berada tepat di belangnya saat ini.
Brak!
Pintu mobil yang setengah terbuka oleh tangan Sera di tutup kembali oleh Graven tiba-tiba.
"Apa-apaan ini!" Sera berbalik dan terkejut melihat Graven begitu dekat di depannya.
Sret!
"Graven!"
Sera teriak begitu tubuhnya melayang begitu saja dalam gendongan Graven.
"Diam, kakimu perlu di obati" terus melangkah memasuki lift tanpa peduli dengan teriakan Sera ataupun beberapa orang yang kebetulan melihatnya.
Hingga akhirnya terdiam, Sera tak mungkin juga memberontak karena dirasa percuma, kakinya juga terlalu sakit untuk berjalan saat ini, dan kenapa dia merasakan kenyamanan yang aneh dan tak ingin hilang begitu saja.
Bau tubuhnya, saat Sera tak sengaja begitu dekat dengan lehernya, itu seperti sesuatu yang beda, sesuatu yang mengajaknya untuk terus menikmatinya, menandai dalam pikirannya dan hangat, hatinya menghangat.
Entah kenapa Sera merasa lelah dan nyaman saat menyandarkan kepalanya perlahan di dada bidang itu, perjalanan terasa panjang dan matanya tiba-tiba saja ingin beristirahat sejenak, berikutnya semua terasa begitu nyaman dan tenang.
Graven tersenyum, meletakkan Sera perlahan di Sofanya, memposisikan dengan nyaman, kemudian tercekat melihat bagaimana sosok wanita yang mengomel dari tadi begitu diam, nampak tenang dan damai dalam tidurnya.
"Cantik"
Satu ucapan yang keluar begitu saja dari mulutnya, tangannya pun tak tinggal diam untuk menikmati keindahan wajah itu, membelai lembut pipinya, menyingkirkan perlahan anak rambut yang berserakan di wajah dan bibirnya.
Graven mengusapnya dengan pelan, indah dan begitu menggemaskan, bibir yang selalu bisa mengeluarkan suara-suara yang di suka olehnya perlahan, cacian, makian, bahkan keluh kesah dan tawanya, semua kini memenuhi kepalanya.
Entah kenapa, ingin begitu melindunginya, hatinya seakan tak rela, jika sedikit saja sesuatu terjadi padanya, Sera pelan-pelan sudah menyeretnya, jauh dan tak bisa kembali lagi, itulah yang dirasakan Grevan saat ini.
"TIDAK!"
Grevan lalu menarik tubuhnya, saat bibirnya akan menyentuh kening, kemudian memejamkan mata sejenak dan segera beranjak.
Kotak Obat-obatan yang di sediakan di tempatnya, diambil dan di bawa mendekat ke kaki Sera, Graven melepas perlahan sepatu yang di pakai nya, lalu membersihkan luka yang ada di sana.
"Ssh!" Sera menggeliat saat merasakan perih di kakinya, perlahan menyadarkan dari tidurnya, mengerjakan perlahan.
"Sakit?" suara itu membuat Sera lansung duduk.
"Aku ketiduran?" tanya Sera nampak terkejut.
"Hem, dan kakimu sudah aku obati, bagaimana sekarang?"
"Perih, tapi lumayan" Sera lalu membenarkan duduknya melihat kearah kakinya dan berdecak sebal.
"Terimakasih, besok aku pasti tidak bisa memakai sepatu dengan benar" gumamnya pelan.
"Pakai sesuatu senyamannya saja, mereka pasti akan mengerti, lagi pula kamu CEO di sana bukan?"
"Dan kamu penguasanya, kalau penampilanku hanya memakai sandal jepit saja sedangkan kamu memakai sepatu mahal itu berjalan di sampingku, kira-kira apa yang ada dalam pikiran mereka?, aku pasti kelihatan bodoh!"
Graven tersenyum, membereskan obat-obatan untuk di masukkan kembali, dan kemudian menatap Sera yang masih duduk di Sofanya.
"Aku ada urusan penting besok, tidak akan ada di Megatan Company sementara waktu, jadi jangan khawatir, kamu tidak akan kelihatan_Bodoh" Graven tersenyum lalu berbalik menuju tempat untuk meletakkan kotak obat.
Sera terkejut sih, tapi juga senang rasanya, bukankah itu pertanda dia tidak akan lagi bekerja di bawah tekanan orang yang gila kerja, sedikit santai tentu saja bisa, YES!, batin Sera.
"Oh jadi begitu, baiklah, kalau begitu aku pamit dulu"
Sera berdiri cepat, lupa jika kakinya masih perlu istirahat, dan alhasil
"Akh!, kakiku!" teriaknya, dan Graven dengan sigap memberikan lengannya untuk pegangan.
"Kenapa malah kram begini sih!" seru Sera sambil meringis.
"Duduklah, mungkin peredaran darah yang tidak baik, biar aku pijit sebentar"
Graven membantu Sera duduk kembali ke tempatnya semula.
"Jangan keras-keras, nanti tambah sakit" Sera mengingatkan sebelum tangan Graven menyentuh kakinya.
"Hem"
Tangan itu akhirnya mendarat di sana, tepatnya di mata kaki Sera, perlahan melakukan gerakan, membuat kulitnya sedikit meremang, sentuhan itu, dan baru pertama dirasakan Sera karena terpaksa.
Diam, Graven melakukan gerakan pelan, melihat reaksi agar tidak terlalu menyakitkan dan juga menjajaki sejauh mana wanita ini saat mendapati sentuhan.
Graven tersenyum, entah itu sebuah rasa lega atau kemenangan dalam hatinya, nyatanya Reaksi Sera memberikan kepastian pada dirinya.
"Belum pernak di sentuh laki-laki rupanya" ucap Graven.
"Siapa bilang?" sahut Sera dengan menahan sakit dan rasa nyaman bersama-sama.
"Reaksi tubuh mu nona CEO, tidak bisa membohongiku"
"Daddy sering memijit ku dari kecil sampai aku beranjak dewasa, hanya setelah lulus kuliah saja mereka tidak melakukannya, katanya aku harus lebih mandiri"
"Oh, jadi Tuan Ethan yang melakukannya?"
"Tentu saja, dan Daddy juga seorang laki-laki, ingat itu"
Graven tersenyum, setidaknya tebakannya memang benar adanya, wanita ini memang spesial sekali.
"Kekasihmu laki-laki juga kan?, dia tidak pernah melakukan sentuhan?"
"Tidak, menjadi kekasih tidak harus melakukan hal itu bukan, melihat kondisi saja, dan untungnya tidak ada satu laki-laki pun sebelum kamu yang membuatku terluka dan harus di pijat seperti saat ini, jadi kamu yang pertama dan membuat ku sakit!" Sera mendengus kesal saat teringat apa yang di lakukan Graven padanya.
"Dan aku juga pertama kali melakukan hal ini untuk seorang wanita yang cerewet dan_MANJA!"
"Apa?, siapa yang manja, aku terluka karena kamu Grevan dan sudah seharusnya kamu melakukan hal_"
"Akh!, Shit!"
Sera berteriak kesakitan saat Graven menekan lebih keras dari sebelumnya dan kini sudah berada di atas lututnya.
"Apa yang kamu lakukan!, hentikan!, kamu bisa melukaiku lebih dalam dan my God, ini baru pertama kali katamu, berarti aku hanya kamu jadikan uji coba?, gila ya, bagaimana kalau aku lumpuh karena keliru cara mu memijat, ini gawat!"
Brug!
Grevan semakin tak tahan, di sisi lain dia harus menahan mati-matian hasratnya saat pertama kali menyentuh kulit lembut dan begitu menggoda, dan kini Sera semakin membuatnya tak terkendali dengan tanpa sengaja menyingkap gaun hingga di atas lututnya.
"Diam" Graven terlihat menahan nafasnya, jantungnya bertalu, dan kini sudah menjatuhkan Sera tepat di bawahnya, di dalam kekuasaan, dengan mata birunya yang menelan semua logika, bibir ranumnya yang seolah kuat menariknya untuk berbuat dosa.
"Le pas kan" Sera berusaha memberontak pelan, dari keadaan yang berbahaya, darurat dan bisa menelan akalnya.
Apa yang terjadi berikutnya?, yuk mana Komennya.
Bersambung.
thor edwardnya kok gak muncul lg dimana?
ini akan menarik jika bersatu dg keturunan Nugraha